BLOOD OF A VAMPIRE

BLOOD OF A VAMPIRE
kedua pendendam



Agatha, sejak kepergiannya dari istana menuju tempat tersembunyi dan perbatasan, ia belum ke istana lagi. Mungkin hari terakhir di istana sewaktu berbicara dengan Rafael.


"Tha.. lu nggak akan marah sama gue kan?" ucap Amel menyambut kedatangan Agatha dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak. "kenapa?" tanya Agatha kebingungan atas sikap sahabatnya hari ini. "Paman Argan Thaa.. paman Argan menangkap Rafaell!". Agatha hanya diam 'Paman.. apa yang paman rencanakan? kenapa Rafael? tidak.. aku harus menyusun rencana' Batin Agatha.


"Agathaa-!!" panggil Amel dengan sedikit meninggikan nada bicaranya. "Dia minta ke lu, buat temuin dia di pinggir sungai". "Gue akan kesana sekarang juga" jawab Agatha singkat. "lu yakin? kalo lu di apa-apain gimana?" khawatir Amel. "Lebih baik gue yang disakiti, karena Rafael nggak ada hubungannya sama masalah keluarga gue" jelas Agatha dingin.


"Sebenarnya lu punya masalah apa sih? gue nggak ngerti deh, kenapa keluarga lu serigala.. sedangkan hanya paman Argan yang vampir? bahkan anak paman Argan pun bangsa kita kan?" kini otak Amel dipenuhi pertanyaan terdahap Agatha, yang status keluarga nya disembunyikan.


"Gue nggak bisa jelasin, lebih baik lu sekarang ikut gue selametin Rafael" ajak Agatha yang masih dengan nada dinginnya. Tanpa menunggu jawaban dari Amel, Agatha langsung saja menarik tangannya menuju ke tepi sungai yang dimaksud paman Argan.


_____


Sesampainya di sungai, Agatha melihat sosok berjubah hitam yang membelakangi nya. Tepat dibelakang nya ada seorang pria yang diikat menggunakan tali. Agatha yakin, pasti itu Rafael dan pamannya.


"Pamann" panggil Agatha singkat. Tidak menoleh ataupun menjawab panggilan Agatha. Argan malah tetap diam membeku ditempatnya.


"Saya kesini ingin membawa teman saya pulang! selagi saya masih bersikap sopan! tolong lepaskan Rafael!!" ucap Agatha sambil perlahan-lahan maju ke arah Argan berdiri.


"Agathaa, seorang ratu serigala kesini menemui saya membawa pasukan? sangat tidak sopan!" bentak Argan. "Saya tidak membawa siapapun!" jawab Agatha. "Benarkah? saya mencium aroma pelayan disini" ucap Argan, status Amel yang sebenarnya memang adalah pelayan mendiang ratu serigala. Namun dimata Agatha, dia bukan orang lain apalagi pelayan! dia adalah Amel! saudara Agatha!


"Tolong jaga ucapan anda! saya tidak akan segan-segan menghabisi anda kalau anda menghina status saudara saya!" Amel sudah menduganya, Amarah Agatha tidak akan pernah bisa ditahan ketika bertemu langsung dengan pembunuh ayahnya. Namun Amel tetap memilih diam, dia tidak akan melakukan sesuatu yang bukan haknya.


"Menghabisi saya? hebatt hebatt" Argan bertepuk tangan sebentar, sebelum melanjutkan perkataannya. "Seorang keponakan akan menghabisi pamannya sendiri, hanya gara-gara orang ini?" Argan menunjuk sosok Rafael yang duduk lemas di sebelahnya.


"Hanya?! PAMAN MEMBUNUH AYAHKU!! APA SALAH JIKA SAYA MENGHABISI NYAWA PAMAN HAH!!" Tubuh yang sepenuhnya memerah, menunjukkan tanda-tanda perubahan. Amarah yang tak bisa ditahan, akhirnya meluap kepermukaan.


"Ayah kamu memang layak untuk dibunuh Agatha!! seratus tahun yang lalu! kamu ingat perlakuan ayahmu kepada anak saya?!! Clara tewas menggenaskan ditangan Ayahmu!! saya masih teringat jelass! dimana ibu kamu-".


"CUKUPP!! APA PAMAN TIDAK INGAT? CLARA MELAKUKAN KESALAHAN BESAR!! DIA JUGA INGIN MEMBUNUH AYAH DAN MENGAMBIL JANTUNGNYA DEMI KEABADIAN NYA!!!" Suara Agatha begitu lantang, hingga seakan-akan seluruh orang yang berada di hutan mendengar nya.


Air mata yang mengalir begitu deras, membasahi kedua pipi Agatha. Amel yang tadinya hanya diam, sekarang ia berusaha menenangkan Agatha. Supaya tidak larut dalam emosi.


"KALAU SEANDAINYA PAMAN MENJADI AYAH SAYA! YANG JANTUNGNYA AKAN DIAMBIL OLEH KELUARGANYA SENDIRI!! BUKANKAH PAMAN AKAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA?!" Dengan sekuat tenaga, Agatha menahan isak tangisnya.


Argan berbalik, matanya memerah seperti ingin mencabik-cabik mangsanya. Bukan dia saja, Agatha pun rasanya ingin sekali memakan daging pamannya sendiri!! ingin dia robek mulut pamannya menggunakan kedua tangannya sendiri!


Pertarungan tak dapat dihindari lagi, Argan dan Agatha bertarung dengan sengit! Karena kekuatan Agatha sudah pulih! dia bisa mengimbangi Argan. Pohon-pohon disekitar mulai tumbang! karena terkena serangan yang begitu kuat. Bahkan angin juga bertiup kencang!


Amel tidak berniat meninggalkan Agatha sendiri disana, namun ia juga tak mau Rafael terkena serangan Agatha dan Argan. Amel lalu membawa Rafael pergi meninggalkan mereka berdua.


Para prajurit serigala dan vampir satu persatu berdatangan ke sungai. Masing-masing dari mereka ingin mempertahankan wilayah milik bangsa mereka. Tak disangka, pertarungan ini bukan pertarungan biasa! bahkan nyawa-nyawa kedua bangsa juga terenggut akibat Agatha dan Argan.


Sehari semalam, pertarungan itu tiada henti. Tentu saja kedua bangsa juga kewalahan dibuatnya. Akhirnya mereka melapor kepada pangeran dan raja vampir untuk menghentikan pertarungan tersebut. Bangsa serigala tak memanggil siapapun, kenapa? karena ratu mereka sudah ada disana! ratu mereka sendiri yang telah merenggut nyawa teman-teman, saudara dan keluarga serigala.


Tidak! mereka berpikir sebaliknya, Argan lah yang menyebabkan semua ini terjadi! mereka tau ratu mereka tak akan menyebabkan masalah tanpa alasan.


Begitu Alvaro dan Bara datang, vampir-vampir yang derajatnya jauhh lebih rendahpun segera duduk, memberi tanda hormat atas kehadiran raja dan pangeran.


'AGATHA-!!! hentikan Agatha! jangan lanjutkan pertarungan yang membawa malapetaka bagi ketiga bangsa!! kamu, sangat menyukai perdamaian bukan? jangan memulai permusuhan diantara kita! saya mohon' teriak Alvaro dalam hatinya.


Tentu saja ia tidak melakukannya dengan sia-sia, Alvaro tau, Agatha bisa membaca hatinya. Tapi karena Agatha masih tenggelam dalam emosinya, ia tak bisa menghentikan pertarungan ini begitu saja. Sampai salah satu dari mereka '**mati**'.


'Agatha! dengarkan saya! saya mohonn.. hentikan pertarungan ini! saya tidak bisa berbuat apa-apa didepan ayah saya! saya tidak mau menggagalkan rencana yang selama ini saya susun! demi hubungan kita!!' batin Alvaro lagi. Saat ini memang hanya itulah yang bisa dia lakukan.


Bara yang berdiri disamping Alvaro, terlihat menyukai pertarungan itu. Tidak ada sedikitpun niat untuk melerai mereka berdua. Apa mungkin ini salah satu rencana raja vampir? mungkin salah satu dari mereka yang disana, sedang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi!


Agatha dan Argan yang masih fokus terhadap pertarungan mereka, sama sekali tidak menggubris leraian dari pihak manapun. Sampai pada suatu titik.


'Ayahh!! hentikan ayahh! jangan sakiti bangsa lain!! jangan sakiti kak Agatha!! saya mohon!! ayah!! jika ayah menyayangi Aurel! Aurel mohon! pertarungan ayah telah mengakibatkan jatuhnya korban terlalu banyak!! ayahh! Aurel mohon! hentikaannn!!!!!'


Argan, seperti mendengar sesuatu dari hatinya. Itu suara putrinya, putrinya yang selama ini telah hilang. Entah disini atau tidak, tidak ada yang tau keberadaan nya selama ini. Dia masih muda, mungkin umurnya baru 10 atau 11 tahun. Sosok Aurel ini, terkenal dengan serigala kecil yang cantik nan hebat! tak ada yang bisa menandingi kekuatan nya selain Agatha.


Saat Argan lengah, Agatha memanfaatkan ini untuk memasukkan serangan terakhirnya kedalam tubuh Argan.


Alhasill_____________


***Waitt waitt.. udah dulu yaa wkwk><


Apakah Agatha akan berhasil membunuh argan? ataukah Argan berhasil menghindar dari serangannya? kita tidak akan pernah tau kalau tidak membaca lagiii><


budayakan membaca ya 😊


oh iyaa mungkin author bakal jarang upp.. soalnya author lagi UM (Ujian Madrasah) tapi author usahain buat tetep upp kok🖤


Jangan lupa like 👍🏽, coment 💬, vote ☑️, dan tekan favorit 🖤***