
...REVI POV...
Aku tidak yakin sudah berapa hari salah seorang murid ku mulai menyapa ku, bukan itu saja....
Sekarang saja bocah nakal itu sudah memiliki nomor handphon ku, dan mulai mengirimkan sms... dan juga menagih ku tentang mengajari nya untuk ujian tengah semester nanti.
Walaupun begitu, mungkin ini pertama kalinya murid ku datang ke rumah....karena aku tidak memiliki citra seorang guru yang baik di pandang para murid ku.
Melainkan aku adalah guru killer bagi para semua siswa di sekolah aku mengajar, dan toh.... ini bukan salah ku juga, jika saja mereka tidak melakukan hal yang melanggar peraturan sekolah, pasti nya aku tidak akan menghukum mereka...
Tapi, malah sebaliknya mereka melakukan hal yang paling tidak aku suka jika menyangkut pekerjaan ku, dan mereka harus menerima hukuman dari apa yang telah mereka lakukan.
...REVI POV END...
Ting...tong...
" Pak Ree..vi!! " Panggil Daren, setelah menekan bel pintu rumah Revi
Ting...tong...
" Iya, tunggu sebentar.. " Jawab dari dalam rumah, dan pintu pun terbuka.
Ceklek...
Terlihat Revi yang mengenakan pakaian tidur nya, bukan itu saja... rambut nya yang kusut karena baru bangun tidur, dengan wajah yang terlihat masih ngantuk.
" Ini baru jam 7 pagi, kita janjian jam 10...kenapa kamu pagi-pagi sekali datang ke rumah saya? " Ujar Revi, yang menatap tajam ke arah Daren.
Sedangkan yang sedang di tatap, malah tersenyum polos mendengar perkataan wali kelas nya itu.
" Bapak seharus nya bangun pagi, padahal bapak malah marah kepada para siswa bapak karena terlambat ke sekolah, dan bapak sendiri malah masih tiduran jam segini " Ucap Daren, yang menggengeleng kan kepala nya karena melihat kelakuan guru yang di kenal killer tersebut.
Terlihat Revi yang kesal mendengar perkataan dari murid nya itu.
" Tutup mulut mu itu bocah nakal! hari ini hari minggu, karena itu seterah ku mau bangun tidur jam berapa..itu bukan urusan mu! " Bentak Revi.
" Oke..oke..oke... jangan marah pak, lebih baik kita masuk ke dalam...enggak baik marah-marah di luar, nanti malah mengganggu para tetangga. " Daren langsung menarik tangan Revi memasuki rumah, tidak lupa menggunakan tangan lain nya untuk menutup pintu rumah.
Ceklek...
*
*
*
*
*
Revi heran....
Ini rumah nya? atau rumah bocah nakal itu?
Karena saat ini, Daren sedang mengutak atik dapur Revi... yang dimana sang pemilik rumah sedang menatap datar kepada nya.
" Apa yang sedang kamu lakukan? " Tanya Revi, yang bersandar di dinding dapur, sambil melihat apa yang sedang di lakukan oleh Daren.
" Emang bapak enggak lihat, saya sedang membuat sarapan untuk bapak... pasti nya bapak belum sarapan karena baru bangun tidur kan? " Ujar Daren, yang mulai memecahkan telur yang di ambil nya dari dalam kulkas.
" Itu urusan saya jika ingin sarapan, kamu tidak perlu repot-repot datang ke sini pagi sekali hanya untuk membuat kan saya sarapan " Jelas Revi, tapi Daren tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh nya.
" Cih.. apa kau mendengar apa yang ku katakan bocah!? " Ucap Revi, yang terlihat kesal karena perkataan nya abaikan oleh Daren.
" Hmm.. apa bapak enggak mandi? sarapan nya mau selesai nih.. " Hanya itu, balasan yang di dapat kan oleh Revi dari murid nya itu.
Akhirnya Revi memilih untuk mengalah kali ini, karena tidak ingin berdebat dengan Daren di pagi hari ini di tambah lagi, dia yang baru bangun tidur.
" Seterah kau saja bocah nakal, dan ingat... jika sampai dapur ini kotor saat aku kembali ke sini, siap-siap saja bapak usir kamu dari rumah ini " Setelah ancaman tersebut, Revi langsung menuju ke kamar mandi.
Terlihat Daren tegang dengan ancaman wali kelas nya itu.
" Huuf... bagimana pun juga dia itu tetap saja adalah Revi, aku harus menguatkan mental ku untuk bisa dekat dengan nya. " Gumam Daren, yang mulai menyelesaikan membuat sarapan untuk Revi.
*
*
*
*
*
" Seharus nya kamu buat dua porsi untuk mu juga, dan tidak perlu malu jika ingin numpang sarapan di rumah bapak... toh bapak adalah wali kelas mu, walau pernah menghukum mu.. bukan berarti bapak akan marah jika kamu ingin menyampaikan sesuatu kepada bapak " Lanjut Revi panjang lebar saat akan mengambil piring, Daren langsung memegang tangan Revi untuk tidak perlu ke dapur.
" Enggak pak, saya hanya lihat bapak makan saja....di tambah lagi saya udah sarapan di rumah, bapak sih enggak mendengar penjelasan saya dulu " Ujar Daren, yang merasa kesal dengan Revi yang tidak memberi dia kesempatan untuk mengatakan sesuatu.
" Cih... " Terlihat Revi merasa malu, dan juga kesal pada diri nya sendiri karena salah mengartikan apa yang dilakukan oleh Daren.
" Kau juga yang melihat bapak kayak ingin sarapan bapak, kenapa kamu melihat bapak seperti itu!? " Sekarang Revi bertanya kepada Daren, sambil menatap tajam ke arah murid nya itu.
" Eh.. itu... " Sekarang Daren yang merasa malu dan salah tingkah, karena terciduk memperhatikan Revi sejak tadi.
"Saya hanya lagi menunggu bapak selesai sarapan, kan saya di sini untuk belajar dengan bapak " Jelas Daren, dan mengalihkan penglihatan nya untuk tidak melihat ke arah wali kelas nya tersebut.
" ....Kalau begitu kamu buka buku mu itu, dan tandai yang bagian mana saja yang tidak kamu pahami, biar bapak mudah mengajari mu nanti " Ucap Revi, yang mulai melanjutkan memakan sarapan nya.
" Baik pak " Daren langsung pergi ke ruang tengah yang dimana tas nya berada di sofa, dan di keluarkan lah buku paket dari tas nya.
Lalu, mulai melakukan apa yang di suruh oleh Revi.
*
*
*
*
*
" Sekarang, apa kamu paham ? " Tanya Revi, yang telah menjelaskan apa yang tidak dipahami oleh Daren.
" Hmm... kalau cara yang lebih mudah nya bagaimana pak? " Tanya Daren, yang terlihat masih bingung dengan penjelasan Revi sebelum nya.
Revi pun mulai kembali mengajarkan Daren dengan opsi lain, dan pembelajaran mereka kembali berlanjut.
5 jam kemudian....
" Akhirnya selesai juga " Ujar Daren, yang meregangkan tubuh nya karena duduk selama 8 jam, dan akhirnya pun pembelajaran telah selesai hari ini.
" Kalau begitu kamu boleh pulang sekarang, besok kamu sekolah... jangan sampai karena pembelajaran tambahan ini malah membuat pembelajaran di sekolah terganggu " Ucap Revi, yang merapikan meja dimana sebelum nya mereka belajar dan Daren pun ikut membantu.
" Baik pak " Hanya itu yang dikatakan oleh Daren.
Setelah selesai merapikan buku, peralatan tulis serta membersihkan piring dan gelas kotor diatas meja, Revi mengantar Daren ke pintu depan.
" Hati-hati, jangan ngebut bawa motor di jalanan.. nanti kamu mengelami kecelakaan nanti " Peringatan Revi kepada Daren.
" Iya pak, enggak usah khawatir... saya enggak akan ngebut bawa motor nya " Ujar Daren, yang tersenyum mendengar Revi khawatir pada nya.
" Ahm.. " Terlihat Revi salah tingkah, setelah mendengar perkataan Daren.
" Saya itu wali kelas kamu bocah, tentu saja akan merasa khawatir bila saat kamu kembali dari rumah bapak, malah dapat masalah... yang ada orang tua mu pasti akan marah karena tidak mengurus mu dengan baik " Ujar Revi, yang menghindari kesalah pahaman murid nya itu atas ucapan nya tadi.
Daren hanya tersenyum maklum dengan sifat Revi, bisa dikatakan guru nya ini sering menunjukkan sifat keras nya kepada orang-orang....dan sangat jarang atau, hampir tidak pernah menunjukkan sifat perhatian nya secara langsung bahkan kepada orang terdekat nya.
" Iya pak, saya pergi dulu... " Pamit Daren, yang hanya di balas sebuah anggukan ringan dari Revi.
Tap tap tap....
Ceklek
Pintu rumah langsung di tutup oleh Revi, dan setelah tidak lagi mendengar suara langkah kaki Daren... terlihat sebuah senyuman kecil terbentuk di bibir nya itu.
' Mungkin... aku akan terbiasa ' Pikir Revi tanpa dia sadari.
Sedangkan, di luar apartemen Revi....terlihat Daren yang bersenandung kan sebuah lagu, dengan perasaan gembira hinggap di hati nya saat ini.
' Tidak sabar, untuk mengunjungi Revi ke rumah nya lagi... ' Batin Daren, yang mulai memasang helm nya dan menghidupkan mesin motor nya.
Bruuum.....
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬