
Hari lalu aku bersenang senang bersama Banu, sekarang aku sedang berjalan jalan ditepi sungai kecil dipinggir jalan,aku masih betah dengan lingkungan sekitar sini udaranya segar masih banyak tumbuh pepohonan nan tinggi dan semerbak bunga yang mengelilingi sepanjang jalan dengan penuh warna seolah-olah seseorang sedang berjalan dikota surga penuh bunga.
Aku tertunduk lesu dibangku panjang berwarna cokelat keemasan dipinggir jalan.Ada beberapa orang lewat dan anaknya seperti baru berumur 15tahunan bermain dan bermanja bersenda gurau bersama orangtuanya.Sedangkan aku Mona hanya duduk sendiri,rasanya percuma memiliki tubuh yang sudah sempurna wajah yang rupawan dan seorang pengusaha jutawan jika tidak memiliki orangtua rasanya hampa. Hidup bergelimangan dengan uang emas permata perak intan berlian tak cukup bagiku aku ingin ada kedua Orangtua ku menyaksikan aku bisa berdiri kokoh seperti mereka mengajarkan ku dulu disaat masa masa bahagia.
"Aku berjanji akan mencari kalian meski diujung neraka pun.. "Isak tangisku.
Disaat aku masih sibuk dengan deraian airmata tiba-tiba.....
"Pakailah saputangan ini kau cantik tak boleh menangis hapus airmatamu dan tersenyumlah untukku.. "bisik suara seseorang yang familiar.
Aku menoleh kesampingku,,,
Dan ternyata itu Banu dia menyodorkan saputangan biru dan mengelap kan nya diujung mataku dengan begitu lembut. Rasanya nyaman seperti ada belaian hangat seseorang yang sangat diimpikan dan diinginkan.
Banu memelukku dengan erat dia terus memelukku dan mengelus ngelus kepalaku,entah kenapa sekarang rasanya aku tak ingin menolak belaian kasih sayang hangat dari nya.
Aku keluarkan semua beban yang begitu menusuk ini aku terisak isak dipelukkan Banu.
Setelah beberapa saat aku tersadar dan melepaskan pelukkan banu,pipiku memerah yah aku malu..
"M-maaf.."Gugup sekali aku
"tak apa,orangtuaku mengajarkan aku supaya jika ada yang sedang menangis peluklah karena dengan pelukkan seseorang akan merasa tenang dan lega.."ucap banu
"Oh benarkah? orangtuaku juga pernah bilang begitu saat masih bersamaki... "
"memangnya sekarang kemana orangtuamu? "
"Ya ceritakkan lah mungkin aku bisa membantumu"
Aku sontak terkaget ketika Banu ingin mengetahui kronologi orang tua ku.Aku menarik nafas sebentar lalu memandang jauh ke arah langit aku mulai menceritakn dari awal sampai aku seperti ini..
Setelah beberapa jam menyita waktu aku tersadar aku bercerita dengan begitu antusias dan tak sadar jika orang yang disampingku ini menitikkan setitik air mata.Banu mengusap airmatanya..
"Oh iya! kamu ikut saja denganku!sekarang orangtuaku pulang keIndonesia sekarang mereka menunggu aku menjemputnya dibandara"
"oh terus.. "bingung sekali aku mau menjawab apa.
"Kamu ayo cepat berdandan dan bergantilah pakaian kita temui orang tua ku mungkin mereka bisa jadi orang tuamu kelak atau mertua,hhhaa!baju kau basah dengan air mata ayo cepat ganti"
Setelah sampai dibandara dengan terburu buru aku dan Banu mencari orangtuanya..
Saat aku dan Banu menemukan kedua Orangtua nya aku begitu tercengang! aku begitu kaget mereka pun sama terkejutnya kenapa aku seperti berkaca dicermin dan melihat wajahku disaat aku sudah berumur 50-an.
Aku begitu syok dengan kejadian ini tapi ku tahan berusaha tetap biasa,aku pergi ketoilet dan mengambil dompetku,aku melihat selembar kertas ditanganku ada anak perempuan kecil berkepang dua dan pria wanita yang sedang tersenyum dan menggenggam erat tangan anak itu..
Ya meski sudah tua dan tidak bertemu begitu lama aku tetap bisa merasakan dan tau bahwa mereka adalah orang tua ku...
Aku menangis sejadi jadinya rasanya ingin aku menghampur kepelukkan mereka tapi aku sadar dan aku takut mereka tak mengenalku.Ada rasa sakit perih dan bahagia saat ini..
Aku terus menangis hingga lupa aku tak sadarkan diri ditoilet....