BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Pesta yang gagal



Kekhawatiran Agatha memuncak.. ini sudah jam 1 dini hari, kenapa mereka juga belum pulang? Agatha mendengar banyak serigala melolong diatas bukit. Lolongan yang sama sekali tidak dimengerti oleh Agatha.


Ada apa malam ini? kenapa terasa begitu aneh? 'kalian kemana sih!! pliss balik dong.. nggak! gue nggak bisa diem aja, gue harus cari mereka! gua nggak mau mereka kenapa-napa' batin Agatha.


Dia lalu melesat keluar istana, tapi sebelum itu dia berpesan kepada penjaga untuk menjaga Aurel. Melarangnya keluar dari istana.


Sembari berjalan, Agatha berusaha memahami apa arti dari lolongan aneh tersebut. Antara kabar baik atau buruk, Agatha sama sekali tidak bisa mencerna artinya.


Sudah satu jam sejak Agatha keluar dari istana, namun ia tak kunjung menemukan kedua sahabatnya. Agathapun sudah melolong memanggil Amel dan Rafael beberapa kali. Tetap saja, tidak ada jawaban!


"RAFAELLL-!!! AMELL-!!!!" teriak Agatha. Agatha terus menatap kejauhan, sampai-sampai dia tidak tau.. kalau dia terkena jebakan pemburu.


"Akhh!!" rintih Agatha memegangi kakinya yang bersimbah darah. Perlahan Agatha melepaskan besi tajam dipergelangan kakinya. Dia memaksa besi itu untuk lepas dari kakinya, meski rasanya sangat sakit dan darah yang keluar menjadi lebih banyak dibanding sebelumnya.


'semoga tidak beracun' batin Agatha.


Seseorang di kejauhan melihat Agatha terduduk dan berdarah-darah. Tanpa berpikir panjang, dia segera menghampiri Agatha dan membantu melepaskan jebakan pemburu tersebut.


"A-alvin?" ucap Agatha terbata-bata. Dia sedang menahan rasa sakit sekarang. "Kenapa tidak berhati-hati?" tanya Alvin. "Gue nggak tau kalo ada jebakan disini! akh!" jawab Agatha, tangan kanan Agatha mencengkram bahu Alvin dengan erat.


"Gue udah suruh lu tanya ke Aurel.. kenapa lu keras kepala banget sih! sekarang gini kan jadinya!" omel Alvin, setelah berhasil melepaskan jebakan itu dan memperban kaki Agatha menggunakan sobekan bajunya. "Te-terimakasihh Vin.." ucap Agatha tak menanggapi omelan Alvin.


"Gue tau lu khawatir sama mereka.. sekarang serahin semuanya ke gue ya? gue janji! nggak akan balik sebelum nemuin mereka" ucap Alvin, raut wajahnya terlihat sedikit khawatir dengan kondisi Agatha.


"Nggak! gue ikut cari! gue nggak bisa biarin kalian hilang juga!" ucap Agatha. "Thaa!!". "Vin! gue ratu serigala! gue harus bertanggungjawab atas semua ini!! itu semua gue lakuin supaya gue bener-bener pantes!" jelas Agatha sebelum Alvin melanjutkan perkataannya.


Alvin menghela nafas, memang Agatha adalah orang yang sangat keras kepala. Jika dia bilang "iya" maka tidak ada satu orangpun yang bisa mengatakan "tidak". Namun kini dia akan mencobanya, dia tidak mau ratu serigala terluka lebih parah lagi.


Benarkah begitu? tidak ada maksud lain dari perlakuan Alvin kepada Agatha?


"Okee! gue izinin.. tetapi kita lanjut besok yaa pencariannya.. sekarang kita pulang dulu, pasti lu nggak mau buat Rafael khawatir akan keadaan lu kan?" tanya Alvin. Agatha sempat menolak, namun Alvin tetap meyakinkan Agatha hingga dia mau melakukannya.


Akhirnya Agatha dan Alvin kembali ke istana bersama-sama. Wajah Agatha terlihat pucat.. mungkin darah yang keluar tadi terlalu banyak, atau jebakannya mengandung racun?


Sesampainya di istana, Aurel sudah menunggu kedatangan kakaknya didepan gerbang. Wajahnya begitu khawatir saat menatap Agatha yang berjalan pincang dan dipapah Alvin.


"Kakak! kakak kenapa?" tanya Aurel khawatir. "Tidak apa-apa.. kamu masuklah" ucap Agatha lirih. Aurel ingin membantah, namun Alvin menatapnya dalam-dalam seakan dia berkata "masuklah.. jangan membantah, Agatha biar gue yang urus". Hingga akhirnya Aurel patuh dan berjalan masuk ke kamarnya.


Agatha melewati ruangan yang awalnya ingin dia buat pesta bersama kedua sahabatnya. Menatapnya dengan tatapan yang sangat sedih, 'acara malam ini gagal.. dimana kalian? pulanglah.. gue benci sama kalian.. kenapa membatalkan janji kita? tapi- gue bener-bener nggak bisa buat kecewa saat ini Raf, Mel.. kalian udah seperti saudara gue.. tolong balik!' Batin Agatha.


Athaya, dia adalah teman Alvin sedari kecil. Bisa dibilang ia adalah adiknya. Diantara mereka hanyalah ada hubungan persaudaraan. Tidak ada rasa cinta sama sekali. Ah tidak! bukan begitu.. kita tidak bisa membaca pikiran seseorang apalagi hatinya. Siapa yang tau kalau salah satu dari mereka menganggapnya lebih dari teman?


Setelah Agatha duduk dikasurnya, Athaya masuk.. menatap Alvin sekilas kemudian mengambil kotak ramuan dan mulai mengobati luka Agatha.


Athaya memang terkenal dengan nama "wanita obat" di kalangan serigala. Karena dirinya yang sangat lihai dalam meracik obat maupun racun alami. Sudah banyak racun yang dibuat oleh Athaya.. racun-racun itu biasanya digunakan pada saat-saat terpenting saja. Dan hanya ada di ruangan pribadi miliknya.


"Saya yakin, mereka akan baik-baik saja ratu.. secara, mereka bukan serigala biasa.." ucap Athaya sembari mengobati kaki Agatha. "Jangan terlalu formal.. umur kita tidak beda jauh bukan?" tanya Agatha ramah. Athaya tersenyum, seraya berkata "Saya bawahan, sedangkan anda adalah ratu kami.. bagaimana mungkin tidak berbicara formal?" ucap Athaya.


"Biasa aja.. gue nggak pernah beda-bedain derajat.. kalau lu mau berteman sama gue silahkan.. gue terima siapapun itu" ucap Agatha lagi. Athaya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan ratunya yang begitu ramah.


Alvin diam di sofa yang terletak di belakang Athaya. Dia sedang memikirkan sesuatu di benaknya. Tidak tau apa itu, yang jelas suatu hal yang sangat sulit dijelaskan. Terlihat dari raut wajahnya yang kebingungan.


"Kenapa Vin?" tanya Agatha. Mendengar suara Agatha, Alvin tersadar dari lamunannya. "Ahh bukan apa-apa" ucap Alvin cepat.


"Besok.. g-gue akan bantu cari Rafael dan Amel" ucap Athaya yang masih sedikit canggung. Memang Athaya sama sekali belum pernah bertemu dengan Agatha secara langsung. Meski begitu, Athaya tau yang mana Agatha. Pendengaran yang tajam, penglihatan juga tajam dan dapat meramal masa depan.. Itulah kelebihan yang dimiliki oleh Athaya.


"Pastikan besok sudah ketemu.. gue takut semakin lama kita mencari mereka, mereka juga semakin dalam bahaya" ucap Agatha. "Iya gue mengerti.. gue akan minta tolong sama beberapa serigala utara" ucap Athaya.


Oh iyaa.. info lagi, kalau Athaya juga merupakan pimpinan serigala bagian utara. Derajatnya hampir sama dengan Amel, namun karena Amel pelayan pribadi mendiang ratu serigala, posisi Amel ditinggikan olehnya.


"Kerahkan sebagian tenaga istana Thaa.. gue yakin, pasti bisa temuin mereka" ucap Alvin menengahi. "Hmm.. gue juga akan minta bantuan kepada Aurel" ucap Agatha. "Aurel? apa dia udah tau cara penggunaan kekuatannya?" tanya Athaya.


"Kemarin Rafael diam-diam mengajarkan cara penggunaan kekuatan padanya.. nggak ada salahnya kita coba seberapa besar kekuatan Aurel kan?" ucap Agatha. "Lu bener juga.." ucap Alvin.


____________________________________________________


Ehh **waitt waitt!! kok si Agatha bisa tau kalau Rafael ajarin Aurel diam-diam?? sementara kemarin waktu Rafael bersama Aurel yang tidak sempat author ceritakan semuanya, ada seseorang dibalik pohon yang mengawasi mereka?


apa jangan-jangan itu Agatha? tapi bukannya Agatha sedang keluar juga?


Tapi tapi! ini Amel sama Rafael kemana sih sebenarnya! bikin khawatir ajaa!!


Ummmm


Don't forget to like 👍🏽 coment 💬 and vote ☑️**