
Dum🎶 Dum🎶 Dum🎶
Terdengar bunyi dentuman musik yang keras, yang dimana ada orang-orang yang menari di tengah ruangan tersebut, tidak peduli itu laki-laki maupun perempuan, baik dalam keadaan sadar maupun mabuk mereka semua menari mengikuti irama musik yang dimainkan oleh sang DJ.
Ada juga yang memilih untuk duduk menikmati minuman mereka bersama teman-teman mereka, ada juga yang menikmati nya dengan para penghibur di sana dan, ada juga yang memilih menikmati nya sendirian saja.
Tempat tersebut adalah clubbing, merupakan tempat para orang-orang yang menikmati indahnya dunia malam, tempat melepaskan rasa frustrasi dan lelah mereka, tempat untuk bersenang-senang menghamburkan uang yang mereka miliki.
Di tempat tersebut juga merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh Revi, untuk menghibur diri nya dari kehidupan yang di jalani oleh nya, dan juga tempat menghilang kan rasa frustrasi nya.
" Sepertinya kau terlihat bahagia dari biasanya...apakah ada hal yang menarik yang telah terjadi pada mu beberapa hari ini Rev? " Tanya seorang batender kepada Revi, yang saat ini sedang menikmati minuman nya.
" Hm? apa maksud mu Ben....emang nya dari mana kau tau kalau gue sedang bahagia? " Tanya Revi, yang menatap tajam ke arah batender tersebut.
Ben langsung tidak menjawab nya, melainkan dia sedang sibuk membuat minuman untuk salah seorang pelanggan nya.
" Karena kau tersenyum sejak datang ke sini, yang aku tau kau pasti sedang mengelami hal yang menarik, sampai-sampai kau tersenyum seperti itu " Jelas Ben, yang telah selesai meracik minuman nya.
" Ini tuan, pesanan anda " Ben langsung menyerahkan pesanan nya ke pelanggan tersebut.
Sedangkan Revi langsung menyentuh bibir nya, dan terlihat sesaat wajah Revi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ben.
" Itu bukan urusan mu " Revi langsung meminum sampai habis minuman nya, dan menyerahkan gelas nya yang telah kosong kepada Ben " Tambahkan lagi minumnya "
" Aku ini teman mu, apa lagi biasanya kau akan curhat dengan apa yang terjadi pada kehidupan mu itu " Ucap Ben, yang meracik minuman Revi.
" Dan itu juga alasan mu selalu datang ke clubbing ini " Tapi Revi tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Ben, dan melanjutkan minumannya.
Ben pun hanya tersenyum, karena tau bagaimana sifat keras kepala teman nya itu bahkan, hanya dia dan Hana yang bisa dikatakan sebagai teman Revi.
Sebab, dengan sifat keras nya itu banyak yang memilih untuk tidak terlalu dekat dengan Revi, tapi Ben dan Hana tau kalau Revi hanya di luar nya saja terlihat orang yang keras, tapi jika lebih mengenal dan dekat dengan nya maka bisa dilihat, jika Revi memiliki sifat yang lembut pada orang-orang terdekat nya, tapi itu semua tertutupi dengan baik oleh Revi dengan sifat keras nya itu.
" Hai Rev~ udah lama kamu enggak berkunjung, kemana aja kamu? tau enggak, aku rindu dengan mu~ " Ucap seorang perempuan yang memeluk lengan Revi, sambil menyenderkan kepala nya di bahu Revi.
" Ada banyak pekerjaan, jadi baru bisa ke sini sekarang... emang nya enggak ada laki-laki lain yang menemani mu? " Balas Revi, dan seperti nya tidak risih dengan perempuan tersebut yang menempel pada nya.
" Hm.. ada sih, tapi aku nya mau sama kamu~ mau kan kita lakukan sekarang, udah lama kita enggak melakukan nya~ " Ucap perempuan tersebut denga nada menggoda, terlihat tangan kiri nya yang turun dari dada Revi ke paha nya dengan pelan, yang tentu saja untuk menggoda Revi.
Bisa dikatakan kalau perempuan tersebut merupakan salah satu pelacu* di bar tersebut, yang seperti nya sudah lumayan lama mengenal Revi hingga berani sedekat itu dengan nya.
" Baiklah, aku juga ingin menghilangkan rasa lelah ku ini" Ucap Revi, yang menyentuh tangan perempuan tersebut yang sebelumnya membelai tubuh nya.
" Ayuk~, aku enggak sabar lagi " Desak perempuan tersebut, yang mulai menarik Revi menuju ke salah satu kamar yang dimana merupakan tempat para penghibur, melakukan se* dengan pelanggan nya di kamar yang telah di sediakan di clubbing tersebut.
Sedangkan Ben hanya menatap kepergian Revi dengan perempuan penghibur tersebut, karena dia tau dengan kebiasaan buruk teman nya itu.
' Enatah kapan kau bisa memiliki hubungan yang sehat Rev, aku harap kau segera menemukan seseorang yang bisa mengisi kekosongan hatimu itu suatu saat nanti ' Batin Ben, yang mulai melanjutkan pekerjaan nya.
*
*
*
*
*
Kriiing... kriiiing... Kriiiing...
" Masuk saja dulu, aku mau angkat panggilan ini dulu " Ucap Revi, yang mengeluarkan handphone dari saku jaket yang dikenakan nya.
Cup...
" Oke, jangan lama-lama " Setelah sebuah ciuman singkat di berikan pada bibir Revi, perempuan tersebut langsung masuk kedalam kamar duluan.
Ceklek...
Setelah pintu kamar ditutup, Revi langsung melihat ke layar hp nya yang dimana ternyata Daren lah ya menelfon diri nya dan, langsung saja Revi mengangkat panggilan tersebut.
^^^📱" Halo... "^^^
" Selamat malam Revi.. "
^^^" Ada apa nelpon? "^^^
" Balas dulu, ucapan selamat malam ku Rev "
^^^" Haah....selamat malam juga Daren.. udahkan? "^^^
^^^" Jadi ? kenapa kau menelpon ku ? "^^^
" Emang nya harus ada alasan untuk menghubungi mu Rev ? "
^^^" ....Kalau memang tidak ada yang ingin di sampaikan, aku tutup panggilan nya "^^^
" Eh! TUNGGU!! "
Revi langsung menjauhkan hp tersebut dari telinga nya, karena teriakan yang dilakukan oleh Daren.
^^^" Bisa enggak kamu tidak berteriak seperti tadi bocah nakal, emang kamu ingin telinga saya jadi tuli ha! "^^^
" Eh, maaf Rev...jangan dimatikan dulu telfon nya, aku... ingin nanya... apa besok malam kau bisa menemani ku untuk mengikuti balapan mobil? "
^^^" Hm... aku akan pergi... hanya itu saja? "^^^
" Iya, kalau begitu selamat tidur Rev.. maaf mengganggu waktu tidur mu "📱
Tuuuut...tut.. tut..
" Bodoh... emang siapa yang sedang tidur.. " Ucap Revi, yang tersenyum geli mendengar ucapan selamat tidur dari Daren.
" Selamat tidur juga bocah nakal " Gumam Revi, sambil menempelkan bibir nya di layar depan hp nya, yang terlihat seperti Revi mencium layar hp tersebut.
Setelah itu Revi langsung berjalan menuruni tangga menuju ke tempat Ben berada, menghiraukan suara musik yang begitu keras dengan semua orang yang hampir kebanyakan mabuk.
" Ben! " Dan yang di panggil, langsung melihat ke arah Revi berada.
" Revi? " Terlihat Ben sedikit terkejut, karena Revi yang saat ini terlihat masih dalam keadaan lumayan rapi....dalam tanda kutip tidak ada tanda-tanda melakukan hal tersebut, bahkan tidak mencium bau bekas kegiatan tersebut pada Revi.
" Gue mau pulang dulu, ini uang minuman tadi...bye.. " Setelah meletakkan uang di atas meja bar, dan Revi langsung pergi begitu saja sebelum Ben bisa mengatakan sesuatu.
" Teseralah, yang penting tuh orang enggak terlalu banyak minum hari ini " Gumam Ben, yang mengambil uang Revi di atas meja bar.
Tentu nya, Revi sudah melupakan tentang kegiatan yang ingin dilakukan oleh nya dengan perempuan yang sebelumnya bersama diri nya.
*
*
*
*
*
2 Jam kemudian...
" BEN!! " Teriak perempuan yang sebelumnya bersama Revi.
" Ada apa Ci? " Tanya Ben, yang sedang membersihkan bar, karena kebanyakan orang sudah pada mabuk dan sepertinya tidak ada lagi pelanggan yang memesan minuman.
" Mana Revi, udah ku tunggu 2 jam lama nya dia malah enggak ada... padahal kata nya dia hanya sebentar teleponan nya... tapi.. " Ben pun akhirnya paham sekarang, kenapa Revi pergi begitu cepat sebelum nya.
" Dia udah pulang, atau mungkin sedang bersama seseorang yang menghubungi nya tadi? " Ujar Ben, yang telah selesai membersihkan bar.
" Apa jangan-jangan itu pacar nya? kalau begitu kenapa dia ke sini? bahkan.. " Belum selesai perempuan tersebut yang bernama Luci mengatakan sesuatu, selah satu pekerja di clubbing tersebut memanggil Ben.
" Entahlah, gue kesana dulu.. dipanggil gue.. " Ucap Ben, yang langsung pergi menuju ke tempat salah seorang pekerja yang memanggil nya.
' Mungkin saja itu benar-benar kekasih nya? atau seseorang teman baru? haah.. mungkin besok-besok kalau ada waktu, mungkin tanya ke orang nya saja ' Pikir Ben.
Sedangkan Luci, langsung mengambil salah satu botol minuman di bar setelah kepergian Ben, dan meminum minuman tersebut hingga tersisa setengah.
" Hic... sia..lan.. Rev.. iiiiii.. hic.. lo... enggak.. bolleh.. nigalin.. gue.. gitu...ajaaaa.... " Setelah mengucapkan hal tersebut, perempuan tersebut kembali meminum minuman tersebut hingga habis.
Dan setelah itu Luci langsung tidur karena mabuk, dan botol yang ada di tangan nya langsung jatuh ke bawah hingga pecah.
Seperti nya Ben harus membersihkan kembali bar tersebut, setelah ke kakacauan yang di buat oleh Luci.
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬