BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
Pencarian Aurel



Serangan terakhir Agatha, hampir saja mengenai tubuh Argan. Namun siapa sangka Bara yang sedari tadi diam, sekarang bertindak! Bara mendorong Argan supaya tak terkena serangan Agatha. Bara membalas serangan Agatha menggunakan kekuatan nya.


Tentu saja kekuatan Agatha masih jauh dibawah Bara. Bahkan serangan Bara saat itu masih tersisa didalam tubuh Agatha. Dia gagal mengeluarkan nya waktu bertapa di desa kecil.


Agatha sedikit terlempar, namun ia tak menyerah.. Agatha tau bangsa nya sekarang menunggu jawaban dari nya. 'menang atau kalah' itulah yang ditunggu-tunggu selama satu hari satu malam ini.


Ekspresi Alvaro sekarang panik, sangat panik.. dia tau bagaimana ayahnya. Bara mempunyai seribu cara untuk mengalahkan Agatha dengan mudah. Sekarang dia sangat khawatir kepada kekasihnya.


'Agatha! saya mohon hentikan! ayah tidak akan segan-segan membunuh kamu!! saya mohon! Agatha! berhenti demi saya!!'


'kamu menyuruh saya berhenti Var? berarti tidak secara langsung kamu membunuh saya! kamu tau kan! kalau saya berhenti sekarang, ayah kamu tidak akan pernah berhenti Var!' Jawab Agatha dalam batinnya juga.


Pertarungan antara Agatha dan Argan berakhir dan berubah menjadi pertarungan antara ratu serigala dan raja vampir.


Ini bukan waktunya perang? tapi mengapa mereka melakukan itu? kalau begini caranya, sama saja mereka berdua yang mengawali peperangan!


Bara sangat lincah, dia berhasil menghindar dari serangan Agatha berkali-kali. Namun sebaliknya, tidak dengan Agatha, dia selalu terkena serangan kecil dari Bara. Menahan sakit itulah yang dilakukan Agatha saat ini.


Dia tetap melawan dengan semua tenaganya! hasilnya tetaplah nihil! Agatha terlalu lelah untuk menandingi kekuatan raja vampir. Dia terjatuh dan mulutnya mengeluarkan darah. Mungkin sekarang luka didalam tubuhnya kambuh lagi.


Bara yang merasa bangga akan kemenangan nya melawan ratu serigala segera menyuruh anak buahnya meninggalkan tempat tersebut supaya tidak membuat masalahnya semakin besar. Tidak dengan Alvaro, dia setia berdiri ditempat nya untuk memastikan bahwa Agatha baik-baik saja.


Para serigala pun segera menolong Agatha termasuk Rafael. Yaa, setelah dibawa pergi oleh Amel dia memaksa Amel untuk menunjukkan dimana Agatha. Namun dia terlambat, dia datang setelah Agatha diserang raja vampir.


Rafael menggendong Agatha dan melesat meninggalkan anak buah juga Alvaro disana. Kalau ditanya bagaimana perasaan Alvaro, kini dia sangat marah! bukan karena cemburu melihat Rafael dan Agatha. Melainkan dia kecewa karena dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Agatha tidak dibawa ke istana, Rafael dan Amel membawanya ke rumah Agatha di dunia manusia. Disitulah selama ini Agatha tinggal.


"Agathaa! bertahanlah!!" suara Rafael terdengar bergetar di telinga Agatha. "Mell.. sekarang lu buat perisai diluar, agar tidak ada yang bisa masuk kecuali kita!" perintah Rafael. Tidak ada jawaban, Amel langsung berjalan meninggalkan mereka berdua dan membuat perisai di sekeliling rumahnya.


Rafael menidurkan Agatha, lalu mengeluarkan kekuatannya untuk menyelamatkan Agatha. Meski energinya harus habis, tapi ia rela. Asalkan Agatha selamat!


Setengah jam berlalu, namun Agatha tak kunjung sadar. Sepertinya energi Rafael juga sia-sia dikeluarkan.


"Raff!" panggil Amel. Amel datang tidak sendiri, dia bersama Alvaro yang berdiri tepat disampingnya.


bagaimana bisa bersama Alvaro? jadi begini ___


Setelah Amel keluar dari rumah dan perisai yang ia buat hampir selesai. Alvaro menghampiri nya dan memohon agar Alvaro juga bisa memasuki rumah tersebut. Amel menolak! karena dia takut Rafael marah. Disisi lain Alvaro juga merupakan vampir!


Perisai yang dibuat kedua bangsa memang sangat kuat. Selain ke-empat orang yang ada didalam rumah, tidak akan ada yang bisa masuk.


______


"Amel!! lu apa-apaan sih!! kenapa biarin vampir ini masuk!!" sudah diduga, Rafael marah!. "Gue bisa jelasin Raf! yang penting sekarang Agatha bisa sembuh! lu nggak akan bisa sembuhin dia meski tenaga lu habis! nggak akan pernah! Karena luka ini dibuat oleh vampir! maka harus disembuhkan oleh vampir juga!!" bentak Amel, namun tidak sepenuhnya dengan nada tinggi.


Rafael diam, dan berlalu meninggalkan mereka dan disusul oleh Amel. Setelah kepergian dua sahabat Agatha. Alvaro segera melakukan aksinya. Dia mengeluarkan kekuatannya untuk menyelamatkan Agatha dari bahaya.


'Hampir! jika gue telat semenit saja! Agatha nggak akan pernah bangun! ayahh mengapa ayah setega ini? gue nggak habis pikir!! sekarang kedua bangsa terancam perang.. mungkin perang 1000 tahun lalu, akan terjadi lagi sekarang!' batin Alvaro kesal.


Satu jam berlalu, Alvaro selesai mencabut kekuatan Bara dan menyebarkannya di sekeliling rumah. Alvaro melakukan itu juga tidak tanpa alasan, dengan rumah ini beraroma raja vampir tidak akan ada bangsa vampir ataupun serigala yang berani mendekat! lain dengan bangsa manusia, kekuatan ini tidak akan berfungsi kepada mereka.


"Bagaimana? apa Agatha udah bangun?" tanya Amel cepat. "Belum.. dia tidak akan bangun secepat ini, butuh waktu sehari atau dua hari baru Agatha akan sadar" jelas Alvaro. "Yaudah gue pergi dulu, perisai didepan akan aman.. kalian nggak usah khawatir, selain bangsa manusia nggak akan ada yang bisa masuk" jelas Alvaro lagi.


Kemudian Alvaro segera meninggalkan rumah Agatha. Dia mengambil arah yang berlawanan dengan istana. Supaya tidak ada yang curiga disepanjang perjalanan.


'Kalo dua hari Agatha belum sadar, lu mau tanggung jawab Var?' batin Rafael.


"Raf.. lu kenapa sih?". "Bukan apa-apa, mending lu lihat kondisi Agatha" ucap Rafael dingin. Amel mengangguk lalu berjalan ke kamar Agatha.


"Thaa.. maafin gue, gue nggak bisa ngelindungin lu.. gue bener-bener minta maaf oke? You are my best friend! (lu tu sahabat gue) gue nggak mau lu terluka, tapi gue juga nggak akan biarin my light (sinar gue) terluka karena perbuatan lu dan paman Argan" jelas Agatha lirih.


Entah sinar siapa yang ia maksud. "Mell.. gue rasa gue punya misi" ucap Rafael yang tiba-tiba saja sudah berada di sisi Amel. "lu ngagetin gue aja sih!!" kesal Amel. "iyaa-iyaa maaf.. gue pamit dulu yaa.. gue harus selidiki pertarungan tadi, paman Argan terlihat gagal fokus saat itu.. jadi serangan Agatha hampir mengenainya..". "Heh! ya bagus dong! jadi Agatha bisa menang dari paman Argan" kesal Amel lagi. "Nggak gitu! gue cuman penasaran aja.. mungkin paman Argan mendengar sesuatu yang membuat dia berhenti?" heran Rafael.


"Aurell?" ucap mereka berdua serentak. "Apa mungkin Aurel muncul?" tanya Amel. "Mungkin aja.. dia diculik waktu bayi, dan kabarnya penculik tersebut adalah bangsa kita". "Jadi?" tanya Amel lagi dan lagi. "Jadi.. mungkin sewaktu pertarungan paman dengan Agatha.. Aurel muncul dan menghentikan paman Argan" jelas Rafael. "Kalo gitu.. mending lu cari tau, gue akan jaga Agatha disini.." ucap Amel. "Lu nggak takut kan?". "Ngggak Raf! ngapain sih gue takut?" ucap Amel yakin. "Yaudah gue pergi".


Rafael akan mencari tahu dimana keberadaan Aurel sekarang. Bagaimanapun juga, dia akan sangat penting bagi bangsa serigala. Sebelum dia dihabisi bangsa vampir, dia harus segera menemukan Aurel.


Sejak kelahiran Aurel, ia memang diburu banyak vampir dan serigala. Mereka semua menginginkan Aurel berada di sisinya, agar kekuatan mereka meningkat. Namun karena sewaktu bayi dia diculik oleh bangsa serigala, tidak! bukan diculik! Argan sendiri yang meninggalkan Aurel di perbatasan!


Rafael bertanya-tanya siapa orang yang membesarkan Aurel dan menjadikan Aurel serigala? yang jelas dia bukan asli keturunan serigala. Dia manusia normal, mungkin ada seseorang yang berniat merubah Aurel?


______


***masih semangat kan yaa puasanya? fighting!!!


jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️, dan tekan favorit 🖤***