Black and White Love

Black and White Love
BAWL 10




Saat ini, Jay, Arya dan Kio sedang mengamati teman mereka Daren yang sedang berdiri di depan pintu kelas, mereka bertiga melihat nya dari jendela kelas.


" Seperti nya bukan gue aja yang merasa aneh dengan Daren, kalian juga merasakan nya kan? apa yang di lakukan anak itu akhir-akhir ini? " Ujar Jay, yang ingin mendengar pendapat dari Kio dan Arya yang berada di sebelah kanan dan kiri nya.


Dan sesaat kedua orang yang di tanyai terdiam untuk melihat ke arah Daren, " Kemarin, saat selesai piket sama si Daren....... gue lihat tuh anak menyapa pak Revi, dan sekarang..." Ujar Arya.


" Kalau gue sih lihat minggu ini, setiap berpapasan sama pak Revi....pasti si Daren meluangkan waktu untuk berbicara sebentar dengan pak Revi " Sekarang Kio yang ikut menceritakan, mengenai teman nya Daren.


" Dan saat ini jam pelajaran pak Revi, yang berarti... " Ucap Jay yang menggantungkan perkataan nya, dan melihat ke arah kedua teman nya.


" Daren sedang menunggu pak Revi " Ucap mereka bertiga bersamaan, tepat setelah itu yang di bicarakan datang dan terlihat Daren yang menyapa Revi, setelah itu masuk ke dalam kelas bersama.


" Kembali duduk di tempat duduk kalian masing-masing, pembelajaran akan di mulai " Ujar Revi, dan langsung saja para murid duduk di tempat duduk mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Daren dan ketiga teman nya, dan pembelajaran pun di mulai.


...DAREN POV...


"Apa yang terjadi antara lo dengan pak Revi?" Tanya Jay, yang saat ini hanya ada kami berempat di kelas dengan 5 teman kelas kami lainnya, sebab kantin yang sudah penuh yang otomatis tempat duduk kosong di sana juga tidak ada.


" Maksud nya? " Tanya ku, yang tidak mengerti dengan apa yang di tanyakan oleh Jay.


" Kami heran dengan perubahan sikap lo dengan pak Revi akhir-akhir ini, biasanya lo enggak pernah menyapa apa lagi berbicara di luar jam pelajaran dengan wali kelas kita itu " Dan Arya lah yang menjelaskan, apa yang di maksud dari pertanyaan Jay tadi.


" .....Emang enggak boleh kalau gue mau berteman dengan pak Revi, toh... enggak ada masalah juga " Jelas ku, lalu mulai memakan makanan ku yang sudah mulai dingin.


Hanya ada keheningan setelah penjelasan ku tadi, tentu saja mereka akan terkejut mendengar apa yang aku katakan... apa lagi seseorang yang ingin ku jadikan seorang teman tersebut, di kenal sebagai guru killer di sekolah ini.


" Enggak ada masalah lo kata!?...coba lo pikir lagi, tuh pak Revi usia nya lebih tua 9 tahun dari lo.. di tambah lagi dia itu wali kelas kita yang dikenal sebagai guru killer di sekolah ini, dan lo bilang itu bukan masalah!? " Kio lah yang sekarang membuka pembicaraan, yang melontarkan apa yang di pikirkan oleh nya pada ku.


" Gue awal nya emang enggak pernah ke pikiran berteman dengan pak Revi, tapi... setelah melihat sisi diri nya yang lain membuat gue tertarik dengan nya, di tambah lagi pak Revi merupakan sepupu dari Lisa... karena itu gue ingin kami berdua lebih dekat, toh di masa depan nanti kami akan menjadi kerabat juga " Jelas ku panjang lebar.


Terlihat ketiga teman ku tersebut menganggukkan kepala mereka, yang menandakan mereka mulai paham dengan tujuan ku berteman dengan pak Revi.


" Emang, apa sisi lain dari pak Revi yang membuat lo tertarik? " Tanya Jay.


Sebenarnya aku tidak ingin memberi tau mereka mengenai pak Revi yang ikut dalam balapan liar seperti kami, tapi.... aku percaya mereka akan menjaga rahasia ini... apa lagi..


" Aku akan memberi tau kalian, mengenai rahasia pak Revi yang tidak di ketahui orang-orang di sekolah ini...."


Mereka pun langsung terlihat penasaran dan tidak sabaran untuk mengetahui tentang rahasia wali kelas kami tersebut, dan aku menceritakan mengenai aku yang melihat pak Revi mengikuti balapan liar minggu lalu.


" Aku harap kalian tidak memberi tau yang lain nya mengenai ini, jika kalian tidak ingin menghadapi amarah dari pak Revi " Peringatan ku kepada mereka.


" Gue enggak menyangka pak Revi yang di kenal akan ketegasan nya pada peraturan sekolah, bisa melakukan perbuatan hal yang melanggar peraturan seperti itu. " Ucap Arya, yang disetujui oleh aku, Jay dan Kio.


" Apa pak Revi juga minum minuman keras, merokok dan perbuatan nakal lain nya? " Ujar Kio, yang memberikan senyuman nakal kepada kami.


" Mungkin saja kan?...bagaimana menurut lo Daren? " Tanya Jay.


Aku pun seketika terdiam, memikirkan apa yang diucapkan oleh Kio....apa pak Revi juga melakukan perbuatan hal tidak baik lainnya, selain balapan liar.....?


...DAREN POV END...


" Kenapa kamu ada di sini bocah? " Tanya Revi, yang saat ini Daren berdiri di dekat mobil nya yang terpakir.


" Saya mau ajak bapak ikut balapan mobil di Ngertek nanti malam, dan ingin bapak menemani saya ikut balapan " Ajak Daren, yang terlihat mata nya penuh harapan atas jawaban yang di berikan oleh guru nya tersebut.


Terlihat Revi yang menatap selidik ke murid nya tersebut, karena bingung kenapa murid nya tersebut tiba-tiba saja meminta nya menemani nya ikut balapan liar nanti malam.


" Saya tidak bisa menemani mu nanti malam, saya sibuk dengan pekerjaan saya " Tolak Revi.


Dan memang benar jika pekerjaan nya sedikit menumpuk karena ujian tengah semester sebentar lagi akan di mulai, karena itu dia sibuk mempersiapkan hal tersebut.... di tambah lagi dia adalah seorang wali kelas sekarang.


" Lebih baik kamu mulai belajar untuk ujian bulan depan, dari pada ikut balapan liar....apa lagi kamu juga remedi karena nilai ulangan harian mu rendah " Ujar Revi, yang membuka pintu mobil.


Tapi, Daren langsung menahan tangan Revi yang dimana Revi ingin masuk ke dalam mobil nya.


" Ada apa lagi bocah? sudah aku katakan... " Belum Revi selesai mengucapkan apa yang ingin di katakan nya, murid nya tersebut langsung memotong perkataan nya.


" Bagaimana jika bapak mengajari saya untuk ujian tengah semester nanti, bapak tidak boleh menolak permintaan dari murid bapak sendiri yang ingin belajar tambahan dengan bapak. " Ujar Daren, terlihat dia yang tersenyum ke arah Revi...


Sedangkan Revi terlihat kesal dengan perkataan dari Daren, dan akhirnya Revi pun hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepan nya nanti karena murid nya tersebut.


" Baiklah... apa kau sekarang senang bocah nakal!? " Ujar Revi dengan nada kesal, terlihat dengan jelas kerutan di kening Revi saat ini.


" Iya pak, dan juga... " Daren mengeluarkan handphone dari saku seragam sekolah nya, dan menyerahkan handphone tersebut kepada Revi.


" Bisa saya meminta nomor HP bapak, tapi bukan telepon rumah bapak....melainkan handphone yang sedang ada di saku celana bapak saat ini " Ujar Daren, terlihat Revi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Daren.


" Bagaimana kau mengetahui itu bocah, padahal... "


" Mudah saja pak, karena nomor handphone dan telepon rumah itu ada perbedaan nya... di tambah lagi keluarga saya juga memiliki telepon rumah sendiri "


" Haah... aku seperti nya harus mewaspadai mu sekarang... "


Revi pun langsung memasukkan no handphone nya ke HP Daren, dan setelah itu mengembalikan kepada pemilik nya.


Lalu, sebelum Daren ingin mengucapkan terima kasih kepada Revi, wali kelas nya tersebut sudah pergi dengan mobil nya.


" Hmm... emang susah membuat Revi membuka diri nya pada ku, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja... karena aku juga sudah menjadikan seorang Arsyan sebagai pacar ku, dan menaklukkan Arsyan lain bukan masalah besar bagi ku " Gumam Daren.


Lalu, dia mengirim kan sebuah pesan ke nomor WA Revi... dan setelah terkirim terlihat Daren tersenyum senang atas apa yang telah dia lakukan.


Ting...


Revi langsung melihat pesan yang masuk, dan itu dari nomor tak dikenal... saat membaca pesan tersebut terlihat senyuman tipis terbentuk di bibir nya itu.


" Dasar bocah nakal " Ucap nya pelan, yang membalas pesan tersebut.


[08********** ]


Halo Revi, ini aku Daren☺


15.25


√√


[ 08********** ]


Selamat malam Revi, jangan lupa save nomor ku ini πŸ˜™πŸ˜™


19.05


√√


[ Bocah nakal Daren ]


Masak di read doang, balas dong pak Reviii


πŸ˜—πŸ˜‘πŸ˜‘


20.00


√√


^^^Tidur bocah nakal, besok sekolah jangan sampai terlambat bangun^^^


^^^20.15^^^


^^^√√^^^


[ Bocah nakal Daren ]


Iya Rev, selamat tidur... 😴😴😴


20.16


√√


^^^Berhenti kirim emoji yang menjijikkan, bocah nakal^^^


^^^20.21^^^


^^^√√^^^


[ Bocah nakal Daren ]


Apa kamu enggak suka Revi? kalau gitu enggak ada emoji lagi


20.22


√√


^^^Seterah kamu bocah^^^


^^^20.25^^^


^^^√√^^^


[ Bocah nakal Daren ]


Jangan lupa dengan belajar tambahan nya Revi 😚😚😚


20.26


√√


Tanpa mereka berdua sadari, mereka sama-sama tersenyum dan terkekeh membaca pesan yang mereka kirim sau sama lain... dan mungkin saja sekarang mereka mulai dekat tanpa di sadari oleh mereka berdua.


...πŸ’Ÿ BERSAMBUNG πŸ–€...


Jangan lupa dengan :


Vote ❀


Like πŸ‘


Komentar πŸ’¬