Black and White Love

Black and White Love
BAWL 8




Triiiiiiiiiiing......


Terdengar suara alarm jam weker di dalam sebuah kamar, yang membuat seseorang terbangun dari tidur nyenyak nya.


Tuk...


Langsung saja orang tersebut mematikan alarm nya dengan rasa kantuk nya, dan perlahan mulai membuka kedua matanya.


...REVI POV...


" Isshh..cih " Terasa kepala ku yang terasa sakit dan pusing karena suara alarm yang menyakitkan kepala ku, dan mungkin juga merupakan efek samping dari aku yang terlalu banyak minum minuman keras semalam.


Mungkin seharusnya, aku mulai untuk menghilangkan kebiasaan ku untuk minum minuman keras....


Tapi, mungkin akan susah bagi ku untuk melakukan hal tersebut, di tambah lagi dengan masalah yang terus mengusik hidup ku, yang membuat ku merasa stress dan juga jenuh.


Dan yang dapat membuat aku teralihkan dari semua masalah ku dan rasa stres yang aku derita, hanya dengan minuman keras, balapan liar, sek* serta rokok dalam hidup ku ini......


Aku menjadi ingat dengan apa yang di tanyakan oleh salah satu murid ku beberapa hari yang lalu, saya penasaran pak, apa itu bapak atau mungkin hanya orang yang sekilas mirip dengan bapak?


Tentu saja bocah itu akan bingung, karena seseorang guru yang taat aturan seperti diri ku ini, malah dapat melakukan hal tercela seperti itu di luar sana....bahkan masih banyak hal buruk yang telah ku lakukan tanpa di ketahui oleh orang-orang, hanya orang terdekat ku saja yang mengetahui hal ini....terutama kak Hana.


Dan Aku tidak mempedulikan nya, karena aku membutuhkan perbuatan tercela itu untuk membuat ku terasa lebih hidup dan waras, setelah hal buruk yang telah terjadi dalam hidup ku ini.


...REVI POV END...


Revisi langsung menyibak selimut pada tubuh nya, lalu dia perlahan duduk di pinggir kasur untuk menenangkan rasa pusing serta sakit yang terjadi pada nya.


Lalu, Revi melihat sebuah kertas dan juga obat di atas meja di samping kasur nya, segera saja Revi membaca apa yang tertulis di kertas tersebut.


^^^Jangan lupa minum obat nya, nanti akan mengurangi rasa sakit di kepala mu.^^^


^^^Ben~^^^


Lalu, Revi langsung mengambil obat yang ada di atas meja dan pergi ke luar dari kamar nya menuju ke dapur, di ambil nya air minum dan di minum lah oleh Revi obat tersebut.


Setelah itu, Revi mengambil makanan yang di buat nya kemarin yang masih tersisa untuk panaskan oleh nya, sambil menunggu makanan nya dia pergi mandi untuk menyegarkan tubuh nya tersebut.


Selesai mandi dan makan serta membersihkan sedikit rumah nya, Revi langsung pergi menuju ke rumah sakit dimana ibu nya di rawat.


*


*


*


*


*


" Ini obat nya tuan " Ucap penjaga apotek, yang memberikan kantong plastik berisi obat kepada Revi," Terima kasih " Balas Revi.


Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan apotek tersebut setelah membayar obat nya, dan berjalan menuju keluar rumah sakit.


" Pak Revi!? " Terdengar suara seseorang yang memanggil nama nya, dan langsung saja dia melihat ke arah samping nya.


Dan ternyata Daren lah yang memanggil nya, yang saat ini anak tersebut berjalan ke arah nya.


" Daren? kenapa kau di sini bocah? " Tanya Revi, yang saat ini Daren sudah berdiri di depan nya.


Lalu, terlihat mata Revi melihat dari atas sampai ke bawah memeriksa tubuh Daren " Kau tidak terlihat sakit, atau kau sedang menjenguk seseorang bocah? " Tanya Revi kembali.


Tapi Revi tidak menjawab, melainkan memberikan isyarat kepada Daren dengan gerakan tubuh nya untuk mengikuti nya, dan Daren pun menganggukkan kepala nya untuk mengikuti kemana Revi membawa nya.


*


*


*


*


*


" Bapak baru saja membayar uang perawatan dan menebus obat ibu bapak, yang di rawat di rumah sakit ini " Ucap Revi, setelah itu dia menghisap rokok yang ada di tangan nya.


Yang saat ini mereka berdua berada di sebuah taman yang tepat berada di depan gedung rumah sakit, dan Daren melihat guru nya itu sedang mengisap zat narkotika dengan santai nya.


" Jadi bocah, kenapa kamu yang mengantar makanan ke ayah mu? emang tidak ada orang rumah yang mengantarkan? " Tanya Revi dengan nada malas, terlihat mata nya yang melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain di taman tersebut.


" Sebenarnya bunda sedang sibuk dengan toko nya yang mendapatkan banyak pesanan dari pelanggan, kalau abang saya sedang berada di rumah teman nya.... jadi tinggal saya saja yang di rumah, karena ayah saya pulang nya sampai tengah malam....langsung saja saya yang mengantar makanan ke rumah sakit, sekalian jalan-jalan dari pada di dalam rumah saja " Jawab Daren, dan Revi hanya diam saja tanpa menanggapi walau begitu, dia mendengar dengan baik apa yang di katakan murid nya itu


Setelah itu terjadi keheningan di antara mereka, Daren yang tidak tau mau mengatakan apa lagi, sedangkan Revi yang sibuk menikmati rokok nya itu.


Lalu mata Daren melihat ke arah Revi yang sedang menikmati rokok nya itu, " Bapak sudah sejak kapan merokok? " Tanya Daren, dengan mata nya di alihkan ke arah anak-anak yang sedang bermain.


" Dari SMA, dan jangan pernah kamu mencoba untuk merokok bocah....saya tau apa dampak buruk dari zat narkotika ini, kamu mengerti kan!? " Peringat Revi kepada Daren, terlihat mata nya menatap tajam ke arah siswa nya itu.


" Ba...baik pak, saya enggak akan merokok " Ucap Daren, yang terkejut dengan peringatan dari wali kelas nya itu.


" Fuuhh... baguslah begitu, saya akan mengawasi mu jika saja kamu mengikari perkataan mu itu " Ujar Revi, setelah menghembuskan asap rokok dari mulut nya.


Lalu Revi melempar puntung rokok nya ke tanah, dan diajak lah olah Revi puntung rokok tersebut untuk mematikan api yang masih ada.


" Saya enggak akan pernah mengikari perkataan saya, jadi bapak enggak perlu khawatir. " Ucap Daren, yang kesal karena tuduhan dari Revi terhadap nya.


" Yaah, terserah... bapak pergi sekarang " Saat akan pergi menuju ke tempat dimana mobil nya terpakir, Daren langsung memegang pergelangan tangan kanan nya.


" Ada apa bocah? " Tanya Revi, yang melihat ke arah Daren.


" Apa kita bisa berteman pak? " Tanya Daren, terlihat raut kebingungan di wajah Revi mendengar ucapan murid nya itu.


Daren pun mulai bicara lagi, " Saya ingin mengenal bapak, tapi sebagai seorang teman bukan sebagai seorang guru...apa bisa pak?" Revi pun mendengus mendengar permintaan aneh murid nya itu.


" Terserah bocah, dan jika ingin berteman dengan saya... kamu boleh memanggil nama bapak saja dan kita juga tidak perlu berbicara terlalu formal, kecuali kita berada di lingkungan sekolah " Jelas Revi, setelah itu dia mengacak rambut Daren dengan senyuman miring di wajah nya itu.


" Itu saja kan? saya pergi sekarang " Lalu Revi langsung pergi dari sana, dan terlihat Daren merasa bahagia karena berhasil mengambil langkah pertama, untuk bisa dekat dengan wali kelas nya itu.


Sedangkan Revi, diri nya merasa bingung kenapa dia merasa senang mendengar perkataan murid nya itu....


' Mungkin aku tidak akan terlalu bosan kedepan nya, kita lihat saja... bagaimana bocah itu akan menghibur ku nanti nya ' Batin Revi, yang mulai menjalankan mobil nya menuju ke rumah nya.


...💟 BERSAMBUNG 🖤...


Jangan lupa dengan :


Vote ❤


Like 👍


Komentar 💬