BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Alvaro Rafa Narendra!



"Tu-tunggu... siapa kau?? kenapa kau! bangsa vampir menolongku!!" ucap Agatha yang berhasil mencegah pria itu pergi. Tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, pria itupun berbalik dan menatap lekat wajah Agatha. "Karena saya Alvaro Rafa Narendra!!".


Tidak usah dipertanyakan.. kalian pasti tahu kan bagaimana ekspresi Agatha sekarang? Antara bahagia dan sedihh.. Agatha sangat bahagia karena pada akhirnya dia bertemu dengan Alvaro kekasih hatinya. Namun, disisi lain, dia sedih.. karena Alvaro terlahir kembali menjadi pangeran vampir.. musuh terbesar bangsanya.


Agatha menangiss tersedu-sedu didepan kekasihnya. Dia mungkin menyesali perbuatannya selama ini yang mengorbankan nyawanya sendiri, demi pangeran vampir. Lucunya, di lubuk hati Agatha paling dalam, dia merasakan getaran dalam hatinya,muncul kembali.


"Alvaroo-!! akhirnya hikss.. akhirnya saya menemukan kamu.. selama 10.000 tahun, saya menunggu reinkarnasimu.. memang usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil! terimakasih sudah kembali!! saya sangat berterimakasih.." langkah demi langkah ia tempuh untuk memperpendek jaraknya dengan Alvaro. "Saya sangat merindukan mu.. kamu ingat? kamu pernah mengatakan! cinta itu dapat membutakan seseorang.. dan kini, saya telah buta oleh cinta tersebut Alvaro!! kamu tidak mau membantu saya kembali melihat semuanya?! kamu akan membiarkan saya buta selamanya!!" lanjut Agatha yang berhenti tepat didepan Alvaro.


"Nadya Agatha Siregar! terimakasih sudah menanti saya selama puluhan ribu tahun. Dan terimakasih cintamu masih ada untuk saya sampai detik ini... tapi maaf, saya sekarang adalah pangeran vampir.. musuh terbesar bangsa serigala.. mustahil bagi kita untuk bersatu!" ucap Alvaro dengan nada lembutnya.


"Justru itu.. kita harus bersatu... kita harus menciptakan perda-" belum selesai Agatha berbicara ada saja yang memotongnya. "Pangeran Alvaro!! menjauh dari ratu serigala itu! dia berbahaya!!" teriak seseorang yang sudah pasti itu adalah vampir. "Saya baik-baik saja!! ayah! menjauhlah!! saya bisa mengatasi hal ini!" ucap Alvaro sembari berbalik dan berjalan untuk menghadap sang ayah sekaligus seorang Raja vampir yang terkenal sangat kejam.


Perlahan, tanpa sepengetahuan Agatha dan Alvaro, tiba-tiba Bara (Raja vampir) sudah berada tepat didepan Agatha. Tidak ada basa-basi, Bara langsung menyerang Agatha menggunakan kekuatan yang ada didalam tubuhnya. Tentu saja Agatha terlempar jauh, bagaimana tidak.. selain tak bersiap-siap akan datangnya serangan yang begitu besar, kekuatannya juga belum sepenuhnya terkumpul.


"Ayahh!!!" teriak Alvaro saat mengetahui perbuatan ayahnya. Diapun segera menolong Agatha yang tergeletak ditanah menahan rasa sakit ditubuhnya.


"aarrggghhh!!" rintih Agatha, semua rasa sakit, seakan-akan ada didalam tubuhnya. Bibirnya yang merah merona, seketika menjadi putih pucat. Alvaro yang kelihatan khawatir segera menolong Agatha dan membawanya pergi. Sampai-sampai dia mengabaikan panggilan dari ayahnya sendiri.


"ALVAROO-!!! KEMBALII!" teriak Bara, yang sama sekali tidak digubris oleh Alvaro yang semakin menjauh. Alvaro kemudian membawa Agatha ke sebuah gubuk ditengah hutan. Dengan segenap kekuatannya, dia berusaha menyembuhkan luka didalam tubuh Agatha.


"Arrrgghhhh-!!" Agatha yang tak tahan lagi dengan rasa sakitnya pun menggeliat kesana kemari. Sungguh kasihan nasibnya sekarang sangat tidak beruntung. "Jangan bergerak! tahanlah sebentar.. ini bukan luka biasa Agatha! saya harus menarik serangan ayah saya!" ucap Alvaro sampir menekankan tangannya pada kening Agatha. Perlahan dia mulai menyerap energi Bara,yang ada didalam tubuh kekasihnya.


Beberapa menit berlalu, akhirnya Alvaro berhasil menyerap energi yang membahayakan tersebut. "Ini hanya sementara.. saya tidak bisa menandingi kekuatan ayah saya..Agatha.. pulanglah, jika memang kita berjodoh, suatu saat nanti pasti kita akan dipertemukan kembali oleh takdir". "Saya harus menunggu berapa tahun lagi Alvaro! dikehidupan saya yang sekarang ataupun dimasa lalu, saya hanya menginginkan kamu.. saya tidak ingin berpisah dengan kamu lagi.." tolak Agatha secara halus,namun berhasil menjatuhkan air mata berharganya.


"Saya mohonn Alvaro Rafa Narendra!! kembalilah bersama saya.. "mohon Agatha yang menatap Alvaro dengan tatapan sendu. "Saya ingin.. namun saya tidak bisa Agatha! bisakah kamu memberikan saya waktu?" tawar Alvaro sembari menatap mata Agatha yang masih kelihatan sembab. "Baiklah.. saya tidak akan begitu egois Alvaro.. dalam satu Minggu kedepan, temui saya diperbatasan.. apapun jawaban kamu, saya harap itu tidak merugikan antara kedua belah pihak.." jawab Agatha.


"Saya berjanji, akan menemui kamu disana.." "ini sudah larut, saya akan mengantarmu kembali ke kawasan serigala. saya takut vampir vampir tadi melukai kamu lagi.. bahkan sekarang luka yang dibuat oleh ayah masih belum sembuh total.." ucap Alvaro, dia tidak bertanya, namun dia langsung menyimpulkan. Kenapa? karena dia tidak ingin menunggu jawaban dari Agatha..


Agatha dan Alvaro berjalan melewati hutan-hutan belantara yang luas membentang disekelilingnya. Jangan ditanya lagi.. tentunya hutan itu sangat gelap. Namun apa masalahnya? mereka sudah terbiasa hidup didalam kegelapan selama hidupnya.


Sampai diperbatasan, Agatha pamit kepada Alvaro untuk pulang. Dan dia juga menyuruh Alvaro cepat-cepat kembali ke istananya. Karena dia takut,ayahnya akan marah besar melihat Alvaro komunikasi dan bahkan mempunyai hubungan dengan bangsa serigala.


Dengan hati yang bercampur aduk, Agatha kembali ke istana. Sekembalinya diistana.. Agatha disambut ramah oleh keluarga istana. Bukan ayah atau ibunya.. melainkan itu diadakan oleh Rafael, khusus untuk menyambut kepulangan ratu mereka.


"Agathaa!!!" kalau teriak, pasti kita tau ya siapa pelakunya. Yapp Amell! seorang serigala yang sangat cerewet.. "Gimana?" tanpa basa-basi, langsung ke intinya. Pertanyaan yang membuat otak Agatha ingin meledak rasanya. Baru saja dia sampai ke istana.. bukan disuruh istirahat malah pertanyaan itu muncul? assshh ingin rasanya dia berteriak sekarang.. mengatakan kalau dia lelah, sangat lelah dan butuh waktu untuk sendiri. Tapi itu tidak mungkin, dia harus terus berada di kalangan bangsanya setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik.


"Alvaro Rafa Narendra? bagaimana dengan calon raja serigala kita?" tanya Amel sekali lagi, untuk memastikan sahabatnya itu tidak tuli sepulang dari kawasan bangsa vampir. "Gue nemuin dia ta-" "Waowww... hebat dongg!! sebentar lagi lu bakal dinobatin jadi ratu bersama Alvaro!!" potong Amel kegirangan.


"Bisa nggak? gak usah motong omongan orang?! belum selesai bicara juga!!" omel Agatha kepada sahabatnya itu. "gue nemuin dia! tapi sebagai pangeran vampir!!" lanjut Agatha yang sontak membuat serigala lainnya kaget. Terutama Amel dan Rafael.


"Mustahil buat lu, untuk bersatu dengan dia sekarang Agatha! raja nggak akan pernah setuju, lu menjalin hubungan dengan bangsa vampir!" jelas Rafael. "Udah! gue capek mau istirahat! lagian lu pada! bukannya nawarin makanan kek, tidur kek! malah nanya begituan!!" kesal Agatha yang kedua kalinya, sebelum dia pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih bertanya-tanya tentang sosok Alvaro Rafa Narendra tersebut.


haii haii haiii .. oh iyaa author ucapin, selamat puasa bagi yang menjalankan yaa๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ semoga puasanya lancarr dan berkah.. amiinn,๐Ÿ˜Š


jangan lupa like, ๐Ÿ‘๐Ÿฝ coment ๐Ÿ’ฌ vote โ˜‘๏ธ dan tekan favorit ๐Ÿ–ค