Black and White Love

Black and White Love
BAWL 2




" Maaf, saya menolak pak " Ucap seorang laki-laki pendek kepada orang yang duduk di depan nya, dengan sebuah meja membatasi mereka.


" Kenapa anda menolaknya Revi, bukan kah bagus untuk mu dalam pengalaman mu sebagai seorang guru, sekaligus juga sebagai seorang wali kelas " Ujar orang tersebut, yang merupakan seorang kepala sekolah SMA Attarik.


" Emang yang bapak katakan itu ada benar nya, tapi tetap saja saya baru saja menjadi seorang guru di sekolah ini, yang tidak memungkin kan saya langsung menjadi seorang wali kelas yang di mana saya belum genap 1 tahun bekerja di sekolah ini " Jelas Revi.


" Tapi, saya yakin anda bisa langsung beradaptasi di sekolah ini, di tambah lagi anda juga alumni sekolah ini dan juga, salah seorang guru di pindahkan ke sekolah lain karena itu saya langsung menunjuk anda sebagai wali kelas XI MIPA 9, karena guru yang lain sudah di tunjuk dengan tugas mereka masing-masing, dan hanya anda yang belum " Jelas kepala sekolah dengan panjang lebar, tetapi Revi hanya menatap datar kepada kepala sekolah.


" Tetap saja saya.... " Belum Revi selesai ucapan nya, kepala sekolah langsung memotong perkataan nya.


" Saya tidak menerima penolakan tuan Revi Arsyan, ini merupakan perintah dari saya sebagai kepala sekolah... dan anda tidak boleh membantah " Setelah mendengar ucapan kepala sekolah tersebut, akhirnya Revi pun memilih untuk tidak berdebat lagi.


" Haah... " Terlihat Revi menghela nafas, dan mulai berdiri dari tempat duduk nya.


" Baik pak, saya akan melakukan perintah dari anda....saya akan pergi sekarang. " Revi pun langsung keluar dari ruangan kepala sekolah, tentu nya dengan sebuah dokumen yang berisi data-data calon siswa nya.


tap... tap... tap....


*


*


*


*


*


...REVI POV...


Dan akhirnya aku berada di depan kelas XI MIPA 9, terdengar oleh ku suara berisik di dalam kelas tersebut yang membuat mood ku jadi buruk.


Ini merupakan salah satu alasan aku menolak menjadi seorang wali kelas, karena harus berurusan dengan para bocah nakal yang akan menguras tanaga ku, tapi aku tidak bisa menolak perintah dari kepala sekolah dan harus melaksanakan perintah nya tersebut.


Tok tok tok


Setelah beberapa ketukan pada pintu kelas yang lumayan keras ku lakukan, akhirnya para bocah nakal tersebut berhenti berisik dan perhatian mereka semua tertuju kepada ku.


Aku pun langsung masuk dan memperkenalkan diri ku kepada mereka setelah meletakkan tas ku di meja guru, yang sudah di sediakan di setiap kelas tentu nya.


Seperti dugaan ku, mereka yang terkejut dengan aku yang merupakan seorang guru dan juga wali kelas mereka....dan....haaah...


Aku malas mengakui nya, tapi itu semua mungkin karena penampilan ku yang biasanya orang mengatakan baby face, yang aku dapatkan dari ibu ku....


Tapi mendapatkan sifat keras ku ini dari ayah ku, karena itu orang-orang tidak akan berani mengejek atau melawan ku, jika mereka tidak ingin mendapatkan sebuah pukulan dan tendangan yang sangat menyakitkan dari ku kepada mereka tentu nya.


Dan setelah itu, semua nya berjalan lancar dengan pengenalan para siswa serta pemilihan pengurus kelas, dan juga beberapa peraturan yang ku ajukan kepada mereka sampai akhir pembelajaran sekolah.


Kriiiiiiing...... kriiiiiiiing.....


" Besok kalian akan mulai melakukan pembelajaran nya, karena itu jangan sampai lupa membawa buku sesuai dengan mata pelajaran yang sudah bapak berikan kepada kalian.....karena itu jangan sampai kalian membuat masalah dengan para guru nanti nya. " Jelas ku kepada mereka.


" Apa kalian paham!? " Tanya ku kepada mereka.


" Paham pak!! " Jawab mereka, walau ada yang diam saja dan ada yang terlihat malas-malasan.


Tentunya aku membiarkan para bocah nakal itu saat ini, tapi tidak ada lagi kata toleran dari ku kepada bocah nakal yang membuat masalah besok, karena itu mereka bisa selamat sekarang....tapi besok....mungkin tidak. ( Astagaaa... semoga para siswa XI MIPA 9 akan selamat dari pak killer....semoga... )


" Baiklah, sampai di dini saja pertemuan kita hari ini.....selamat sore semua nya.....dan jangan ada yang ke luyuran di luar sana, langsung pulang ke rumah masing-masing... apa kalian paham!? " Ujar ku kepada mereka, sambil menatap tajam ke arah mereka tentu nya untuk mengintimidasi mereka semua.


Dengan mereka merasa takut pada ku, maka dapat di pastikan mereka semua akan menghormati ku, dan tidak akan ada yang berani berbuat masalah kedepan nya.


Setelah itu aku pun langsung mengambil tas ku, dan pergi meninggalkan kelas....tentu nya aku mendengar sayup-sayup para bocah nakal itu mulai berisik.


*


*


*


*


*


*


" REVIIIIIII......!!! " Teriak seseorang memanggil nama ku, dan aku hanya menghela nafas dengan teriakan nya itu yang membuat aku malu dengan tingkah nya, di tambah aku sedang di tempat terbuka walau tidak ada orang yang lewat saat ini.


" Apa kacamata sialan? " Ucap ku, kepada kakak alumni SMA ku dan juga kami satu kuliah, tapi dia lebih dulu 2 tahun wisuda dari ku.


" Apakah begini cara mu menyapa senior mu Revi? kau harus memanggil ku kak Hana, bukan kacamata sialan, kamu harus mengubah cara bicara mu itu! bagaimana jika kamu mengatakan itu kepada orang lain seperti itu, yang ada kamu.... " Ini lah yang paling ku malas kan jika berbicara dengan nya, dia cerewet.


" Diam kak Hana, sekarang puas kan? " Ucap ku, memotong ceramah nya yang panjang lebar itu.


" Ya..itu baru benar " Ujar nya, sambil merangkul pundak ku.


" Mentang-mentang aku pendek, bukan berarti kau bisa merangkul ku kacamata sialan " Ucap ku, yang mencubit tangannya lumayan keras.


" Adudududuh... lepasin dong cebol " Ucap nya, dan aku langsung melepaskan tangan nya dengan enggan sambil menatap tajam ke arah nya karena memanggil ku cebol.


" Ada apa memanggil ku? "


" Itu... aku dengar kamu di tunjuk jadi wali kelas, di hari pertama mu sebagai guru di sini.... apa benar? kok bisa? "


" Itu karena kepala sekolah teman ayah ku, mungkin karena itu beliau langsung menjadikan ku sebagai wali kelas di hari pertama ku di sini.... di tambah lagi, kata nya guru lain udah ada tugas di berikan kepada mereka " Jelas ku kepada kacamata sialan.


" Emang benar, tapi mungkin juga karena sifat keras mu itu membuat kepala sekolah menjadi kan mu seorang wali kelas, jadi jangan negatif thinking jadi orang " Ucap nya, kali ini aku memikirkan ucapan nya itu.


" Kalau gitu ikut kakak aja ke bar, teman kita yang lain juga pada ke sana " Ucap nya, yang melihat kan pesan dari salah satu kenalan kami.


" Iya " Balas ku, karena aku ingin menghilangkan rasa suntuk ini.


" Numpang nebeng ya " Dan aku hanya mengiyakan saja, karena aku tau kak Hana pasti pergi kemana aja dengan ojek, atau enggak di antar oleh pacar nya.


...REVI POV END...


Revi dan Hana langsung masuk ke dalam mobil milik Revi, segera mereka menuju ke bar di mana teman-teman mereka ada di sana.


' Jika bukan karena membutuhkan uang, aku tidak akan mau bekerja di sekolah ini..... ditambah anak itu ada di sana '


...💟 BERSAMBUNG 🖤...


Jangan lupa dengan :


Vote ❤


Like 👍


Komentar 💬