Black and White Love

Black and White Love
BAWL 12




...LISA POV...


Minggu belakangan ini, Daren terlihat sibuk dengan sesuatu... karena dia biasanya akan menghubungi ku setiap akhir pekan atau hari libur untuk pergi kencan, atau berkunjung ke rumah ku.


Tapi, minggu kemarin dia tidak melakukan hal tersebut, dan aku yang menelepon nya duluan... malah Daren tidak mengangkat telpon ku, malah mengirim sms kalau dia sedang sibuk.


Entah kenapa, karena hal ini membuat ku teringat dengan apa yang di katakan oleh Niya....


" Bagaimana kalau Daren selingkuh? bukan nya maksud gue jahat nih... tapi karena lo yang meminta gue mengawasi Daren di arena balapan, di tambah lagi Arya yang mengatakan beberapa hari yang lalu lo betengkar dengan Daren.... dan lo yang pertama menyelesaikan pertengkaran kalian, gue merasa kayak lo sendiri terlalu mengekang Daren dalam hubungan kalian berdua.....apa lo enggak takut kalau suatu hari nanti nya Daren merasa terkekang dengan hubungan kalian berdua? sampai-sampai Daren selingkuh di belakang lo "


Sial....


Aku malah mencurigai Daren sekarang, padahal aku tidak ingin berpikiran kalau Daren akan selingkuh di belakang ku, di tambah lagi Daren yang sudah berjanji kepada ku yang di mana saat di hari dia melamar ku.


Dan untuk menghilangkan kecurigaan ku kepada pacar ku tersebut, aku harus bertanya langsung kepada nya.....


...LISA POV END...


" Daren " Panggil Kio, yang di mana saat ini Daren sedang main game online dengan Jay.


" Apa? " Balas Daren, yang masih sibuk dengan game nya.


" Pacar lo panggil tuh...." Ujar Kio, yang menghadapkan wajah Daren tepat di pintu kelas, yang di mana Lisa berdiri di sana menunggu nya.


" Eh, Lisa!? " Langsung saja Daren berdiri dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju ke tempat pacar nya berada.


" Woy Daren! game nya gimana? " Teriak Jay, yang terlihat ke susahan dengan permainan game nya.


" Sama Kio aja main, gue mau pergi sama Lisa! " Balas Daren yang ikut berteriak, dan langsung saja Lisa menarik tangan Daren keluar dari kelas.


" Lah... si Daren main tinggal aja! padahal sedikit lagi juga menang, cih... mentang-mentang ada pacar! " Umpat Jay, yang kesal karena kalah bermain game nya... dan juga iri dengan Daren yang sedang berduaan dengan pacar nya tersebut.


Puk.. puk.. puk..


" Sabar Jay, jodoh lo pasti akan datang di saat yang tepat nanti nya....dan untuk sekarang lo harus menikmati hidup tanpa pasangan, karena rasa nya akan terasa berbeda bila lo udah ketemu sama jodoh lo " Ucap Kio, yang menghibur teman nya tersebut sambil menepuk punggung Jay.


" Lo enak ngomong kayak gitu karena udah punya pacar, sedangkan gue.... " Balas Jay, yang saat ini terlihat lesu.


" Hehehe... lebih baik kita main game sekarang " Kio pun langsung mengalihkan pembicaraan, dan Jay hanya menganggukkan kepala nya tanpa berniat membalas perkataan Kio.


Mereka berdua pun mulai memainkan game online, yang sebelumnya di mainkan oleh Jay bersama dengan Daren.


Sedangkan Daren, saat ini berjalan bersama Lisa...yang entah kemana pacar nya tersebut membawa nya, dia tidak tau.


Tapi, terlihat jika Lisa yang lebih pendiam... dan biasa nya Lisa akan sedikit berbicara tentang tugas OSIS nya kepada Daren, entah kenapa sepertinya ada hal yang mengganggu nya saat ini.


*


*


*


*


*


" Apa ada sesuatu yang buruk terjadi? kenapa kamu diam saja sajak tadi sayang? " Tanya Daren, yang menggenggam tangan kanan Lisa.


Lisa langsung menepis tangan pacar nya tersebut, dan memberikan jarak di antara mereka berdua.


Yang saat ini Daren dan Lisa duduk di kursi panjang di taman belakang sekolah, tentu yang sedikit orang berada di sini, karena saat ini merupakan jam istirahat, dan tentunya kebanyakan siswa dan guru berada di kantin dan kantor guru.


Terlihat Daren terkejut dengan sikap pacar nya itu, tapi dia kembali menetralkan wajah nya lalu mulai bicara kembali.


" Apa aku ada berbuat salah dengan mu? katakan saja, jika kamu diam terus seperti ini akau tidak tau di mana letak ke salahan ku. " Ujar Daren.


" Kemana kamu kemarin? biasanya kamu akan menghubungi ku atau enggak ke rumah ku, tapi kamu malah enggak ada kabar.... dan hanya mengirim sms kalau kamu sibuk...apa lagi kita belakangan ini juga jarang bertemu, atau kencan kita juga mulai jarang belakangan ini. " Jelas Lisa.


" Emang apa yang sedang kamu lakukan sampai se sibuk itu enggak menghubungi ku kayak biasanya? dengan perempuan mana kamu berhubungan belakangan ini? Niya? Syifa? atau... ada perempuan lain!? " Ujar Lisa, yang menatap tajam ke arah Daren dan meremas kuat pundak kanan pacar nya tersebut.


Langsung saja Daren menepis tangan Lisa dari pundak nya, karena merasa sakit sebab Lisa yang tiba-tiba saja mencengkeram kuat pundak nya seperti itu.


" Ada apa dengan kamu Lisa? kenapa berpikiran seperti itu, bahkan sampai menuduh Niya dan Syifa memiliki hubungan seperti itu dengan ku, kamu tau sendiri kalau mereka berdua itu pacar nya teman ku, dan kamu malah..... " Belum Daren selesai berbicara, Lisa langsung memotong nya.


" Lalu, kemana saja kamu minggu belakangan ini? " Tanya Lisa, dan Daren pun menghela nafas sambil menggeser rambutnya ke belakang.


" Aku sedang ada belajar tambahan dengan pak Revi untuk ujian tengah semester nanti, karena itu aku enggak bisa menemui mu minggu belakangan ini " Jelas Deran, terlihat Lisa merasa tenang... tapi kembali tersulut amarah memdengar nama Revi.


" Bukan nya kamu tidak ingin ikut belajar tambahan, apa lagi kamu menolak ikut les dengan ku dan memilih untuk belajar sendiri, tapi sekarang kamu kenapa tiba-tiba aja mau belajar tambahan...dan itu juga dengan pak Revi!? " Terlihat Daren merasa gugup dengan perkataan Lisa, di tambah pacar nya itu menatap selidik ke arah nya.


Daren tau kalau pacar nya itu memiliki hubungan yang tidak baik dengan kakak sepupu nya itu, di tambah lagi Daren yang ingin memiliki hubungan yang baik dengan Revi... yang pasti nya Lisa tidak akan menyukai hal tersebut.


Tarasa tangan kanan Daren di genggam Lisa dengan lembut, dan perlahan Lisa mendekat kan diri nya ke arah pacar nya tersebut.


" Aku boleh ikut dengan mu kan, saat pelajaran tambahan mu dengan pak Revi nanti nya? boleh kan? " Bujuk Lisa, yang meletakkan tangan nya yang lain ke pipi kiri Daren hingga menghadap langsung ke arah nya.


" Boleh? " Daren pun akhirnya menganggukkan kepala nya, karena dia tau pacar nya tidak akan menyerah untuk ikut bersama nya.


Dari pada Lisa melakukan hal yang nekat untuk bisa ikut dengan nya, lebih baik dia mengizinkan saja.


*


*


*


*


*


...DAREN POV...


Seperti yang ku duga, bila akan menjadi hal buruk dengan membawa Lisa bersama ku ke rumah Revi.


Jika boleh jujur, aku hanya ingin berduaan dengan pak Revi.... karena saat ini terasa suasana canggung dan berat oleh ku, karena baik Lisa maupun Revi tidak ada yang berbicara sejak 10 menit berlalu, dan mereka berdua hanya saling memandang satu sama lain... atau lebih tepatnya Lisa memandang tajam ke arah Revi, dan yang sedang di pandang tajam tersebut sibuk menikmati teh nya, walau sesekali membalas menatap tajam ke arah Lisa.


" Daren " Panggil Revi.


" I..iya Revi... eh..pak! " Hampir saja, sebenar nya aku tidak masalah jika memanggil nama nya saja tanpa embel-embek pak, tapi saat ini Revi dan... Lisa menatap tajam ke arah ku karena nama Revi keluar begitu saja, tanpa ada kata pak dari mulut ku.


" Saya pikir kamu di sini untuk belajar..." Ucap Revi, yang mata nya sebelum nya melihat ke arah ku langsung tertuju kepada Lisa.


" Kenapa pacar mu juga berada di sini, apa dia juga remedial saat ulangan matematika nya? " Lanjut Revi, dan bisa di dengar ada nada mengejek dari suara nya tersebut.


" Apa kita berdua bisa bicara sebentar pak Revi? " Saat aku ingin membalas pertanyaan Revi, Lisa langsung mengajukan permintaan untuk berbicara berdua saja dengan Revi... apa Lisa ingin, agar pak Revi tidak memberi pelajaran tambahan kepada ku lagi?


Tidak bisa! jika seperti itu, yang ada aku dan pak Revi akan....


" Baiklah.....Daren, kamu kerjakan saja soal ini dulu, dan tinggalkan soal yang tidak kamu pahami, nanti akan bapak ajarkan bagaimana mendapatkan jawaban nya " Aku langsung menerima kertas yang sebelumnya berada di atas meja, yang dimana merupakan soal matematika sebanyak 50 soal.


Terlihat Lisa dan Revi menuju ke arah dapur berada, dan aku sebenarnya merasa penasaran apa yang mereka bicarakan...


Walau begitu, aku memilih untuk mengerjakan soal yang di berikan oleh pak Revi, jika tidak aku kerjakan pasti nya mereka berdua akan curiga jika aku mendengar apa yang mereka bicara kan.


Walaupun begitu, aku tetap merasa penasaran apa yang mereka bicarakan... semoga saja Lisa tidak berbicara untuk Revi menjauhi ku.... yang dimana aku sudah susah payah untuk bisa dekat dengan Revi sampai ke titik ini dalam hubungan kami berdua.


...DAREN POV END...


*


*


*


*


*


" Lebih baik kamu menjauhi Daren...bang Revi.." Ucap Lisa, yang saat ini berdiri di depan Revi yang berada di depan nya.


" Jika tidak....? " Terlihat Lisa marah mendengar ucapan Revi, dan perlahan dia mendekati sepupunya tersebut.


" Apa yang sedang kamu rencanakan dengan medekati Daren? jika sampai sesuatu yang buruk terjadi dengan Daren, maka gue enggak akan... " Sebelum Lisa dapat menyelesaikan ancaman nya, Revi langsung memotong nya.


" Jangan khawatir Lisa, kami berdua hanya sebatas guru dan murid... toh di masa yang akan datang dia akan menjadi adik ipar ku..." Setelah mengucapkan hal tersebut Revi langsung berjalan menjauhi Lisa.


Dan Lisa pun hanya menghela nafas, karena dia tau jika mendesak sepupu nya terus-menerus, yang ada hanya ada sebuah pertengkaran... dan dia tidak ingin Daren melihat nya seperti itu, apa lagi ada sesuatu yang di sembunyikan oleh pacar nya itu.


Dan Lisa tidak tau, apa yang di sembunyikan oleh Daren....


...💟 BERSAMBUNG 🖤...


Jangan lupa dengan :


Vote ❤


Like 👍


Komentar 💬