
Setelah beberapa saat mona dan diana berbicara bersama farhan mereka segera berpamitan pergi.Farhan mengambil foto dicomputernya foto itu adalah foto mona aih!farhan mengecup foto itu dan tersenyum dia berpikir hatinya entah kenapa baru kali ini jantungnya begitu berdebar saat pertama kali melihat mona.Farhan segera merebahkan badan dan menulis beberapa diary nya tak lupa dia segera meneliti pekerjaannya tugas yang diminta oleh mona dan diana.
Beralih ke mona dan diana...
"Eh di lu yakin tuh cowok detektif?"
"Emang lu gak yakin..? "
"Huum gua agak ragu dia ke petinju bukan detektif Sksk.. "
"Lawak lu Mon dia tuh emang ke gitu tampilannya.. "
"Lumayan keren sih Wkwk.. "
"Lu minat Mon.. ?"
"Dih... "
"Lah ngaku aja lu.. "
"Kalo jodoh sabi lah.. "
"Wkwk lu baru kali ini berani.. "
"Lagian ngapain ke dulu males sekarang gua mau jadi diri yang berbeda.. "
"Sans aja di.. "
"Eh mon kita mampir ke bar yu.. "
"Skuy lah di.. "
"Go.. " seru mereka berdua.
Mona melajukan mobilnya perlahan dan segera memarkirkan mobilnya ditempat yang lumayan strategis.Mereka segera turun dari mobil dan diana berjalan paling depan menuntun mona yang masih celingak celinguk menatap sekeliling yang begitu banyak wanita wanita rendahan yang sedang jual diri menjijikkan sekali..
Mona memesan minuman susu yang bercampur alkohol permintaan yang begitu konyol tapi campuran ini membuat sensasi yang berbeda itulah menurut mona.Diana memesan beberapa botol minuman termahal diana memang paling malas dengan minuman murah jelas kualitasnya itu begitu rendah kadang juga ada alkohol campuran.
Mona menenguk beberapa gelas susu alkohol itu orang orang disekitar menganggap mona aneh karena mona meminta pelayan mengocokkan susu dan alkohol sampai berbusa aneh sungguh aneh begitu konyol,mona dianggap seorang pemula alkohol oleh orang orang disekitarnya itu.
Saat santai menikmati tegukan demi tegukkan yang meluncur masuk ketenggorokannya tiba tiba seorang wanita menggertak mejanya mona yang sedang minum itu kondisinya masih setengah sadar sedangkan temannya si diana sudah hampir teler karena begitu banyak minum.Wanita itu mengatakan hal hal yang menyebalkan padahal mona tak kenal sama sekali dengan wanita itu.Mona dicaci maki tapi mona terus minum begitu tenang dan santai seolah tak ada apa apa namun sikap mona yang tak menanggapi perlakuan wanita itu malah membuat sang wanita itu makin marah dia menumpahkan segelas susu ke dada mona.
Dada mona basah baju tipisnya menciptakan segurat bentuk saham besar yang begitu baik putih mulus dan bersih para orang orang kembali menatap mona terlihat para lelaki hidung belang menjilat liur saat melihat kearah dada mona yang menjiplak begitu jelas.
Mona yang kehabisan kesabaran segera berdiri dan menatap wanita itu dengan tatapan dingin namun penuh aura kemarahan,mona mengambil botol susu dan menuangkannya kedalam gelas lalu kembali menenggaknya.Wanita itu keheranan saat melihat tingkah mona yang tetap santai itu dimatanya mona sedang terus meledek dirinya maklum barang murah bawaannya emosi terus.
Wanita itu mulai menyerang mona dengan tonjokan kedada mona namun meleset karena dihindari oleh mona hal itu malah membuat jiwa rusuhnya menggebu.Wanita itu terus memukul namun percuma karena dia mabuk berat makanya pukulannya meleset terus.