
Mona terbangun dipagi hari diatas badan setengah air itu mona segera bangun melihat sekitar sepi tak ada siapapun hanya dia seorang yang niat bundir malah tak jadi karena jatuh mungkin tuhan tak mengijinkan dia mati sia sia.Mona duduk dihamparan rumput disisi danau burung berkicau berterbangan dari satu dahan ke dahan lain kupu kupu terbang mengelilingi bunga dihadapan mona yang mungkin baru saja mekar matahari yang menyinari tubuh mona dengan kehangatan yang lembut angin pagi menerpa rambut mona dengan perlahan terlihat wajah mona yang lesu pucat pasi tak berdaya.
Ditekuknya tubuh mona dan mulai kembali menyusun rencana hidupnya,dengan perasaan yang berangsur angsur membaik mona tersadar dan teringat jika dirinya meninggalkan anak binatang kesayangannya dan entah bagaimana nasibnya sekarang.Mona terbangun dan bergegas pergi dengan langkah seribu mona berjalan kearah mobil dan segera menyetir dengan kecepatan tinggi karena ingin segera pergi menemui hewan imutnya.
Sampai dirumah mona berlari kedalam dan terlihat bahwa hewan kesayangannya sudah lemah tak bernyawa tergeletak diatas lantai ruangtamu sedangkan ruangan begitu berantakan seperti habis terkena maling saat diperhatikan ulang ternyata benar rumahnya terkena maling salah satu boneka perak yang dipajang hilang begitu saja dengan kesal marah berlebihan mona kembali frustrasi kenapa? kenapa jika hanya ingin harta ambil saja jangan sampai meracuni hewan kesayangannya.
Hari itu kembali lagi dengan kesedihan mona menguburkan anak hewan kesayangannya dibelakang ditahan kecil tempat mona sering menyendiri.
Mona menuju kamar lelah rasanya membereskan rumah sendirian dan mandi dengan air dingin dikarenakan malas menunggu air hangat.Mona segera duduk dan membuka benda pipih tipis dan melihat ikon hijau tak ada pesan apapun kecuali notif dari youtube,mona segera mengalihkan pandangan kemeja dia bangun dan segera menuju computer dengan bersemangat mona melihat rekaman cctv rumahnya ternyata kematian kedua hewannya memang disengaja saat mereka mencoba melindungi rumahnya mereka terkena jarum suntik yang ditembakan para penjahat itu.
Dengan senyum sinis gigi putihnya terlihat berdarah karena terlalu banyak gesekan gesekan saat mona mencoba gemerutuk mona bangun pergi kewastapel dan mencuci mulutnya lalu pergi membaringkan badannya diatas kasur dengan pikiran yang berkecamuk dan satu juta cara terbayang bayang dipikirannya cara membalas dendam jika dibunuh itu terlalu mudah dan gampang mona ingin seseorang menderita perlahan dan merasakan apa yang dulu sampai sekarang dia rasakan.
Mona tertidur dengan pikiran jahatnya tak disangka gadis polos nan imut ini sekarang berhati kejam dan berotak keras dan tajam sekali sentuh bakal langsung terkena imbasnya ,mungkin mona lelah dengan hidupnya yang terus diganggu dan membuatnya muak.
Ditipu jalan diseberang sana ada seorang pria dengan senyum sedih dia berjalan dengan tembus menembus tembok bangunan tua terbengkalai sosok itu! sosok banu mungkin itu arwahnya mungkin banu belum rela dengan kematiannya karena belum bisa menjaga mona sepenuhnya.