
Ting....Tong....
Ting....Tong....
Ting....Tong....
Terdengar bel pintu yang di bunyikan oleh Revi, yang saat ini sedang berada di depan cermin kamar nya untuk merapikan rambut nya, yang dimana Revi baru saja selesai mengenakan pakaian dan beberapa aksesoris, hanya tinggal mengatur rambut nya saja.
Merasa sudah cukup dengan rambut nya, Revi langsung keluar dari kamar nya dan membuka pintu karena, bel pintu yang terus di bunyikan sejak tadi yang membuat telinga nya sakit mendengar nya.
" Apa kau tidak bisa menekan bel nya 2 atau 3 kali saja, HA!! KENAPA HARUS MENEKAN NYA BERULANG KALI!! membuat telinga ku menjadi sakit saja. " Ucap Revi dengan nada marah serta membentak, dan saat pintu telah di buka...
Terlihat Daren yang tersenyum kaku dan tangan nya yang seperti nya ingin menekan bel pintu kembali, dan Revi menatap datar kepada nya serta ada aura kekesalan yang diarahkan kepada Daren.
" Kenapa kau ada di sini bocah nakal ? bukan nya kau bilang untuk bertemu di Ngertek? kenapa kau malah ke sini ? " Tanya Revi dengan nada ketus, serta melipat kedua tangan di depan dada nya.
Daren langsung melipat kedua tangan di belakang badan nya, teralihat dengan jelas jika Daren sekarang gugup dengan aura intimidasi dari orang yang ada di depan nya saat ini.
" Hm....s... saya...eh...aku ingin pergi bersama dengan mu Rev dengan mobil ku, jadi... aku menjemput mu...dan... " Terlihat Revi jengkel dengan kegugupan Daren.
" Bicara dengan benar bocah! " Bentak Revi, langsung saja Daren mengutarakan apa yang ingin di sampaikan oleh nya.
" Ini oleh-oleh untuk mu! " Daren menyodorkan sepasang anting kepada Revi, sambil melihat ke arah lain karena rasa malu dengan apa yang akan di pikiran oleh Revi, mengenai anting yang di berikan oleh nya untuk Revi.
Revi mengambil sepasang anting dari Daren, dan dia langsung melepas anting yang di pasangkan di telinga kiri nya, lalu mengenakan sepasang anting dari Daren ke kedua telinga nya.
" Bagaimana ? " Tanya Revi, langsung saja Daren melihat ke arah Revi dan terlihat anting nya telang terpasang dengan indah di kedua telinga Revi.
" Ahm...terlihat bagus " Jawab Daren.
" Hanya itu? " Terlihat, raut Revi sedikit kecewa mendengar jawaban dari Daren.
" Seteralah...tunggu saja di parkiran, aku harus mengambil dompet dan handphone di dalam " Ujar Revi, yang langsung masuk ke dalam.
Sedang kan Daren merasa bingung tentang raut kecewa Revi, tapi dia langsung melupakan hal tersebut dan berjalan ke parkiran dimana mobil nya ada di sana.
Sekitar 10 menit kepergian Daren, baru Revi keluar dan mengunci pintu nya dan berjalan menuju ke arah parkiran, yang dimana Daren sedang bersandar di mobil nya sambil memainkan handphone.
" Ayo " Ucap Revi yang dibalas anggukan oleh Daren.
Dan mereka berdua langsung menuju ke arena balapan.
*
*
*
*
*
" Bagaimana dengan Lisa? apa dia tidak marah jika kamu pergi bersama dengan ku ke arena balapan? " Tanya Revi, yang memecah kesunyian di antara mereka berdua.
" Tidak akan, karena Lisa tidak bisa ikut dengan ku ke arena balapan, sebab papa Lisa melarang nya untuk pergi keluar malam-malam " Jawab Daren, yang sedang menyetir mobil.
Revi langsung mengalihkan penglihatan nya ke jendela mobil, mendengar apa yang di katakan oleh Daren.
" ...Karena itu kamu mengajak ku pergi dengan mu, untuk menggantikan tempat pacar mu bocah nakal " Ucap Revi.
Tentu nya Daren langsung membantah apa yang dikatakan oleh Revi, " Bukan seperti itu Revi, karena liburan sekolah jadi nya kita tidak bisa saling bertemu seperti biasa nya, karena itu aku mengajak mu untuk menemani ku untuk balapan, jangan kamu berpikiran seperti itu "
" Hahahaha... kamu pikir aku akan marah karena itu? aku tidak peduli bocah nakal, toh aku tidak ada urusan dengan hubungan mu dengan adik sepupu ku itu " Ujar Revi selesai tertawa, yang seperti nya puas melihat Daren panik meluruskan kesalahpahaman, yang di katakan oleh Revi sendiri.
" Revih....itu tidak lucu " Gerutu Daren, merasa agak kesal karena di bohongi.
" Iyaah... sana fokus dengan setir mu itu, jangan sampai kita malah di rumah sakit...dan bukan nya di arena balapan " Revi pun menutup mata nya, setelah mengatur lagu di radio mobil Daren.
Daren pun akhirnya fokus menyetir dan dengan perasaan sedikit senang karena Revi yang bercanda dengan nya, berbeda dengan Revi yang tidak tidur melainkan menutup mata sambil mendengar lagu dari radio, untuk menenangkan perasaan aneh yang entah bagaimana di rasakan oleh Revi.
Dan perjalanan pun di selimuti oleh keheningan, dengan sebuah lagu yang menemani perjalanan mereka.
*
*
*
*
*
Daren dan Revi akhirnya telah sampai, yang bisa dilihat sudah banyak orang yang sudah berada di arena balapan.
Daren langsung membawa Revi bertemu dengan teman-teman nya, toh... ketiga teman nya itu sudah tau tentang Revi yang dimana Daren yang menceritakan nya, kecuali pacar dari kedua teman nya.
" Pak Revi!? " Ucap Niya dan Syifa bersamaan, tentu nya merasa kaget melihat guru yang terkenal killer tersebut berada di hadapan mereka, apa lagi Daren datang bersama nya.
Sedangkan Revi hanya memutar mata nya malas, karena dia tau pasti akan seperti ini... tapi sedikit heran dengan ketiga murid nya yang seperti nya tidak terkejut....
' Oh!... pasti bocah nakal tersebut sudah memberi tau nya ' Pikir Revi, yang menatap tajam ke keempat orang yang sedang dia pikirkan.
Setelah Revi tidak terlihat lagi, Niya langsung bertanya kepada Daren apa yang terjadi, Daren pun menjelaskan apa yang terjadi kepada Syifa dan Niya.
...REVI POV...
Aku tidak tau apa yang terjadi dengan diri ku, padahal aku tidak pernah merasakan perasaan ini... tapi karena bocah nakal itu memberikan hadiah pada ku...mengajak ku untuk mendampingi nya dalam balapan mobil, bukan dengan pacar nya... rasanya...aku senang..
Tunggu!!
Maksud ku, aku tidak ingin merasakan perasaan ini... bahkan aku bingung, tentang apa yang ku rasakan ini!?
Ceklek...
Terdengar suara pintu mobil terbuka, yang dimana Daren yang masuk dan mengunci pintu mobil nya kembali.
" Revi.. " Panggil Daren, yang dimana aku pura-pura memainkan handphone ku saat dia masuk kedalam mobil.
" Hm..? " Balasku tanpa menoleh pada nya, yang masih pura-pura sibuk memainkan handphone ku.
" Kamu ingin yang ikut balapan mobil nya? atau aku yang balapan dan kamu menemani ku Revi? " Tanya Daren, dan langsung saja aku mengarahkan pandangan ku ke arah nya.
" Kamu saja, aku ingin melihat bagaimana kamu balapan mobil... toh, kamu sudah melihat aku balapan kan Daren? " Ujar ku, dan Daren langsung menjalankan mobil nya menuju ke arena balapan.
Tentu nya aku merasa tidak sabar, ingin mengetahui seperti apa keahlian nya dalam balapan, bukan kah bocah nakal itu sudah melihat aku balapan... dan sekarang giliran ku untuk melihat dia balapan.
...REVI POV END...
Balapan mobil pun dimulai, dan entah kenapa balapan nya terasa cepat oleh para penonton serta kurang menarik, karena Daren dengan mudah memenangkan balapan dan di tambah para pemain lain tidak terlalu menantang untuk Daren.
" Bagaimana jika kita makan di tempat biasa, apa lagi aku ingin steak daging sapi di sana...pastinya pak Revi juga akan menyukai nya nanti " Ujar Syifa, yang mengiler memikirkan steak daging sapi.
Daren dan yang lain nya hanya menggelengkan kepala mereka, karena mereka tau Syifa yang sangat gemar akan makanan, sedangkan Revi hanya menatap datar ke Syifa.
" Kalian saja yang pergi, saya mau pergi dulu ke tempat teman saya " Ujar Revi, dan langsung pergi dari sana.
" Yaudah, ayok pergi... udah lapar gue " Ajak Kio, dan mereka langsung menuju ke tempat biasanya mereka merayakan kemenangan dari Daren.
Tapi, Daren kembali melihat ke arah Revi pergi tadi....dan langsung saja dia pamit kepada teman-teman nya untuk menyusul Revi.
*
*
*
*
*
Bruum...
" Revi!! " Panggil Daren, yang menghentikan mobil nya di samping Revi.
" Kenapa kau mengikuti ku bocah nakal? bukan nya kau ingin merayakan kemenangan mu itu bersama teman-teman mu ? " Tanya Revi, yang menatap selidik ke arah Daren.
" Karena kamu pergi tadi bersama ku, jadi kita akan pulang bersama.... karena itu biar aku menemani mu ke tempat teman mu itu Revi " Jawab Daren, yang membuka kan pintu mobil untuk Revi.
Revi pun akhirnya masuk ke dalam mobil, karena dia juga malas memesan taksi dan lebih baik menerima tumpangan murid nya itu, untuk mengirit uang nya.
Ceklek...
Tup...
Bruuum...
" Jadi...kita akan kemana? " Tanya Daren, yang fokus menyetir mobil nya.
" Hm...bagus nya kita kemana? " Tanya balik Revi, yang melihat pemandangan luar dari kaca mobil.
" Ha? bukan nya kamu bilang untuk ke tempat teman mu? " Heran Daren.
" Itu hanya alasan saja " Ujar Revi dengan nada malas.
Daren pun hanya terdiam saja mendengar perkataan Revi, dia tidak tau harus berkata apa mendengar perkataan wali kelas nya itu.
" Hm...apa kamu mau melihat tempat yang menarik? " Tanya Revi, yang tersenyum miring kepada Daren.
" Dimana tempat nya? " Tanya Daren, yang penasaran dengan tempat yang dikatakan oleh Revi.
Revi pun menunjukkan ke arah mana jalan menuju ke tempat menarik yang di katakan oleh nya, yang dimana Daren mengikuti arahan dari Revi.
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬