
kriiing.... kriiiing..... kriiiiing....
Terdengar bunyi dering handphone yang membuat pemilik handphone tersebut terbangun dari tidur nyenyak nya, segera saja handphone tersebut di ambil dari atas meja yang berada di samping tempat tidur nya.
Tertera Hana pada layar handphone nya, dan langsung saja orang tersebut mengangkat panggilan tersebut.
^^^📱PAGIII CEBOOOL!!!^^^
Langsung saja Revi menjauhkan sedikit handphone dari telinga nya, karena teriakan dari teman nya itu yang bisa saja membuat gendang telinga nya pecah.
Ada apa? ngapain telpon di pagi buta gini, kacamata sialan!?
^^^Apa maksudnya ini pagi buta? ini udah jam 7 pagi loh Reviiii, jangan tidur lagi.....enggak baik buat kesehatan mu^^^
Lalu? toh...hari ini hari minggu, seterah ku mau tudur kek, mau makan kek... emang ada apa sih kacamata sialan?
^^^Seterah, kakak mu ini mau minta tolong sama dek Revi untuk belanja bahan makanan untuk kakak, karena kakak mu ini enggak pandai dalam hal tawar menawar dengan penjual... di tambah lagi hari gajian masih 2 minggu lagi, tapi uang kakak udah menipis... mau kan.^^^
Kakak, adek apa nya kacamata sialan!... gue mau tidur sekarang....lagi malas keluar....
^^^Tolonglah Revi... nanti gue temenin deh, gue jemput lo langsung ke rumah jam 9 nanti... yaa..mau kan Rev...^^^
Haaah... okey, okey
^^^ASIIIIK!!^^^
sekali lagi Revi menjauhkan handphone dari telinga nya, karena suara keras dari Hana.
Bisa berhenti berteriak enggak, kacamata sialan!
^^^Okey... gue jemput 2 jam lagi ya cebol, siap-siap...📱^^^
Tuut...tuut...tuut
Panggilan pun berakhir, dan dengan terpaksa Revi bangun dari tempat tidur nya yang hangat dan empuk tersebut untuk bersiap-bersiap pergi belanja dengan Hana, walau dia terasa tergoda untuk pergi tidur kembali.. tapi pada akhirnya Revi memilih untuk pergi ke kamar mandi.
...REVI POV...
Padahal aku sudah merencanakan hari weekend ini untuk tiduran dan bersantai di rumah, tapi kacamata sialan itu malah nelpon di pagi buta untuk menemani nya untuk pergi belanja bahan makanan untuk nya.
Pasti kalian merasa aneh karena tuh kacamata sialan enggak pandai tawar menawar, padahal dia itu perempuan... seharus nya lebih pandai dalam hal tersebut, bahkan aku di buat heran oleh nya.
Dan setelah bertanya kepada kacamata sialan, dia mengatakan tidak pernah pergi belanja kebutuhan nya sendiri, karena ada mama nya yang melakukan hal tersebut untuk nya.
Tapi, sejak dia pergi merantau ke kota lain untuk berkuliah di sana agar dapat melanjutkan pendidikan kan nya, dan saat itu juga dia menyesal karena tidak pernah ikut bepergian belanja dengan mama nya, karena dia yang terlalu fokus dengan dunia pendidikan nya tersebut.
Sebelum bertemu kembali dengan kakak kelas ku itu, dia mengaku kalau dia menitip belanja keperluan nya dengan mahasiswa yang satu kelas dengan nya, atau orang tua nya yang mengirimkan keperluan nya di kota tersebut.
Sekarang karena memilih untuk hidup mandiri, tuh kacamata sialan masih menerap kan kebiasaan nya itu.....di tambah lagi dengan kembali nya aku ke kota ini membuat nya meminta bantuan ku dalam hal berbelanja, terutama dalam hal tawar menawar dengan penjual.
Karena ibu ku yang mulai jatuh sakit, memaksa ku untuk mulai hidup mandiri hingga dalam hal berbelanja keperluan kami, karena itu bisa di katakan aku ahli dalam hal tawar menawar ini.
Tetapi, sekarang aku akan menolong kacamata sialan itu berbelanja jika dia juga ikut dengan ku.. supaya dia akan terbiasa dalam hal tawar menawar di kemudian hari nya, dan tidak akan lagi membutuhkan bantuan ku lagi.
...REVI POV END...
Mereka berdua pun akhirnya selesai berbelanja bahan makanan yang di perlukan oleh Hani, dan Revi juga sekalian membeli beberapa makanan ringan untuk diri nya di rumah dan juga, beberapa cairan pembersih untuk stok di rumah nya yang hampir habis.
" Akhirnya selesai juga, terima kasih Revi... dengan begini ada beberapa uang tersisa untuk uang pegangan ku sampai hari gajian nanti nya " Ucap Hana, terlihat dia yang sedang memasukkan bahan makanan yang di beli nya ke dalam mobil nya.
" Iya, besok.. jika ingin beli bahan makanan kau bisa melakukan nya sendiri sekarang, karena ini sudah 3 kali nya aku menemani mu berbelanja, dan pasti nya kau bisa melakukan tawar menawar kan.....Hana? " Tanya Revi, yang menatap tajam ke arah teman nya itu.
" Ah....tentu.. tentu saja aku bisa, besok-besok aku akan berbelanja sendiri, jadi aku tidak perlu lagi di temani oleh mu Revi... hehehe.. " Jawab Hana, yang merasa gugup dengan tatapan yang di telontarkan oleh teman nya kepada diri nya.
" Yaudah, sekarang kita pulang " Ucap Revi, yang mulai membuka pintu mobil depan tepat di sebelah tempat pengemudi.
Tidak sengaja penglihatan Hana melihat sosok di kenal nya, " bukan kah itu Daren? dengan pacar nya kah? " terdengar oleh nya gumaman teman nya itu, karena Revi yang berada tepat berdiri di sebelah teman nya tersebut.
Revi pun melihat ke arah mana Hana melihat, dan memang benar jika itu adalah Daren yang merupakan murid nya, bersama dengan seorang perempuan yang ternyata...
' Lisa? kenapa anak itu bersama Daren? apakah mereka berdua pacaran? ' Pikir Revi.
" DAREmhhh.. " Sebelum Hana dapat meneriaki nama Daren secara lengkap, mulut nya langsung di bekap oleh Revi dan menarik nya menuju bagian belakang mobil.
" Aku enggak salah dengar kan Lisa, kayak nya ada orang yang meneriaki nama ku tadi " Ujar Daren, yang melihat ke arah pacar nya tersebut.
" Entahlah sayang, biarin aja...lebih baik kita masuk " Daren pun hanya menganggukkan kepala nya, segera saja dia dan Lisa masuk ke dalam cafe dan tidak lagi memperdulikan suara teriakan tersebut.
Setelah memastikan kedua sepasang kekasih tersebut tidak terlihat lagi, Revi langsung melepaskan bekapan nya pada Hana dan keluar dari tempat persembunyian mereka.
" Ada apa sih cebol, ngapain coba bekap mulut gue tadi? " Tanya Hana, dengan nada kesal terdengar di suara nya.
" Di tambah tangan lo tadi pegang cairan pembersih tadi cebol, jadi pahit nih mulut gue" Lanjut Hana, yang melap bibir nya menggunakan lengan baju nya.
" Nih.. " Revi menyodorkan sebuah minuman kopi kaleng pada nya, yang langsung di terima dengan senang hati oleh Hana.
" Jadi? kenapa sembunyi kayak gitu tadi? " Tanya Hana kembali.
" Gue yang harus nanya lo kayak gitu kacamata sialan, ngapain nyapa Daren tadi? "
" Emang nya enggak boleh nyapa murid sendiri? "
" Yah... lihat situasi lah, emang nya lo enggak lihat tuh anak sedang sama pacar nya tadi? "
" Enggak masalah kok bagi gue, di tambah kalau enggak salah tuh pacar nya juga murid kita..." Lalu ada jeda sesaat, karena Hana yang mengingat akan sesuatu yang terlupa kan oleh nya.
" Oh, ya! Lisa itu sepupu lo kan!? sekarang gue tau kenapa lo kayak gitu tadi cebol, apa karena... "
" Seterah " Revi pun langsung masuk ke dalam mobil, karena dia tidak mau mendengar apa yang ingin dikatakan oleh teman nya itu, sebab Revi tidak ingin membahas mengenai adik sepupu nya saat ini.
Dan Hana langsung merapatkan bibir nya untuk tidak melanjutkan apa yang ingin di katakan kepada teman nya itu. ' Bodoh lo Hana... ' itulah pikir nya.
" Cepat lah kacamata sialan, gue mau pulang" Ucap Revi, yang melihat teman nya masih belum juga masuk ke dalam mobil.
" I.. iya " Ucap Hana, yang langsung masuk ke dalam mobil dan mulai mengendarai mobil nya itu untuk mengatar Revi pulang ke rumah.
*
*
*
*
*
Ceklek....
Suara pintu terbuka terdengar dengan jelas di rumah tersebut, karena tidak ada seseorang pun berada di rumah tersebut... hanya ada kesunyian terdengar di dalam rumah.
Revi pun langsung masuk ke dalam rumah, tidak lupa mengunci pintu nya dan berjalan menuju ke arah sebuah lemari, yang khusus untuk tempat penyimpanan alat pembersih nya dan juga cairan pembersih, Revi pun meletakkan cairan pembersih yang di beli oleh nya tadi ke dalam lemari tersebut.
Setelah itu dia menuju ke kulkas, dan meletakkan makanan ringan yang di beli nya di dalam sana, tapi mengambil 2 snack dan 1 kaleng kopi dingin dan berjalan ke ruang tengah yang di mana terdapat tv di sana.
Revi pun langsung duduk di kursi di sana, dan menghidupkan tv nya serta mulai memakan snack nya sambil menonton acara di tv tersebut.
...REVI POV...
Seperti inilah rutinitas yang ku lakukan di rumah, sejak aku datang ke kota ini....memang terasa sepi karena ibu ku yang sedang berada di rumah sakit... sedangkan ayah ku yang tidak lagi berada di dunia ini.
Walau pun terasa sangat menyedihkan bagi orang yang melihat ku saat ini, karena rasa kesepian yang ku miliki.... tapi aku tidak akan pernah mengatakan aku merasa kesepian...
Hal tersebut dapat membuat ku merasa lemah....dan aku tidak ingin menjadi orang yang lemah dan menyedihkan.....di hadapan siapa pun... terutama ibu ku.
...REVI POV END...
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬