Between Insecurity and Obsession

Between Insecurity and Obsession
Bencana Membawa Keberuntungan-2



Mona menyalakan lampu minyak itu,sepertinya lampu minyak itu masih banyak isinya ada tiga lampu minyaknya Mona menyalakan semuanya ruangan itu pun terang benderang. Mona membersihkan ruangan itu dan tak lupa membawa singa itu beruntungnya singa itu masih bisa berjalan meski terpincang pincang.Singa itu duduk dekat dengan pemanas,sepertinya perutnya itu akan melahirkan beberapa hari lagi Mona salah perkiraan.


Mona berjalan ke arah kotak besar saat dibuka ternyata isinya ada beberapa roti kering dan beras sepertinya sudah lama tapi masih bisa dipilih pilih,ada perlengkapan memasak dan beberapa bumbu masak.Mona berpikir mungkin ini adalah ruangan rahasia.Dikotak yang sebelahnya lagi terdapat setumpuk emas permata perak dan berlian serta uang koin seperti koin jaman dulu.


Mona memasak beberapa daging kemasan yang dibawanya dan menanak nasi,dia mengumpulkan ranting yang diluar dan dikeringkan didalam ruangan ini Mona menutup pintu tanah itu takutnya ada hewan berbisa yang masuk kedalam ruangan sedikit pengap sih udaranya terlalu sedikit tapi tak apa Mona mengandalkan keahliannya memanfaatkan uap panas api untuk memutar sebuah karya buatanya kipas angin kecil.


Mona memberikan beberapa daging yang sudah dia bakar pada ibu singa itu. Dengan lahap ibu singa itu memakan daging pemberian Mona dia mengelus ngeluskan kepalanya pada Mona mungkin ibu singa sudah mulai merasa akrab dengannya.


Mona merebahkan badannya diranjang yang hanya terbuat dari kapas namun sangatlah nyaman.Dia tersadar bahwa dia malam ini sedang camping bersama banu,dia jadi khawatir pada banu mungkin Banu akan mencari dia dan rewah karena Mona menghilang...


"Besok saja aku akan coba memanjat jurang ini lalu mencari bantuan untuk menolong ibu singa ini kasian dia... "gumam mona


Sedangkan banu yang baru bangun tidur meraba raba kasur tapi tak ada Mona dia bangun dan melihat kasur basah tersembur air hujan dan tenda terbuka.Dia memanggil Mona tapi tak ada jawaban sedikitpun ada sedikit jejak sepatu kearah pepohonan yang rimbun banu berjalan menyusuri dan mengikuti bekas sepatu itu.Saat sampai dilubang besar seperti jurang tanpa dasar itu dibibir jurang hanya ada pita pink milik Mona yang kemarin malam digunakan untuk mengikat rambutnya.Banu terduduk lesu dan menebak mungkin Mona jatuh terperosok ke dalam jurang itu.


Banu segera menelpon timsar dia takut jika dibawah sana Mona terluka parah.


Setelah ditunggu sampai sore pun timsar belum muncul ternyata timsar juga terjebak oleh longsor dan hujan deras yang menyebabkan banyaknya pohon tumbang dan menutupi jalan.


Banu hanya bisa berdoa semoga Mona baik baik saja dia khawatir sampai sampai dia pingsan.Penyakitnya yang selama ini dia tahan kambuh,kanker stadium akhir telah mengerogoti tubuhnya dia berpisik lemah sekarang namun banu selalu menyembuyikannya dari Mona dia takut Mona malah khawatir dan tak fokus akan karir nya.


Banu tak ingin melihat Mona menangisinya dia bukan laki laki lemah Dan dia tak ingin Mona bersedih dan terus menitikkan airmata berharganya.Baginya senyum Mona adalah yang terberharga bahkan kebahagian Mona adalah obat rasa sakit dan obat untuk tetap bertahan hidup baginya.