
" Sialan tu pak Revi, kalau aja dia bukan wali kelas kita... udah gue... " Belum selesai Jay menyumpahi wali kelas nya, Arya langsung memotong ucapan nya tersebut.
" Diam Jay, ini sudah ke 10 kali nya lo nyumpahin tu pak Revi....enek gue dengar nya."Ujar Arya, yang saat ini mereka sedang berada di kamar Daren dan tentunya juga ada Kio serta pemilik kamar.
" Ya... gue heran aja sama tu walai kelas kita... padahal gue cuma ketiduran di tengah pelajaran bu Mila.... eh, gue malah di suruh bersihin lapangan basket sama tu pak Revi " Ujar Jay, yang terlihat dengan jelas raut kekesalan di wajah nya.
" Lo pada semua tau kan, kalau tu lapangan basket ukuran nya luas..... dan parah nya lagi, gue di suruh untuk bersihin sendiri tu lapangan.....kan bangsa* tu wali kelas....padahal bukan gue aja yang ketiduran di kelas, banyak juga yang pernah kayak gue....tapi malah gue sendiri yang di hukum." Yang di setujui oleh Kio.
" Gue juga, pernah tu gue minta izin enggak bisa mengikuti pelajaran nya karena ada urusan.... eh, tu pak Revi malah kasih gue 2 kali lipat lebih banyak tugas dari pada teman yang lain nya... kan gue udah minta izin, emang bangsa* tu pak Revi " Ucap Kio, yang ikut-ikutan menyumpahi wali kelas mereka.
" Udah, enggak usah di ngomongin tu pak Revi.... lebih baik selesain tugas kelompok kita ini.... gue mau cepat-cepat main game online nih... " Ucap Daren, yang udah jengah dengan teman-teman nya tersebut.
" Emang nya lo enggak marah dengan tu pak Revi? padahal lo juga kena hukuman dari pak Revi kemarin " Ucap Jay kepada Daren, yang aneh nya diam-diam saja sejak pembicaraan tadi.
" Gue enggak peduli, yang gue mau sekarang selesain tugas kelompok kita ini hari ini juga " Balas Daren, yang mulai mengerjakan tugas kelompok mereka.
" Toh, ini juga salah kalian juga... yah, terima aja di hukum sama pak Revi " Balas Arya, saat ini sedang membantu Daren mengerjakan tugas kelompok mereka.
" Lo sih enak Ar, enggak di hukum sama tuh wali kelas.... entar rasain aja sendiri, saat pak Revi kasih lo hukuman suatu saat nanti " Ucap Jay, merasa kesal dengan ucapan dari Arya.
" Iya....iyaa... " Balas Arya dengan malas, dan akhirnya mereka berempat pun mulai mengerjakan tugas kelompok mereka tersebut, tentu nya dengan beralih ke topik pembicaraan lain......untuk tidak membicarakan wali kelas mereka lagi, Revi.
...DAREN POV...
3 hari berlalu setelah pengenalan dengan wali kelas kami pak Revi, serta berkenalan dengan teman sekelas yang lain nya untuk lebih mengenal satu sama lain di kelas XI MIPA 9.
Semua nya baik-baik saja dan berjalan secara normal pembelajaran di sekolah setelah 3 hari berlalu, dan tentu nya karena sudah nyaman dengan satu sama lain maka kenakalan di kelas tentu nya pasti akan terjadi, dan mimpi buruk pun juga terjadi.... bersamaan dengan kenakalan para siswa yang terjadi di kelas.
Yang menjadi korban pertama dari hukuman pak Revi adalah 3 orang siswa dari kelas XI IIS 5, 3 siswa tersebut di suruh membersihkan semua kelas XI, dan aku masih ingat dengan jelas saat itu apa yang terjadi.
Pak Revi menyuruh para siswa kelas XI tidak perlu melakukan piket mereka, dan dapat di pastikan seluruh kelas kotor....di tambah lagi hanya 3 orang yang membersihkan seluruh kelas tersebut....yang menurut ku sangat berlebihan untuk sebuah hukuman.
Bahkan aku dan teman sekelas ku yang lain juga juga menjadi korban dari hukuman tersebut..... tentunya, seperti Jay dan Kio aku membenci guru tersebut dan bukan hanya kami bertiga, rata-rata siswa yang terkena hukuman dari pak Revi membenci nya.
Tapi, entah kenapa aku sudah tidak lagi memperdulikan hukuman dari pak Revi.... sejak saat masa hukuman ku kemarin....
...----------------...
...FLASHBACK...
...----------------...
" Kerjakan dengan baik-baik.... lihat masih ada debu nya yang masih menempel " Ucap Pak Revi, yang memperlihatkan sedikit debu yang menempel di jari telunjuk nya di hadapan ku.
" ...... " Aku kembali mengerjakan bersih-bersih kembali, tanpa membalas ucapan dari wali kelas ku itu.
Karena aku tidak ingin berkata kasar pada nya, saat ini aku sudah lelah secara fisik karena membersihkan gudang sekolah yang berukuran lumayan besar, dengan debu serta beberapa kotoran melekat di sana sini.
Di tambah lagi batin ku yang lelah, karena mendengar ucapan kasar dari pak Revi tentang cara bersih-bersih ku, yang selalu salah di mata nya itu... entah ada dendam apa guru ini dengan ku.
" Aku akan memberi tau sesuatu kepada mu bocah, karena dari sekian murid yang ku berikan hukuman.... hanya kamu yang paling pendiam dan penurut dari yang lain nya.... kebanyakan mereka akan menggerutu, pergi menghindari hukuman mereka, dan masih banyak lagi tingkah merepotkan mereka... yang membuat ku merasa jengkel " Ujar Pak Revi, walau pun sebenarnya aku ingin membalas ucapan nya itu karena tidak sadar diri, kenapa semua orang berbuat hal tersebut karena diri nya.... aku lebih memilih diam, untuk mengetahui apa yang ingin di sampaikan oleh orang ini.
" Aku tidak ingin melakukan hal yang merepotkan ini berupa hukuman pada kalian anak nakal, tapi.... tidak ada cara lain untuk ku mendisiplinkan kalian jika tidak menggunakan metode hukuman ini.... bisa di lihat bagaimana para guru di sini yang sudah menegur kalian untuk tidak berbuat nakal serta melanggar peraturan sekolah, tapi kalian anak nakal malah masih saja berbuat hal yang telah di larang oleh para guru... karena itu hanya ini satu-satu nya cara aku untuk bisa mendisiplinkan kalian semua " Jelas nya panjang lebar, dan setelah itu terjadi keheningan di antara kami.
Karena tidak bisa lagi aku untuk menahan mengucapkan hal yang ingin ku sampaikan kepada pak Revi, akhir nya aku pun mengatakan nya secara langsung kepada orang nya.
" Yang anda katakan itu ada benar nya pak, tapi apa anda tidak merasa khawatir jika mereka.....para siswa yang menjadi korban dari hukuman anda akan membenci anda nantinya....kemungkinan ada juga yang sampai-sampai membalas dendam nya kepada anda... seperti melukai anda secara fisik... " Ucap ku, sambil bertatapan langsung dengan nya dan setelah itu melanjutkan tugas ku kembali, setelah selesai mengatakan apa yang ingin ku katakan kepada nya.
" Korban, itu kata yang kasar bocah...... tapi, aku tidak peduli jika kalian semua membenci ku... toh itu tidak akan memengaruhi hidup ku... di tambah lagi " Terdengar ucapan nya tergantung, dengan pak Revi berjalan mendekat ke arah ku, yang saat ini aku sedang mengelap lantai yang basah dengan kain di tangan ku.
" Jika kalian melukai ku untuk membalas dendam... maka akan ku balas 2 kali lipat dari apa yang kalian lakukan pada ku... di tambah lagi jika melukai orang terdekat ku... aku akan memberikan apa itu namanya kematian kepada kalian....maka, sampaikan itu kepada teman-teman mu yang lain nya " Setelah mengatakan itu tepat di telinga kanan ku, pak Revi mulai berjalan menuju ke pintu gudang yang terbuka.
" Karena bersih-bersih nya sudah selesai.... kau boleh pulang, hukuman mu sudah selesai bocah " Dan, pak Revi sudah tidak terlihat lagi di sana.
Aku pun langsung menyentuh telinga kanan ku, dengan perasaan aneh di perut ku...
...----------------...
...FLASHBACK END...
...----------------...
Aneh nya, bukan nya merasa takut dengan ancaman tersebut... malah membuat ku merasa geli dengan ancaman pak Revi... serta membuat ku ingin mengetahui seperti apa Pak Revi itu.
Di tambah lagi Lisa adalah sepupu nya pak Revi, apa lagi aku juga penasaran....kenapa Lisa tidak menyukai kakak sepupu nya tersebut.... apa kah pak Revi juga tidak menyukai Lisa?
Semakin membuat ku penasaran untuk mengetahui jawaban tersebut....
...DAREN POV END...
" Ini buk, tugas nya " Ucap Daren, yang meletakkan tumpukan buku yang merupakan milik nya dari teman sekelas nya.
" Makasih nak, kamu boleh kembali ke kelas " Ucap sang guru, yang sebelumnya mengajar di kelas Daren.
" Baik buk " Dan Daren langsung pergi dari sana, tapi sebelum dia keluar dari kantor guru ada guru lain yang memanggil nya.
" Daren! sini dulu! " Panggil guru tersebut, dan Daren langsung pergi ke tempat guru yang memanggil nya.
" Ada apa buk Hana? " Tanya Daren.
" Ibuk ingin meminta pendapat mu mengenai seseorang " Ujar Hana, yang di balas tatapan bingung dari Daren.
" Bagaimana pendapat mu mengenai pak Revi? dia kan wali kelas mu... bagaimana dia mengajar murid nya? dia kan orang nya keras , apa dia juga bersikap keras kepada murid-murid nya? jawab pertanyaan ibuk Daren! " Tuntut Hana, yang menatap tajam ke arah Daren dan juga terlihat di mata nya rasa penasaran akan jawaban Daren.
Terlihat Daren agak canggung dengan pertanyaan dari Hana, di tambah lagi para guru yang ada di kantor melihat ke arah mereka berdua.
" Diam kau kacamata sialan " Ucap Revi, yang berdiri di belakang Daren.
" Pak Revi / Cebol " Ucap Daren dan Hana secara bersamaan, terlihat rasa kekesalan di wajah Revi mendengar ucapan Hana sedangkan Daren, terkejut dengan nama panggilan Hana kepada Revi.
" Daren, lebih baik kamu ke kelas sekarang! ini masih jam pembelajaran " Ucap Revi, yang menatap tajam ke arah murid nya itu.
" Ba... baik pak! " Daren pun langsung pergi menuju ke pintu kantor yang tertutup, sebelum melangkah ke luar dari kantor guru dia melihat ke belakang, terlihat Revi yang masih menatap tajam ke arah nya.
Segera saja Daren membuka pintu, dan langsung ke luar dari kator guru tersebut untuk menghindari wali kelas nya yang sedang marah saat ini.
" Dan kau kacamata sialan, lebih baik kau berhenti bertanya-tanya kepada para murid yang kau temui mengenai aku, apa kau paham? " Ucap Revi, yang sekarang menatap tajam ke arah Hana.
" Aku tidak melakukan hal yang salah, karena aku tidak ingin para murid juga menjadi takut dan menjauhi mu karena sifat keras mu itu, apa lagi saat ini... " Belum Hana selesai bicara, Revi langsung menghentikan apa yang ingin di sampaikan oleh nya.
" Lebih baik kau urus urusan mu sendiri, jangan pedulikan aku kacamata sialan " Revi langsung pergi ke meja nya dan mengambil kertas yang ada di meja tersebut, setelah itu dia langsung pergi keluar dari sana.
' Jika sikap mu masih saja seperti ini, mungkin kau akan selalu sendirian Revi.... karena aku dan yang lain nya tidak akan selalu bersama mu jika kau memerlukan seseorang sebagai penopang mu, di saat kau akan mengalami suatu masalah di masa yang akan mendatang nanti nya. ' Batin Hana.
Teralihat di penglihatan nya, para guru yang lain terlihat takut dan enggan berbicara dengan Revi, hanya Hana, kepala sekolah dan beberapa orang yang berbicara dan dekat dengan Revi, sedangkan selebih nya....
*
*
*
*
*
*
' Kenapa buk Hana menanyakan hal tersebut pada ku? apa murid yang lain nya juga di tanyakan hal yang sama seperti tadi.... ' Pikir Daren, yang mengingat kembali kejadian sebelumnya.
" Ada apa Daren? " Tanya Arya, yang melihat teman nya belum menyentuh makanan nya.
" Eh... enggak ada..." Daren pun mulai memakan makanan nya, tidak mempedulikan tatapan dari ketiga teman nya itu yang di lontarkan kepada nya.
...💟 BERSAMBUNG 🖤...
Jangan lupa dengan :
Vote ❤
Like 👍
Komentar 💬