Black and White Love

Black and White Love
BAWL 9




Terlihat di taman belakang sekolah, ada seseorang remaja laki-laki yang menundukkan kepala nya di depan perempuan yang berdiri di depan nya, dengan kegugupan terlihat di wajah nya yang tertunduk tersebut, yang saat ini menunggu jawaban atas pernyataan cinta nya kepada kakak kelas nya itu.


" Maaf, aku sudah punya pacar... karena itu, aku tidak akan menerima pernyataan cinta mu.... " Jawab kakak kelas nya, dan terlihat sebuah kekecewaan di wajah remaja laki-laki tersebut.


" ......Iya kak " Setelah itu, perempuan itu pergi meninggalkan adik kelas nya begitu saja menuju ke gedung sekolah.


Tap tap tap


*


*


*


*


*


" Ini sudah ketiga kalinya lo menerima pernyataan cinta dari adek kelas setelah acara Ospek selesai, padahal lo udah punya Daren... tapi, karena mereka murid baru yaah... jadi kayak gini sekarang " Ucap Niya, yang saat ini berada di loker ruang ganti perempuan, yang ada di sekolah bersama Lisa.


" Beberapa hari lagi semua murid baru tuh... akan tau kalau gue udah punya pacar, dan enggak akan ada lagi yang menyatakan cinta mereka kepada gue " Jelas Lisa, yang membuka loker nya.


Saat pintu loker terbuka, terlihat banyak coklat di dalam loker tersebut....dan Lisa pun hanya bisa menghela nafas melihat tumpukan coklat tersebut.


" Mungkin gue enggak akan lagi menyimpan barang-barang gue di sini lagi, kayak nya loker sekolah dapat dengan mudah di buka oleh orang lain tanpa menggunakan kunci " Gumam Lisa, yang menutup pintu loker nya.


Karena, ini bukan kali pertama loker nya di penuhi oleh hadiah dari para siswa lain yang naksir kepada nya, bahkan saat awal tahun Lisa mulai belajar di SMA ini, loker nya juga dengan mudah di buka oleh orang lain sehingga membuat Lisa tidak merasa aman menyimpan barang nya, dan memilih menyimpan barang nya di dalam tas serta selalu di bawa pulang dan tidak pernah di tinggalkan di sekolah.


" Tapi, emang lo enggak merasa khawatir Lisa? " Tanya Niya, yang memecahkan keheningan di antara mereka berdua.


" Khawatir tentang apa? " Tanya Lisa balik, yang saat ini melepaskan seragam sekolah nya.


" Bagaimana kalau Daren selingkuh? bukan nya maksud gue jahat nih... tapi karena lo yang meminta gue mengawasi Daren di arena balapan, di tambah lagi Arya yang mengatakan beberapa hari yang lalu lo betengkar dengan Daren.... dan lo yang pertama menyelesaikan pertengkaran kalian, gue merasa kayak lo sendiri terlalu mengekang Daren dalam hubungan kalian berdua.....apa lo enggak takut kalau suatu hari nanti nya Daren merasa terkekang dengan hubungan kalian berdua? sampai-sampai Daren selingkuh di belakang lo " Ucap Niya panjang lebar.


Terlihat Lisa selesai mengganti pakaian nya dengan baju olahraga, lalu Lisa menatap tajam ke arah Niya yang sejak tadi berdiri di samping nya sambil menyandarkan punggung nya ke loker.


" Lo enggak tau seperti apa hubungan gue dengan Daren, karena itu jangan ikut campur Niya.... lebih baik kamu jaga aja pacar mu itu supaya enggak selingkuh di belakang mu nanti nya " Balas Lisa, dan berjalan menuju ke pintu ruang ganti yang tertutup.


Terlihat Niya kesal mendengar ucapan dari Lisa, " Padahal gue udah baik-baik memperingati lo tentang Daren, karena pemikiran lo tentang hubungan kalian berdua yang bisa saja membuat Daren akan merasa terkekang suatu hari nanti " Ucap Niya.


" Ini bukan urusan kamu Niya....jadi, jangan ikut campur " Lisa pun membuka pintu ruang ganti tersebut, dan pergi meninggalkan Niya sendirian di ruang ganti menuju ke lapangan, yang dimana kelas Lisa akan melakukan pelajaran PJOK.


...LISA POV...


Aku mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh Niya kepada ku.... tapi, bagi ku jika semua yang aku lakukan merupakan hal terbaik untuk hubungan ku dengan Daren.


Apa lagi, sejak perempuan yang mendampingi Jay saat perlombaan balap mobil beberapa hari yang lalu, membuat ku merasa goyah tentang hubungan ku dengan Daren.


...----------------...


...FLASHBACK...


...----------------...


" Perkenalkan ini Serly, dia yang mendampingi gue di balapan... dia boleh ikut dengan kita kan? " Tanya Jay, setelah memperkenalkan perempuan yang berdiri di samping nya.


" Enggak masalah, dia kan juga ikut andil dalam balapan tadi... yang lain nya bagaimana? " Ujar Daren, dan yang lain nya menyetujui ucapan nya begitu juga dengan ku.


Kami pun langsung masuk ke dalam restoran steak daging, dan tentunya juga di restoran tersebut menyediakan minum-minuman untuk melengkapi perayaan kemenangan kami.


" Gue pacar nya, emang kenapa lo menanyakan hal itu ke Daren? dan juga... bisa enggak lo menjauhkan tangan lo itu dari pacar gue!? " Ucap ku menjawab pertanyaan nya itu.


Terlihat perempuan itu kaget dengan perkataan ku, lalu segera saja Serly melepaskan tangan nya dari Daren.


" Sory~ jangan marah, gue hanya ingin tau siapa pacar dari Daren... dan itu ternyata lo..." Ucap nya, aku tau bahwa terdengar dari nada suara nya itu dia sedang mengejek ku.


" Apa-apaan nada bicara lo Itu!? " Bentak ku, karena aku enggak bisa lagi menahan amarah ku.... mungkin itu pengaruh dari minuman yang ku minum.


Lalu perempuan itu menempelkan dada nya itu ke bahu Daren, dengan kedua tangan nya menyentuh bahu Daren yang membuat aku semakin marah di buat oleh perempuan jalan* itu.


" Karena, laki-laki kayak Daren dengan mudah nya akan mendapatkan perempuan mana saja yang di inginkan nya dengan wajah yang di miliki nya ini, bahkan jika dia ingin maka lo bisa saja di tinggalkan Daren untuk perempuan lain yang lebih cantik dan seksi dari lo Lisa.... contoh nya... aku " Ucap nya.


Saat tangan nya akan menyentuh wajah pacar ku, Daren langsung menepis tangan perempuan jalan* tersebut... dan tentunya membuat ku merasa senang dengan apa yang di lakukan oleh Daren.


" Bisa enggak lo jauhin ini cewek Jay, jangan sampai gue main tangan dengan nih cewek " Peringat Daren, yang mendorong perempuan tersebut menjauh dari nya.


" O...okey....gue bawa dulu Serly pulang " Ujar Jay, yang menyeret perempuan tersebut pergi secara paksa... karena perempuan jalan* itu menolak pergi dari sana.


" Jangan di pikirkan ucapan cewek itu, lebih baik kita pulang sekarang " Ucap Daren, aku tau dia ingin aku menenangkan diriku dan aku pun menyetujui apa yang dia katakan.


...----------------...


...FLASHBACK END...


...----------------...


Walaupun kejadian tersebut sudah lama berlalu, tapi perkataan perempuan jalan* itu masih melekat jelas di ingatan ku.


Membuat ku merasa tidak aman dengan hubungan ku dengan Daren, dan membuat ku menjadi protektif kepada Daren.


Karena, aku merasa takut jika suatu saat Daren akan berselingkuh seperti yang di katakan oleh Niya, dan aku tidak ingin hal tersebut terjadi.... tentu nya aku tidak akan membiarkan perempuan jalan* manapun mendekati Daren.


Karena Daren hanya milikku, begitu juga dengan ku yang hanya milik Daren.....bukan milik siapa pun


...LISA POV END...


*


*


*


*


*


Tanpa Lisa sadari, apa yang di takut kan oleh nya dan apa yang telah di peringatkan teman nya Niya.... akan terjadi.


Karena, Daren yang sudah mulai menaruh perhatian nya tersebut kepada seseorang.....selain pacar nya, Lisa.


...💟 BERSAMBUNG 🖤...


Jangan lupa dengan :


Vote ❤


Like 👍


Komentar 💬