
Aku tersadar diatas sebuah kasur tipis dan sekililingnya bernuansa putih bertabur bau obat.Yah!ini diruangan rumah sakit dimana lagi jika bukan rumah sakit tak ada yang menyamai bau obat yang menusuk hidung.
Aku melihat sekililing ada tangan yang menggenggam tanganku begitu erat,aku tercekat banu tidur sembari menggenggam erat tangan mungilku?serius?ya Tuhan!hatiku berdegub kencang.
Saat aku hendak melepaskan tanganku Banu terbangun...
"Kau sudah sadar?apa ada yang sakit? jangan membuatku khawatir!aku mencintaimu jangan pernah tinggalkan aku!meski aku baru mengenalmu aku mencintaimu dengan tulus! tolong jaga dirimu jangan seperti ini aku hampir gila dibuatnya kau tak sadar selama 2hari tapi kau malah terlihat baik baik saja.."Isak banu.
Aku tercekat tak mampu berbicara sepatah kata pun!apakah aku tak salah dengar?apa aku bermimpi?ya ampun aku begitu kaget apakah aku ini sudah berkhayal terlalu tinggi sampai terbawa mimpi?
"A-apakah kamu salah mengatakan?"
"Aku tidak berbohong aku bicara jujur"
"Serius?"
"Aku selalu serius diwaktu apapun kecuali dikomedi badut! "
"h-hhe kau lucu,se-se-sebenarnya aku juga menyukaimu dari awal"jantungku berdetak kencang rasanya seperti mau meledak saja.
"Kau lucu ketika salah tingkah"
Banu menyubit perlahan pipiku...
Saat sedang asik bercanda ada yang memeluk tubuhku dari belakang begitu erat aku menoleh dan ternyata itu adalah...
"Anakku... "teriak Orangtua banu
"Kenapa? Ada apa? Kenapa kalian berteriak?apa banu membuat masalah?"tanyaku..
"Tidak bukan aku berbicara padamu, ternyata kamu ini Mona Williams anakku.. "
"Yah aku mencarimu selama 20tahun ini! "
Aku menangis sejadi jadinya dipelukkan orangtuaku kami berpelukan begitu erat rasanya aku sedang disurga..
Banu tersenyum dan memeluk kami bertiga...
Aku heran dengan banu kenapa dia tersenyum apa dia tidak sadar jika aku ini saudara kandungnnya?
Aku sedikit tercekat...
Banu melirik sekilas kearahku senyum gemas nya mulai dia tebar,yaampun dia tak tau dimana posisi keadaan sekarang senyum nya membuatku malah merasakan kebahagian yang setara dengan pertemuan kedua Orangtua ku....
"Anakku aku orangtuamu,mencarimu kemana pun tak pernah ketemu tapi sekarang tanpa sengaja... kita dipertemukan kembali...."isak kedua Orangtuaku.
"Tapi ibu dan ayah tau aku anakmu darimana?"
"Banu menemukan secarik kertas tua digenggamanmu saat ditoilet dan itu benar foto kami dan Mona anak kami,tidak ada yang menyimpan foto itu selain Mona karena dari kecil dia sangat suka dengan foto itu, dan yang kedua kami tes darah dan hasilnya darah kita sama..."ucap mereka panjang lebar.
Aku terharu aku kembali menitikkan airmata..
"Sudahlah lap ingusmu itu kau dari tadi menangis dan tak sadar sekitar wajahmu penuh ingus"gumam Banu.
Meski pelan bicaranya aku tetap mendengar suara banu aku mendengus kesal ku lap airmataku dengan tisu basah tak lupa ingus yang banu katakan pula...
Kedua Orangtua ku pergi pamitan untuk pergi ke acara meeting mereka dari dulu memang sibuk, baru saja bertemu sudah pergi begitu saja
"Hey kita saudara angkat mungkin kita masih bisa menikah dan memiliki dua anak yang kembar"senyum nakal banu keluarkan
"Kau sedang menggodaku?pria nakal!"
"Kau yang menggodaku lewat ingusmu,jika ingus ku asin mungkin ingusmu manis semanis dirimu"
"Kamu ini gombal merayu atau meledek diriku?"
Aku mendengus kesal dibuatnya dia bukan menghiburku tapi meledekku. Tapi yah dia lucu menggemaskan dan dia hangat...
"Sudah jika kamu memajukan bibir mungilmu itu kau makin lucu rasanya ingin sekali terus meledekmu Ahhahaaa.... "bahak banu
"Kau pria menyebalkan! "
"Kau gadis imut nan cantik yang menggemaskan"
Aku tersenyum untuk kesekian kalinya,aku bersyukur menemukan diriku yang sebenarnya.Rasa insecure ditubuhku mulai hilang dan rasa bersyukur mulai menjalar.
Terimaksih Tuhan kau memang segalanya untukku..