
Setelah kejadian kemarin aku merasa hatiku mengebu gebu panas hatiku rasa ingin membunuh dan menguliti diri sendiri terus menjalar dipikiranku ini, hawa emosi yang memuncak begitu besar bergelora dihatiku aku membeci diriku dan mengutuk tubuhku dan wajahku ini, aku segera bangun dari kasurku aku melangkah sempoyongan ke arah kamar mandi.Sambil terus meringis menahan emosi dari malam sampai pagi aku mengepalkan tanganku lalu tak sengaja aku memukulkan tanganku kearah cermin didepanku.
"Brakk.. pyar.. trangg"suara kaca pecah dan terjatuh ke lantai kamar mandi.
"Argghghhhhhhhghgghghggh..... aku benci aku aku benci segalanya Kenapa?kenapa aku harus jadi sigendut babi yang jelek ini? knpa! "teriakku.
Darah segar mengucur bermuncratan kemana mana, aku terduduk lemas diatas lantai aku mengusap wajahku yang berlinang airmata bercampur darah segar dari tanganku yang terus merembes.
Setelah beberapa menit aku menghabiskan waktu terpuruk aku segera mandi dan kembali memasang balutan putih ketanganku.
Selesai mandi aku bergegas memakai baju,aku melihat diriku dicermin aku tersenyum..
"Dadaku lumayan besar dari atas rata rata jika aku diet aku bakal jadi cewe favorite dimanapun! "gumamku.
Aku memakai kaos putih dengan jeans longgar ditambah dengan cardigan berwarna army,ku ikat rambutku seperti ekor kuda,ku oleskan sedikit liptint kebibirku aku sedikit memoles wajahku untuk menutupi jerawatku tapi nyatanya aku tetap terlihat jelek dan banyak jerawatnya.
Kenyataan memang terlalu pahit dan sakit.
Aku berjalan dikoridor sambil menjinjing tas hitam kecil kesukaanku lagi..
...Sampai tidak terasa aku sudah sampai ditempat kerjaku. Ada Alin teman kerjaku yang lumayan baik ini sudah terbilang kebaikan untukku,dulu ada 3 pekerja,aku alin dan doni tetapi doni keluar karena dia melanjutkan kuliahnya.Sedangkan alin adalah seorang janda berumur 19tahun dia ditinggal suaminya pergi selamanya ya kalian tau ditinggal mati....
Aku segera pergi kearah belakang yah ke gudang ini masih pagi jadi toko nanti buka jam 07.15 saja. Aku sedikit berbincang dengan Alin...
"Hm..al kamu tau produk-produk kecantikan yang bagus gak? kira kira apa yah buat ngilangin jerawat?"ucapku sambil terus sibuk mengangkat barang untuk persiapan nanti dijual.
"Sebaiknya kamu lihat lihat di gc deh bnyak tuh group yang suka bahas tentang kecantikan"kata alin.
"Oh iyakah?nanti aku coba cari"
"coba pakai masker susu katanya lumayan bagus orang orang pada rame digc"ucap alin
Aku dan Alin terus membicarakan produk-produk kecantikan,tak lupa aku membahas cara menurukan berat badan.
"Sebaiknya kamu bersyukur jangan terlalu insecure terima saja Kenyataan dan ingat cewe itu cantiknya beragam Okr! "Kata alin menyemangatiku
Aku tersenyum dan menahan ujung mataku supaya tidak menangis aku memeluk tubuh mungil Alin. Alin mengusap ngusap punggungku dan terus berkata kata yang membuatku merasa nyaman dan lebih baik.
Yaa... aku harus menerima Kenyataan aku tidak boleh insecure lagi..
"Udah deh Mona itu gk boleh nangis nanti Alin jadi mules karena liat muka Mona nambah berkerut! "ledek alin.
"Hey kamu begitu senang yah?melihat aku menangis"
"hey sudah Mona kamu ini kekanakan!"senyum smirk Alin membuatku kesal.
"Hhaaa.. sudahlah ini sudah waktunyah buka Toko jangan lagi menangis ini mengerikan! "
"Oke-oke aku gak nangis Hhhee.. "ucapku
Aku kembali menata barang barang sambil menata aku berpikir andai aku setegar Alin aku tidak akan banyak terbully dan terus mengutuk tubuhku dan wajahku ini.
Hari ini mungkin aku akan sedikit merubah pola hidupku...
"Maaf author Mona sedikit naik turunkan alurnya biar para readrs makin semangat Baca! "
'Kenyataan'
Menerima kenyataan akan membuatmu sedikit demi sedikit paham akan alur hidupmu dan Kamu akan Tau rasa bersyukur