
Rafael membawa Agatha dan Amel kembali ke istana. Tapi sebelum itu, dia meredakan amarah Agatha didalam hutan, karena dia takut raja akan marah melihat kondisi putri mahkotanya yang tidak bisa menahan amarahnya sendiri.
"Thaa.. maafin gue pliss" sekarang wajah Amel penuh dengan penyesalan, dia benar-benar takut Agatha tidak akan pernah memaafkannya karena kejadian tadi. Bukan hanya menasehati, bahkan Amel kesannya seperti menolak Alvaro berada di kehidupan Agatha.
"Pesen gue cuman satu Mel.. tolongg, kalo lu belum tau kenyataannya.. jangan menyimpulkan dulu.. gue kayak gini, karena gue pernah ngerasain itu semua!!" ucap Agatha yang sedang berusaha menghentikan hujan deras yang ingin menghantam pipi mulusnya. "Thaa.. gue ngertii kok.. jangan nangis dongg, yaa? gue bakal dukung luu.. gue janjii" yakin Amel dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya, seraya membentuk angka 2.
Sebesar apapun masalahnya, mustahil bagi Agatha bila tidak memaafkan kesalahan Amel. Bagaimanapun juga, Amel adalah sosok wanita yang bisa menggantikan posisi ibunya sekaligus sahabat baginya. Jadi sebanyak apapun kesalahan Amel, pasti ujung-ujungnya Agatha tetap memaafkannya. Dia takut, sangat takut jika kehilangan orang yang dia sayangi untuk kedua kalinya.
"Agatha, putriku tercinta.. sebentar lagi kamu akan menduduki tahta ibumu nak.. segeralah menikah, carilah suami yang dapat dipercaya dan bisa memperbesar kekuasaan bangsa kita" kata ayah Agatha yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang mereka berdua. Setibanya sang raja, Amel undur diri.. karena dia merasa tidak sepantasnya berada didekat mereka sekarang.. inilah privasi antara keluarga raja di bangsa kami. Setiap ayah,anak dan ibunya bersama tidak boleh ada satupun orang yang berada didekat mereka.
"Ayahh.. saya tidak ingin segera menduduki posisi ibunda.. saya masih belum siap.. dan saya masih belum berpengalaman sebaga ratu.. tolong simpati ayahh.." tolak Agatha secara halus supaya ayahnya tidak terpancing emosi.
"Umur tidak menentukan nya nak.. ayah tidak akan memaksa, namun ayah berharap.. segeralah menikah anakku.. ayah takut, jika kamu berlama-lama didunia manusia, kamu akan melanggar aturan kita" jelas ayahnya teliti. "Tidak ayahh.. itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun.. saya tidak terlalu menyukai bangsa manusia.. mereka sangat ambisius! percayakan semuanya kepada saya ayah.. saya akan melakukan yang terbaik untuk bangsa serigala" jelas Agatha tak kalah lebar dari ayahnya.
Memang putri mahkota ini, sampai sekarang belum ada satu orangpun yang berhasil memenangkan perdebatan dengannya. Bahkan ayahnya sendiri. Dia selalu punya cara untuk mengelak, entah dengan cara menjelaskan ucapan yang lebih panjang dari lawan bicara,ataupun sengaja meluap emosinya. Ahh.. Rafael saja sampai kesusahan dibuatnya. Kalau dihitung-hitung meredakan amarah Agatha, mungkin ini yang ke-20 kalinya.
"Baiklah nakk.. saya akan menyerahkan masalah pernikahan ke tangan kamu..pesan ayah jangan cari Alvaro, dia bukan bangsa kita.. dia bisa saja menghancurkan kita nak.. " inilah kalimat terakhir yang ayah Agatha ucapkan, sebelum keesokan harinya. Nyawanya direnggut oleh pamannya sendiri, yang merupakan keturunan vampir.
Agatha sangat terpukul mendengar kabar kematian ayahnya. Bahkan dia sempat mengejar pamannya untuk balas dendam. Namun nihil, dikarenakan Argan(paman Agatha) merupakan salah satu pemimpin bangsa vampir, dia kalah telak. Baru satu pukulan menghantam tubuhnya, dia seketika menjadi tak berdaya. Kini dia tau, hanya menjadi ratu serigala lah yang bisa mengakhiri semuanya. Peperangan,permusuhan antara bangsa vampir dan bangsa serigala yang ada sejak zaman dahulu.
Keputusannya bulat, dia ingin menelusuri kota tempat dia tinggal, meski sampai ujung kota! Hanya untuk mencari kekasih masa lalunya, yaitu Alvaro. Mungkin orang lain berpikir, hanya karena cinta bisakah orang segila itu? Apa cinta benar-benar buta? yaa mungkin itulah yang ada dipikiran mereka sekarang. Terkadang cinta memang membutakan. Cinta membuat kita tidak dapat melihat orang lain selain dirinya. Dan cinta membuat hati kita terus tertuju kepadanya. Seperti itulah cinta Agatha kepada Alvaro, dia seakan-akan buram melihat segalanya. Namun cintanya membuat dia berpegang teguh pada pendiriannya. Cintanya pada Alvaro lah yang membuatnya sekuat ini dalam menghadapi hidup yang penuh siksaan.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun tetap saja.. tanda-tanda reinkarnasi Alvaro tidak pernah muncul.. Agatha mulai putus asa, dia kehilangan arah. Dia berpikir bahwa Alvaro tidak akan pernah kembali ke kehidupannya. Dia sudah mencari disemua tempat, termasuk tempat para manusia tinggal. Dia masih memiliki secercah harapan, Agatha ingin Alvaro dilahirkan kembali menjadi manusia serigala.. sama seperti nya.
Agatha mulai menyusuri di kalangan para vampir. Dengan kekuatannya yang hampir sempurna tersebut, membuatnya selalu lolos saat dihadang anak buah Bara (Raja vampir).
Agatha ingat, sangat ingat.. tepat pada hari ini merupakan hari kelahiran Alvaro dimasa lalu. Dia duduk disebuah pohon,lalu menangis. "Jika besok, aku tidak menemukan kekasihku.. aku akan kembali ke istana, dan menerima dengan tulus, siapapun yang akan menjadi raja bangsa serigala kedepannya!" ucap Agatha disela tangisannya.
Agatha yang merasa kelelahan karena telah mencari tanpa beristirahat pun tertidur diatas pohon tersebut. Tanpa ia sadari, para vampir sudah berhasil mencium aromanya. Sangat bahaya sekarang jika Agatha tetap disana. Percuma, siapapun yang menyuruhnya pergi pasti percuma. Dia sudah berada di titik terendah dalam hidupnya.
"Bangsa serigala!! berani sekali kau memasuki wilayah kamii!!!" ucap salah seorang vampir sembari menunjukkan gigi taringnya yang menyeramkan. "Apa kau mau matii!! dasar serigala lemah!! kau kesini hanya akan menemui ajalmuu!!" ucap vampir lainnya. Rupanya mereka sudah bersiap-siap untuk membunuh Agatha dengan tangan kosong.
Karena merasa terganggu,Agathapun turun dari pohon dan berdiri tepat ditengah kepungan para vampir ganas. "Saya ingin bertanya!! apa salah satu vampir diantara kalian!! ada yang bernama Alvaro!!!" Agatha sedikit meninggikan nada bicaranya. "Apa itu penting sekarang!! ada atau tidak, nyawamu sudah ada ditangan kamii!!! Hahaha" perkataan yang wajib dibanggakan bagi para vampir. Mereka mendapat santapan malam yang istimewa,yaitu seorang ratu serigala.
Tanpa basa-basi lagi, para vampir itu langsung menyerang Agatha tanpa ampun. Agatha melawan mereka semua dengan penuh keseriusan, karena dia tau.. dia sedang berada dikawasan orang lain. Dia takut ceroboh, dan mengakibatkan hal buruk baginya dan bangsanya sendiri.
Tetap mustahil bagi Agatha untuk memenangkan pertarungan, meski dia adalah ratu serigala.. namun kekuatan nya belum sepenuhnya ada didalam tubuh nya. Tetap saja dia kewalahan menghadapi sekian banyak vampir yang berkeliaran.
"BERHENTII!!" teriak seorang vampir pria yang mendatangi pertarungan mereka dengan Agatha. Berhasil! semua vampir berhenti, dan tunduk kepadanya. "Cukupp!! biarkan saya yang bertanggungjawab sebagai pangeran vampir!! Kalian pergilah!! saya akan menghukum dia sesuai perbuatannya!!" ucap pria itu sekali lagi. Dan dalam hitungan menit saja, vampir yang tadi menyerang Agatha sudah hilang bersih! seperti tidak terjadi apa-apa sebelumya.
"Saya ingatkan! Jangan pernah lagi memasuki kawasan kami ratu serigala!! tolong jaga perdamaian!!" kalimat yang dilontarkan oleh sosok misterius yang menolong Agatha. Anehnya suara itu terdengar sangat familiar ditelinga Agatha. Bingungg, antara bingung atau kaget.. mengapa ada seorang vampir yang menolong nya? dan suara itu? mengapa terdengar sangat familiar ditelingaku? siapa sosok misterius itu?
kira-kira siapa yaaa🤔 author lanjut besok yaa😁 good night readers kesayangan authorr🧡
jangan lupa like👍🏽 coment 💬 vote ☑️ dan tekan favorit🖤 terimakasihhhh😊🙏🏼