
Mona termenung dan segera beranjak pergi ke kamar mandi segera membersihkan tubuhnya.Mona mengajak diana untuk segera pergi menemaninya melihat toko perusahaannya yang habis dilahap si jago merah itu.Diana pun segera mendandani dirinya dan bersiap siap tak lupa diana menelpon dulu pembantu keliling untuk membereskan apartemennya yang berantakan gara gara mona.
"Assalamualaikum.."
"Wallaikusalam masuk bi nanti kalo udah beres bersih bersihnya tinggal call aku nanti aku bayar via online!" Saut diana
"Baik non.. "
"Oke aku tinggal bentar keluar oke.. "
"Hati hati dijalan non.. "
Diana dan mona bergegas pergi dengan tergesa gesa..
Saat masuk keapartemen diana bibi itu pun begitu kaget melihat keadaan yang begitu utak uraikan berantakan macam kapal pecah terbesit pikiran yang kotor kotor...
"Dasar anak zaman sekarang pada gak normal laki laki masih banyak malah lebih heboh main sama sesama.. " gumam si bibi.
Diana mengejar mona meski dia berlari pelan rasanya diperutnya sakit.Namun mau bilang pun diana tak berani diana takut mona akan khawatir dan malah kacau sekarang aja kondisinya udah gak wajar marah marah dan depresi gak jelas gegara perusahaannya hancur terbakar api.
Mona menyetir mobil dengan begitu gegabah hampir saja mona menabrak seorang anak kecil.Dipikirannya mona hanyalah bagaimana membangun kembali perusahaannya sedangkan hidupnya aja sekarang dikondisi bingung.Banyak sekali masalah yang datang bertubi tubi tanpa permisi lalu pergi meninggalkan bekas dihati.
"Mon pelan aja aku sampai sampai lemes untung gada penyakit jantung..."
"Baiklah.. "
"Jangan terlalu dipikirin soal itu gampang lah aku ada uang banyak kita bangun bareng bareng..."
"Sttt... jangan banyak ngomong kita ini kawan bukan lawan oke.. "
"Gue pusing banget sumpah.."
"Udah mon tenang fres dulu otaknya nanti kalo dah sampe kita selidikin ada yang janggal gk"
"Gua ada firasat sih ini bukan kecelakaan biasa tapi ada tangan dibalik ini.. "
"Nah udah gua duga udah pasti.."
"Heem.. "
"Eh!lu kan gak ada musuh dan gak pernah ada konflik ama siapa pun! "
"Minggu minggu ini geng bangsat yang dimasa lalu balik lagi di.. "
"Kalo gitu gak usah kesana gua bawa lu ke tempat temen gua,nanti kita cari informasi dari temen gua sekalian minta bantuan cari bukti.. "
"Oke.."
Mona akhirnya menyetujui permintaan diana untuk segera pergi ketempat temannya yang detektif itu.Saat sampai disana diana segera memakaikan masker pada mona dan memakaikan kacamata mereka layaknya seorang ******* yang mengendap ngendap.Diana mengetuk pintu dan setelah menunggu beberapa menit seorang laki laki yang tinggi berkulit sawo matang yang hanya memakai celana pendek dan tak memakai sehelai kain pun yang menutupi dada bidang kotak kotak itu lebih terlihat seperti petinju bukan detektif itu yang dipikirin mona.
Laki laki itu mempersilakan dua perempuan ini masuk dan segera menengok ke beberapa arah lalu segera menutup rapat rapat pintu itu. Mona begitu risih dengan tempat laki laki itu yang begitu berantakan disekelilingnya banyak foto surat serta benda benda lainnya ini detektif atau..hum atau psikopat sih..
Diana dan mona segera mengutarakan maksud dan tujuan mereka datang menemui laki laki itu.Laki laki itu bernama farhan, farhan segera menyetujui apa yang mona dan diana minta ternyata tak susah meminta bantuan.