Black and White Love

Black and White Love
BAWL 1




" Daren! " Panggil seseorang yang sedang berlari ke pemilik nama tersebut.


Dan Daren langsung berhenti berjalan, dan membalikkan tubuh nya menghadap ke arah orang yang memanggil nya.


" Apaan Jay ? " Tanya Daren, dan yang di panggil Jay tersebut langsung merangkul pundak nya.


" Mana Lisa? biasa nya kalian jalan berduaan, apa jangan-jangan.... putus ya kalian berdua?" Ucap Jay dengan nada menyindir.


" Apaan sih lo! " Langsung aja Daren menyingkir kan tangan Jay dari pundak nya.


" Baru juga pagi udah nyari ribut aja lo " Setelah itu, Daren kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke sekolah.


" Ya maaf, gue cuma canda doang...elah, biasa nya si Lisa nempel ke elo kalau pagi-pagi gini " Jelas Jay, yang berjalan di samping Daren.


" Lisa dia kan anggota OSIS, jadi dia agak lebih pagi datang ke sekolah untuk Ospek sama siswa baru " Ucap Daren, yang hanya di balas anggukan oleh Jay.


Akhirnya mereka pun sampai di depan kelas mereka, dan di sana ada dua teman mereka yang sudah datang duluan.


" Oi, Daren! Jay! " Panggil teman mereka yang dimana kepala nya botak, tapi enggak terlalu botak juga melainkan rambutnya yang lumayan tipis hingga terlihat botak, dengan anak yang bertubuh lebih pendek duduk di samping nya.


" Udah datang aja lo botak, biasa nya ke siangan lo " Ujar Jay, yang duduk di belakang mereka dengan Daren duduk di sebelah nya.


" Syifa tadi jemput gue ke rumah untuk pergi ke sekolah bareng, yaudah deh gue iyain aja dari pada ngambek tu anak " Ucap si botak, alias Kio.


" Enak amat lo ada pacar yang pergi ke sekolah bareng, lah gue... boro-boro ada cewek yang pergi ke sekolah bareng, gue pacar aja juga enggak ada " Ucap Jay dengan nada lemah, sambil menyandarkan pipi kanan nya ke meja.


" Enggak masalah Jay, dari pada uang lo habis nanti kecan sama cewek... lebih baik uang nya di gunakan untuk kebutuhan hidup lo sendiri, berfaedah kan? " Ucap si yang paling pendek di antara ke empat nya, alias Arya.


" Lo si enak Ar udah punya pacar, nih gue... satu-satu nya belum punya pacar di antara kita berempat. " Ketus Jay, yang hanya di balas cengengesan oleh si Arya.


" Terima aja nasip lo jomblo seumur hidup " Ucap Daren, yang sedang asik chattingan dengan pacar nya.


Belum sempat Jay membalas ucapan teman nya itu, seseorang laki-laki yang terlihat seusia mereka mengetuk pintu kelas, yang menarik perhatian seluruh siswa yang ada di dalam kelas tersebut.


Setelah itu laki-laki tersebut berjalan memasuki kelas dan berhenti di depan seluruh siswa, setelah meletakkan tas sandang yang di bawa oleh nya di meja guru.


" Selamat pagi semua nya " Ucap laki-laki tersebut, tetapi tidak ada yang membalas sapaan nya tersebut.


Bagaimana enggak, seseorang yang terlihat seusia mereka tetapi tidak menggunakan seragam sekolah seperti mereka melainkan sebuah seragam dinas guru, dan suara nya begitu dalam yang menandakan kedewasaan seseorang laki-laki.


" Dimana sopan santun kalian, jika ada seorang guru yang menyapa seharus nya kalian membalas sapaan guru kalian itu " Ujar laki-laki tersebut, terlihat raut kekesalan di wajah nya itu dengan aura intimidasi yang di keluarkan oleh nya.


" Pagi pak!! " Segera seluruh siswa membalas sapaan guru tersebut, karena aura intimidasi nya dan suara berat guru tersebut yang di telontarkan oleh nya kepada mereka.


" Pasti kalian terkejut dengan penampilan saya ini, karena bukan kalian saja yang berpikiran seperti itu... sudah banyak orang yang salah mengetahui umur saya karena penampilan saya ini " Ucap Guru tersebut.


" Perkenalkan nama bapak Revi Arsyan, umur bapak 26 tahun, bapak merupakan alumni dari SMA Attarik ini. Karena itulah bapak telah di tunjuk oleh kepala sekolah langsung menjadi wali kelas di kelas ini, karena itu bapak mohon kerja sama dari kalian semua salama 1 tahun ini. " Jelas Revi.


" Apa kalian semua bisa? " Lanjut Revi, yang melihat ke semua siswa di kelas tersebut.


" Bisa pak!! " Jawab serentak seluruh siswa di kelas tersebut, setelah itu terlihat seluruh siswa saling berbisik mengenai wali kelas mereka tersebut.


" Dan juga... " Seketika satu kelas kembali sunyi, saat mendengar suara wali kelas mereka tersebut.


" Bapak tidak ingin ada yang menyinggung mengenai tinggi bapak apa lagi penampilan bapak, apa ada yang mau protes... " Tanya wali kelas mereka tersebut, yang langsung di balas kesunyian kelas atas pertanyaan tersebut.


" Bagus lah jika tidak ada yang protes.. " Seketika aura yang menekan suasana kelas tersebut hilang.


" Sekarang kita akan memilih siapa yang akan menjadi ketua kelas dan pengurus kelas lain nya " Dan kegiatan kelas pun di mulai.


*


*


*


*


*


Kriiiiiing.......


" Baiklah anak-anak, cukup sampai sini...nanti akan kita lanjutkan setelah jam istirahat " Setelah itu Revi langsung pergi meninggalkan kelas.


Dan para siswa langsung berhamburan keluar kelas menuju ke kantin, begitu juga dengan Daren dan ketiga teman nya tersebut.


" Gila tu pak Revi, gue kira dia siswa kayak kita.... eh ternyata, dia wali kelas kita. " Ucap Jay, yang mulai percakapan pertama kali setelah mereka berempat memesan makan mereka.


" Teman-teman kita yang lain juga pada kaget semua, karena tu bapak pendek amat tinggi nya.....yah, di kira anak SMA kayak kita. " Balas Kio, yang ikut semangat menggibah wali kelas mereka tersebut.


" Hus kalian berdua, kalau sampai pak Revi dengar kalian berdua, habis sudah kalian sama pak Revi " Tegur Arya, yang terlihat was-was jika wali kelas mereka mendengar perkataan kedua teman nya tersebut.


" Udah jangan takut Ar, tuh pak Revi pasti nya lagi sama guru lain di kantor.... jadi enggak akan tau pak Revi lagi kita gibahin " Balas Kio, yang mulai melanjutkan makan nya.


" Seterah kalian deh " Ujar Arya.


" Oh ya, Daren " Panggil Arya.


" Hm? " Sahut Daren, yang sejak tadi tidak ikut pembicaraan teman-teman nya itu, dan lebih memilih menikmati makanan nya.


" Nama belakang pak Revi kan sama dengan nama belakang Lisa, apa jangan-jangan mereka ada hubungan keluarga? " Tanya Arya.


" Benar juga kata lo Ar, tu nama belakang pak Revi sama dengan Lisa " Balas Jay, yang di setujui juga oleh Kio.


" Hmm... entahlah, gue enggak tau... karena gua yang tau Lisa anak tunggal "Jawab Daren, yang terlihat sedang memikirkan tentang keluarga pacar nya Lisa.


" Kalau keluarga jauh nya, kayak sepupu nya gitu? tau? " Tanya Kio, terlihat ke tiga teman nya terlihat penasaran dengan jawaban Daren.


" Gue enggak tau kalau tentang keluarga jauh nya, mungkin gue bisa tanya ke Lisa langsung. " Setelah mengucapkan hal tersebut, segera Daren menghabiskan air minum nya.


" Yaudah, gue pergi ke tempat Lisa dulu ya... bye... " Daren langsung pergi meninggalkan teman-teman nya menuju ke tempat pacar nya.


" Gue juga pergi deh, pacar gue ngirim sms untuk pergi ke kelas nya " Setelah itu Arya langsung pergi menuju ke tempat pacar nya.


" Gue juga ah... " Kio langsung pergi begitu saja meninggalkan Jay sendirian di sana.


" Lah... terus gue sendirian dong.. " Ujar Jay.


" Bangsa* tu anak, lebih baik gue cari calon pacar aja dari pada sendirian di sini" Setelah itu, Jay langsung pergi mencari calon pacar untuk diri nya. ( Entah dapat tu si Jay pacar atau enggak, entahlah saya juga belum tau)


*


*


*


*


*


*


" Lisa! " Panggil Daren, yang berjalan ke arah pacar nya yang sedang berada di ruang OSIS yang hanya ada dua orang di sana di tambah dengan Lisa.


" Halo Sayang " Balas Lisa, yang tersenyum sambil mengalih kan perhatian nya dari kertas yang di pegang nya ke arah Daren.


Daren langsung mengambil kursi kosong yang tidak terlalu jauh dari tempat Lisa, dan meletakkan nya di samping kursi Lisa yang langsung di duduki oleh Daren.


" Masih banyak kerjaan nya sayang? " Tanya Daren, yang melihat ke arah kertas yang di pegang oleh pacar nya tersebut.


" Enggak ko, ini lagi nyusun data siswa baru... udah mau selesai kok " Balas Lisa, yang merapikan kertas yang sedikit berserakan di atas meja nya.


" Ini, kamu pasti haus kan " Daren memberikan sebotol teh yang di beli nya tadi kepada Lisa.


" Thank you " Lisa langsung mengambil teh tersebut, dan mulai meminum nya.


" Hm... Lisa "


" Iya? "


" Kamu kenal enggak dengan Revi Arsyan ? "


" Oh, dia kakak sepupu ku... dari mana kamu tau nama nya ? "


" Dia wali kelas ku, emang kamu enggak tau? " Tanya Daren, yang di balas oleh Lisa dengan menggeleng kan kepala nya dengan pelan.


" Aku tau bang Revi lagi di luar kota, apa lagi kami juga enggak terlalu dekat " Ucap Lisa, terlihat wajah nya terlihat enggan membahas mengenai kakak sepupu nya tersebut.


" Emang kenapa kamu nanyain tentang bang Revi? Tanya Lisa, yang menatap selidik ke arah Daren.


" Hanya penasaran aja, karena kalian punya nama belakang yang sama... aku pikir karena sebuah kebetulan nama belakang kalian sama " Jelas Daren, sambil meletakkan helaian rambut Lisa ke belakang telinga kanan nya.


" Bisa enggak kita bicara hal yang lain aja.. " Ucap Lisa dengan nada ketus.


" Okey " Dan mereka berdua pun langsung beralih ke topik pembicaraan lain.


' Kenapa Lisa enggak mau membicarakan pak Revi? apa mereka berdua bertengkar? '


...💟 BERSAMBUNG 🖤...


Jangan lupa dengan :


Vote ❤


Like 👍


Komentar 💬