BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Terang-terangan



"Var.. se-sebenarnya--"


____________________________________________________


"Sebenarnya, saya masih ada urusan dirumah.. dan maaf, untuk saat ini perisai saya ganti dulu, saya ingin tenang berada dirumah sendirian" ucap Agatha, lalu menegapkan duduknya.


"Baiklah.. saya mengerti, kalau terjadi apa-apa segera hubungi saya ya?" ucap Alvaro tersenyum. Agatha mengangguk mengerti, kemudian Alvaro mengantar Agatha kembali kerumahnya. Setelah itu Alvaro pamit, karena dia mendapat sebuah tugas dari ayahnya.


"Haiii Aurel..." sapa Agatha setelah ia mengunci pintu, dan menuju ke sofa tempat duduk Aurel. Aurel menoleh dan berkata "kakak lama sekali.. Aurel lelah menunggu!" rengek Aurel. "Hehe.. iyaa maaf yaa.. Aurel ada sesuatu yang harus kita bicarakan" ucap Agatha serius.


"Apa?" tanya Aurel kebingungan. "Mulai saat ini, nama kamu bukan Aurel lagi.. Nama kamu adalah Amara, Amara Siregar.. itu nama kamu yaa? jangan menggunakan nama Aurel lagi, kakak takut, jika ada yang mengenali kamu dengan nama Aurel" ucap Agatha. "Amara? nama yang bagus, tapi Aurel juga nama yang baguss" ucap Aurel sedikit keberatan mendengar saran kakaknya.


"Kakak tau, nama itu diberikan paman..Aurel dengar kan kakak, ayah kamu sekarang-" Agatha bingung bagaimana mengatakan hal ini. Apa dimata Aurel nanti Agatha adalah seseorang yang menghina ayahnya? menuduh ayahnya atau apapun itu? Agatha takut Aurel berubah pikiran. Karena dia tau, anak sekecil ini akan sangat gampang terprovokasi oleh orang lain.


"Ayah kenapa?" tanya Aurel penasaran. "Maaf, kakak cuman nggak mau kamu terjerumus kedalam hal yang salah Aurel.. kakak hanya ingin melindungi kamu! suatu saat nanti kamu akan mengerti, kenapa kakak bersikap seperti ini hm?" jelas Agatha lembut. Aurel menghela nafas, dia terlihat sedang memikirkan jawaban yang akan keluar dari mulutnya dengan matang-matang.


"Kakak tidak meminta perubahan sepenuhnya, suatu saat nanti.. jika kamu ingin nama Aurel kembali, akan kakak berikan.. kakak janji, tapi kamu harus ingat, kakak tidak bisa menjaga kamu selamanya.. tapi selama kakak hidup, kakak akan berusaha menjaga kamu sekuat tenaga Rel.." ucap Agatha, dia menahan tangisnya.


'apa gue harus benar-benar korbanin Aurel? nggak! gue harus cari cara lain untuk keluar dari permasalahan ini!! nggak tau kenapa, setelah bertemu Aurel, gue sangat ingin melindungi dia? padahal gue tau sendiri Aurel adalah penghancur dunia!! arghh!!' batin Agatha. Dia sangat lelah akan semuanya, namun karena suatu alasan, dia harus tetap berdiri tegak melawan semuanya.


"Kakak-" Agatha memotong pembicaraan adiknya "Jika kamu keberatan kakak juga tidak apa-apa, asalkan kamu menurut dengan kakak, dan tidak mendengarkan ucapan orang lain, kakak akan selalu di sisi kamu.. tapi ingat! kakak nggak mau kamu berada di jalan yang salah!". "Aurel mengerti, Aurel janji! Aurel bakal nurutin kakak sampai akhir hayat Aurel! Aurel tidak akan pernah mendengarkan ucapan orang lain! me-meski itu ayah! sekarang hanya kakak yang Aurel punya!" ucap Aurel lantang, dan berhasil membuat Agatha tersenyum lega.


'bagaimana jika kakak membunuhmu? gue bener-bener nggak tau harus gimana sekarang! huh!" batin Agatha lagi.


"Aurel.. Aurel tau status kakak kan? yang merupakan ratu serigala?" tanya Agatha terang-terangan. "Aurel tahu semuanya, bahkan Aurel tau.. ayah pernah mencelakai keluarga kakak" ucap Aurel lirih. "Tidak apa-apa.. kakak mengerti kok" ucap Agatha. "Ahh bagaimana kalau sore nanti kita jalan-jalan ke istana?" lanju Agatha.


'gue harus umumin ke semua serigala, kalau Aurel udah disisi gue!' batin Agatha yakin.


"Istana? wuahh!! Aurel mauu!!" sahut Aurel cepat, matanya berbinar penuh dengan harapan. Agatha tersenyum melihat tingkah adiknya tersebut. 'sangat lucu, rugi bukan jika dia harus meninggal usia dini?'.


"Kakak... Aurel pernah mendengar dari seseorang.. katanya Aurel bisa menghancurkan dunia, dan menyakiti kakak.. apa itu be-benar?" ucap Aurel dengan mata berkaca-kaca. Agatha kaget bukan main, dia terdiam sejenak dan berpikir! orang mana yang tega berbicara begitu dengan anak berumur 10 tahun? apa yang ada dipikiran orang itu sebenarnya! dan siapa dia sebenarnya!!!. Sebelum Aurel tau dia melamun, Agatha segera menjawab pertanyaan Aurel tadi.


"Aurel.. kakak tidak pernah mendengar hal itu, namun jika itu terjadi.. kakak akan tetap berada di sisi kamu.. menghentikan kamu menghancurkan dunia dan menyakiti orang-orang tak bersalah.. kakak pasti akan menghentikan kamu, tapi itu tidak mungkin bukan? kakak tau Aurel adalah anak yang sangatt baik..." ucap Agatha menatap mata Aurel dalam-dalam.


"Baiklah.. itu pasti tidak akan terjadi kan? Aurel anak yang baik, tidak akan melukai orang yang tidak bersalah.. lagipula Aurel tidak tahu, apa yang Aurel miliki sampai membuat dia mengatakan hal itu" ucap Aurel. "Memang yang mengatakan itu kepada Aurel siapa hm?" tanya Agatha. "Aurel tidak tau namanya, tapi Aurel tau dia v-vampir.. wajahnya- tampan" ucap Aurel sembari mengingat-ingat bayangan orang yang dia maksud.


'bukan Alvaro kan? huh! tidak mungkin!'. lagi-lagi Agatha berbicara dalam hatinya.


"Iyaa iyaaa kakak!!" Sahut Aurel.


Sore harinya, Agatha menepati janji, dan membawa Aurel ke istana nya untuk mengumumkan sesuatu. Tekatnya bulat, dia ingin mengumumkan kepada semua orang!! bahwa Aurel ada disisinya sekarang! dan dia akan menjamin kedamaian diseluruh bangsa vampir, bangsa manusia ataupun bagi bangsa serigala sendiri.


Agatha duduk di kursinya, para serigala yang derajatnya rendah segera bersujud dengan satu kaki memberi tanda hormat kepada ratu mereka. Amel dan Rafael berdiri tidak jauh didepan Agatha. Semetara Aurel, dia masih belum ada disana.


"Saya! Nadya Agatha Siregar! akan mengumumkan sesuatu kepada kalian semua!! tentunya sesuatu yang amat sangat penting bagi bangsa kita dan dunia!" ucap Agatha lantang.


Semuanya hanya terdiam, tidak berani menjawab dan berkata apapun. Hanya dapat menatap ratu serigala yang menyeramkan diatas sana.


"Aurel keluar" ucap Agatha lirih. Aurel pun keluar dari persembunyiannya dan duduk tepat disebelah Agatha. Tentu saja hal itu membuat serigala-serigala terbelalak kaget. Kecuali Rafael dan Amel, dia sudah menduga Agatha akan melakukan hal ini. Sangat beresiko, namun kenapa dia tetap mengambil jalan ini?


"Aurel ada disisi saya!! dan semuanya! dengarkan perintah saya! jika ada orang dari kalangan serigala menyentuh bahkan menyakiti Aurel! saya tidak akan segan-segan menyiksa dan membunuh dia didepan umum!! Saya tau kekhawatiran kalian!! saya berjanji didepan kalian! bila saya! ratu serigala tidak dapat melindungi bangsa serigala dengan ini(Aurel)!! maka saya akan turun tahta! dan saya siap dihukum sesuai peraturan bangsa kita yang dibuat oleh leluhur!!!" Teriak Agatha dengan sangat tegas. Tidak ada satupun yang membantah, hanya mengangguk mengerti atas ucapan Agatha barusan.


Meski sebagian orang menjadi sedikit ragu dengan Agatha, tapi tak sedikit juga yang mendukung keputusannya.


"RATU KITA! TIDAK AKAN PERNAH BERFIKIRAN UNTUK MENCELAKAI BANGSANYA SENDIRI!! KITA CUKUP PERCAYAKAN SEMUA KEPADANYA!!! SAYA! RAFAEL ALGENATRA AKAN TERUS MENGIKUTI JEJAK SANG RATU! TIDAK AKAN PERNAH MENYENTUH PUTRI AUREL! APALAGI MENYAKITI NYA! DAN SIAP MENANGGUNG HUKUMAN BERSAMA RATU! JIKA GAGAL MELINDUNGI DUNIA" teriak Rafael tiba-tiba, dia lalu ikut bersujud bersama yang lain.


Amel yang berdiri disampingnya terkejut dengan ucapan Rafael. Tapi dia juga mengerti sikap Agatha. Seharusnya begitu bukan? mereka sudah bersahabat beribu-ribu tahun lamanya.


"SAYA MICHELLE AMELIA! AKAN TETAP BERSAMA SANG RATU APAPUN YANG TERJADI!! SALAH ATAUPUN BENAR! TETAP DISISI SANG RATU SIREGAR UNTUK MEMBANTU MENJAGA KEDAMAIAN DISELURUH BANGSA!!" Teriak Amel juga, kemudian dia melakukan hal yang sama seperti Rafael.


Alvin memimpin para bawahan serigala untuk berseru "Tetap disisi ratu serigala" *mereka mengucapkan nya serentak sebanyak 3 kali, lalu Agatha menghentikan nya.


Aurel maju satu langkah didepan Agatha, dan dia berkata "SAYA! AURELIE ARGANTARA AKAN BERJANJI DIDEPAN BANGSA SERIGALA!! TIDAK AKAN MENYAKITI KALIAN! TIDAK AKAN MENYAKITI ORANG YANG TAK BERSALAH!! SELAMANYA SELALU MENDENGARKAN PERINTAH RATU SIREGAR!" Siapa yang tau? ucapan Aurel ini membuat Agatha tersentuh. Tekatnya menjadi semakin bulat untuk merubah takdir. Meski hanya 1% kemungkinan, dia akan tetap berusaha! Itulah sang ratu*.


**Heyy heyy heyyyy!! maaf yaa kemarin author nggak up hehe..


cemungutt puasanyaaa kawannn>< Lopeee you porepeerrrrrr


Oii oii oii don't forget!


like 👍🏽 coment 💬 vote ☑️ dan tekan favorit 🖤**