
" 8 menit lagi bel pulang akan berbunyi, maka bapak akan membagikan kertas ulangan yang kita lakukan minggu kemarin hari ini , yang sudah bapak nilai " Ujar Revi, yang mengeluarkan kertas ulangan siswa XI MIPA 9 dari tas nya.
Dan di panggil lah satu-satu murid nya untuk menyerahkan kertas ulangan mereka sesuai dengan urutan absen, terlihat para siswa merasa tegang dan khwatir mengenai nilai ulangan mereka.
" Bapak ingin memberi tau kan kalian semua, ada 10 orang yang nilai nya di bawah KKM....dan KKM kita adalah 80, karena itu setelah bel berbunyi maka 10 orang yang akan bapak sebutkan nama nya, tidak ada yang boleh pulang untuk melakukan remedial......kecuali, jika kalian tidak ingin melakukan remedial, maka siap-siap saja nilai matematika kalian akan merah di dalam lapor kalian nanti nya " Jelas Revi, yang menatap tajam kepada semua murid nya.
Revi pun menyebutkan nama 10 murid nya yang akan melakukan remedial, di antara ke 10 siswa tersebut.....terdapat nama Daren dan Kio di sebut oleh Revi.
Kriiiiing.....kriiiiiing.....
" Gue pulang duluan yaa....yang semangat remedial nya kalian berdua... wakakaka... " Ejek Jay, yang terlihat bahagia mengejek kedua teman nya yang remedial... sedangkan diri nya tidak.
" Sialan lo Jay, padahal nilai lo pas-pasan juga " Ucap Kio, yang melempar kan pena nya ke Jay dan tempat mengenai dahi teman nya itu, karena yang sibuk mentertawai nya dan Daren.
" Rasain tu hahahaha.... " Sekarang Kio yang balas mengejek Jay, dan Daren juga ikut mengetawai kesialan Jay.
" Anjin* lo berdua " Umpat Jay, saat akan melempar balik pena Kio kepada pemilik nya....tapi, ada tangan seseorang yang memegang pergelangan tangan nya tersebut.
" Lebih baik kamu pulang sekarang... atau kamu mau bapak kurangi nila ulangan mu itu, dan ikut dengan teman-teman mu melakukan remedial bocah " Ancam Revi.
Walau pun Jay lebih tinggi dari Revi, tapi jangan salah kalian semua.... jika Revi ingin menghajar Jay hingga harus di rawat di rumah sakit, maka dia akan melakukan nya dalam hitungan menit... tapi Revi masih sadar jika Jay itu murid nya.
Walau pun begitu, dengan tatapan dingin dan aura menakutkan yang di telontarkan oleh nya sudah cukup membuat siapa saja tidak berani untuk melawan diri nya, kecuali orang tersebut sudah bosan dengan hidup nya.
" Iya pak! saya pulang sekarang! " Ucap Jay, yang langsung pergi keluar kelas setelah menyerah kan kembali pena yang ada di tangan nya pada Kio.
" Gue juga pulang duluan, yaaa... Daren, Kio... bye... " Pamit Arya, lalu menyusul Jay yang sudah pergi duluan keluar kelas dan diikuti para siswa lainnya.
" Haah....baiklah, sekarang akan kita mulai remedial nya " Ucap Revi, dan ke 10 siswa yang berada di dalam kelas tersebut mengeluarkan kertas selembar mereka.
*
*
*
*
*
1 jam pun berlalu, dan akhirnya remedial pun telah selesai...satu persatu siswa menyerahkan kertas remedial mereka kepada Revi, dan setelah itu mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
" Lo pergi duluan aja Ki, gue ada urusan sebentar " Ucap Daren, yang saat ini berdiri tepat di depan pintu kelas.
" Yaudah... gue pulang duluan, capek otak gue hari ini... daa~ " Pamit Kio, yang dengan malas melambaikan tangan kiri nya sambil berjalan ke luar gedung sekolah.
Terlihat Daren dengan sabar menunggu seseorang di dekat pintu kelas, setelah beberapa menit... akhirnya orang yang di tunggu keluar juga.
" Kenapa kamu masih di sini bocah? apa kamu enggak mau pulang? " Tanya Revi, heran melihat salah satu murid nya berada di dekat pintu kelas.
"Saya mau menanyakan sesuatu sama bapak" Ujar Daren, tapi mata nya melihat ke arah lorong gedung untuk menghindari melihat wali kelas nya itu.
" Tentang apa? "Tanya Revi, sambil menutup pintu kelas.
" Kemarin malam, hari minggu saya lihat seseorang seperti bapak di Ngertek ikut balapan mobil.....jadi saya penasaran pak, apa itu bapak atau mungkin hanya orang yang sekilas mirip dengan bapak? " Tanya Daren, yang terlihat gugup karena memberitau Revi yang merupakan guru killer di sekolah ini, mengenai balapan liar yang di ikuti oleh nya.
Terasa tatapan intens Revi kepada Daren, yang membuat nya tambah gugup sebab wali kelas nya itu masih diam saja, tanpa mengatakan apa pun setelah dia mengatakan apa yang ingin di tanya kan oleh nya.
" .......Itu memang bapak, dan apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui hal ini? " Daren terkejut atas perkataan dari Revi, yang sepertinya tidak mengharapkan jawaban seperti itu.
Karena Daren masih diam saja dan tidak menjawab pertanyaan nya, Revi pun yang memulai percakapan.
" Saya tidak terlalu mempedulikan mengenai apa yang dilakukan oleh para murid saya di luar sana, kecuali jika mereka berada di lingkungan sekolah dan dalam pengawasan saya, baru saya akan ikut campur atas apa yang dilakukan oleh kalian para bocah nakal " Jelas Revi dengan nada malas.
" Sekarang, lebih baik kamu pulang ke rumah...jangan sampai membuat orang tuamu cemas karena belum pulang juga " Ucap Revi, yang langsung pergi ke ruang guru tanpa mempedulikan lagi murid nya itu.
...DAREN POV...
Aku tidak berbohong jika mengatakan aku semakin penasaran dengan pak Revi setelah mendengar ucapan nya itu, seseorang yang terkenal sebagai guru killer karena menghukum para siswa yang melanggar aturan sekolah..... tapi, guru tersebut malah bisa melakukan hal yang tidak baik.
Contoh nya seperti balapa liar yang telah dia katakan kepada ku tadi, entah hal tidak baik apa lagi yang di lakukan oleh wali kelas ku itu, tentu nya hal tersebut cukup membuat ku tergoda untuk mencari tau hal-hal tercela apa saja yang telah di lakukan oleh nya.
Walau pun sebenarnya aku merasa terintimidasi dan gugup bila di dekat nya, tapi itu semua tidak membuat rasa penasaran ku hilang terhadap pak Revi.
...----------------...
...FLASHBACK...
...----------------...
Walau aku sudah berbaikan dengan Lisa keesokan hari nya, tapi pacar ku itu melarang ku untuk mengikuti balapan apa pun baik itu balapan mobil atau pun balapan motor.
Sebenarnya aku bisa saja ikut balapan tanpa di ketahui oleh Lisa karena papa nya yang sudah kembali dari luar kota, sehingga membuat nya tidak bisa mengawasi ku saat aku bepergian di malam hari... tapi sayang nya ada Niya yang mengawasi ku di arena balapan liar tersebut, karena dia yang selalu ada di sana untuk ikut balapan motor atau sebagai penonton, walaupun Arya kadang-kadang tidak bisa pergi bersama nya... Niya akan tetap pergi ke sana, dan membuat ku memilih di rumah saja.
6 hari pun berlalu, karena merasa bosan tidak ada kegiatan apa pun dilakukan... akhirnya aku pergi ke Ngertek.
Dan tentunya Niya tidak ada di sana karena pergi berkencan, aku mengetahui hal tersebut dari Arya saat kami di sekolah sehari sebelum hari kencan nya.
Kio pun juga tidak ada di sana karena dia yang sibuk dengan game konsol baru nya, yang otomatis pacar nya Syifa juga tidak ada di sini.... yang berarti tidak ada seseorang pun yang akan melarang ku untuk ikut balapan.
Tapi, sayang nya aku tidak dalam mood ikut balapan motor atau pun balapan mobil... dan akhirnya aku memilih untuk menjadi penonton saja....
Pada saat itulah aku melihat seseorang mirip dengan pak Revi...atau sebenar nya itu adalah pak Revi sendiri.... tapi, tidak mungkin kan guru yang terkenal akan sikap ke disiplinan nya pada peraturan sekolah.....ikut balapan liar?
" Silakan kalian pilih yang mana akan menjadi pemenang balapan kali ini, dan letakkan uang pada pilihan kalian " Ucap seseorang, yang menyelenggarakan taruhan diantara para penonton.
Aku langsung mengeluarkan uang ku dan meletakkan dalam baki yang di pegang oleh orang yang menyelenggarakan taruhan, dan menyebutkan pilihan ku dan dicatat oleh penyelenggara tersebut.
Seperti ini lah aturan dalam taruhan antar penonton, ada satu orang yang merupakan salah satu panitia acara balapan liar yang mengumpulkan uang taruhan, lalu mencatat nama orang dan apa pilihan nya...dan kita akan menyebut angka mobil tersebut, yang dimana yang ikut dalam balapan mobil nya akan di pasang angka urutan peserta lomba, untuk tidak membingungkan para penonton untuk melakukan taruhan.... itu semua di sebabkan rata-rata kebanyakan penonton dan peserta balapan tidak saling kenal.
Dan aku memilih no 3, merupakan orang yang mirip dengan pak Revi.... entah kenapa aku memilih nya, entahlah...mungkin aku hanya ingin menguji keberuntungan ku malam ini.
3....2....1...
Setelah angka 1, bendera di angkat yang menandakan balapan di mulai.
Dan no 3 langsung berada di depan ke 5 peserta lainnya, bagiku itu merupakan ke salahan... karena pada balapan ini, seharus nya mobil berada pada kecepatan rata-rata... setelah putaran ke-4 baru lah mobil pada kecepatan yang tinggi... dan banyak peserta yang gagal karena ketidaktahuan mengenai hal ini.
Beberapa saat aku pikir no 3 dapat di pastikan akan kalah....
Tapi ternyata no 3 kecepatan mobil nya semakin bertambah di setiap putaran.... dan bisa di katakan peserta tersebut gila karena berani melakukan hal berbahaya tersebut.... bahkan para penonton lainnya juga sepemikiran dengan ku.
Tapi... no 3 itulah yang memenang perlombaan, terlihat mobil nya masih meluncur melewati garis finish...bahkan yang lain merasa heran karena tidak melihat mobil itu berhenti, begitu juga dengan ku...
Tapi...
Bruuum......
" Mana uang ku? " Tanya peserta no 3 yang baru keluar dari mobil nya, dan memberhentikan mobil nya tersebut saat pada putaran ke-6... tentu nya orang-orang bersorak karena kegilaan yang di lakukan oleh nya.... tapi aku terkejut karena mendengar suara dingin nya itu, suara nya mirip dengan pak Revi.
Di tambah lagi aku dapat melihat jelas sosok nya karena cahaya lampu menyinari diri nya, terlihat pak Revi tampak berbeda karena dia yang tidak memakai seragam dinas guru, melainkan kaos hitam lengan panjang, celana jeans biru pudar dengan robekan di bagian kedua lutut nya, terdapat kalung rantai di lehernya dan juga anting silver panjang di telinga kiri nya.
Walau pun begitu dia tetap memasang wajah tertekuk dan berbicara dengan suara dingin serta menuntut....dan aku ingin berbicara dengan pak Revi.... tapi aku tidak tau apa yang ingin ku katakan pada nya.
Dan pada akhirnya, aku memilih mengambil uang kemenangan ku atas taruhan yang kulakukan, setelah itu pergi pulang ke rumah dan tidak lupa menutup kepala ku dengan tudung jaket yang ku gunakan.
...----------------...
...FLASHBACK END...
...----------------...
Pada akhirnya aku penasaran atas jawaban yang di berikan nya, dan aku pun telah mendapatkan nya.
Mungkin aku bisa perlahan lahan berteman dengan pak Revi, dengan memulai pendekatan di luar pekarangan sekolah....maka aku tidak sabar untuk lebih mengenal nya.
...DAREN POV END...
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬