
Hari ini dimana aku harus pergi ke pusat kota untuk mengadakan pelelangan barang kosmetik,aku segera bangun dari tidurku baru pukul 05.06 WIB.
Aku segera kekamar mandi, menggosok gigi mencuci muka dan mandi dengan tetesan air hangat dari shower,aku tak lagi memakai batub ya itu menghabiskan banyak dan menyita waktu ku. Setelah mandi aku bergegas berganti pakaian, mengeringkan rambutku dengan pengering rambut. Aku memakai dress ketat sepaha berwarna merah dengan untaian bulu halus yaitu selendang bulu putih yang hangat ditambah dengan rambut terurai panjang keritingku dipoles dengan sebanding wajah termulus pipi merona merah seperti baby dan warna merah mempesona dioleskan dibibir glamour ku.
Aku berjalan kearah mobil berwarna merah semerah bajuku,aku duduk dibelakang mobil.Supirku melajukan mobil dengan teratur.Aku menghela nafas saat melihat dimana aku terkena bully dan tersiksa.Betapa Perih'dan sengsaranya aku dulu,sedangkan sekarang berbanding jauh terbalik dari keadaan dulu.
Setelah lima jam perjalanan ke pusat kota aku segera menyewa hotel bintang lima.Aku berjalan kearah pekarangan hotel yang asri ada dua pintu,berarti disini ada dua penghuni aku dan oranglain.Aku bergegas ke dalam dan merebahkan badanku dikasur sebentar lalu kembali mandi karena gerah.
Aku memakai kuncir rambut dengan kaos polos pink ditambah dengan rok tutu yang anggun.Aku melangkah keluar dan mengahampiri ayunan dipekarangan hotel penuh bunga.Aku mengayunkan dengan kaki perlahan-lahan,setelah cukup terayun aku menghentikan kakiku untuk mendorongnya.Disaat mulai berhenti terayun dari belakang ada yang mendorong ayunanku aku terkaget kaget karena yang mengayunkan ayunanku bukan orang yang aku kenal.
Seorang lelaki dengan perawakan tinggi dan sembada berambut kuning cerah berwajah tampan dan berkulit putih dengan hanya memakai celana selutut dengan baju kemeja pendek yang tidak dikancingkan dada bidang yang berkilau mulus bagai seolah tak pernah tersentuh dan tergores rasanya ingin menghambur kepelukannya. Aku berpikir aku mimpi.....
ternyata ini nyata....
Aku tertegun sejenak..
"Jika kamu terus memandang dadaku dengan mata lucumu itu dengan mulut menganga ku rasa aku sangat risih.. "katanya,aku terlonjak sadar.
Dadaku berdegub kencang pipiku panas dan telingaku serasa habis kena jewer mak mak. Aku malu setengah mati dibuatnya, aku mengepalkan tangan dan meremas rok tutu ku.
"M-maaf... "ucapku gugup
"Sudahlah aku hanya becanda, hey namaku Banu setiana aku tetangga kamarmu.Boleh kita kenalan? "
"Y-yy.. ya namaku Mona Williams aku penyewa hotel ini, yah k-kita bertetanggaan"gugup sekali aku..
Sedikit demi sedikit meski waktu singkat aku mulai merasakan benih benih biji cinta mulai tumbuh.Yah Banu juga sama merasakannya seperti aku. Aku melirik kearahnya dia sedang makan steak sapi dengan sangat anggun dan begitu rapih. Ohh... Tuhan! dia sangatlah sempurna aku berteriak didalam hati.
Hari ini ku habiskan waktu bersama Banu.Besoknya aku bangun pagi dan berangkat ke pusat kota aku segera menyelesaikan pelelangan dan meeting bisnisku, dan ternyata didalam meeting bisnis Banu ada disana! Dia ternyata seorang bos dari segala kosmetik!Aku terkagum kagum dan merasa canggung akan banu.
Saat aku hendak pulang Banu mengejarku..
"Hey,mona kita mampir dulu yu ke restoran dan makan sore,sekalian kita jalan jalan bersama"ajak banu
"H-hmm o-oke aku ikut kamu.."kataku setengah malu.
Aku berjalan kearah mobil Banu karena yah dia tidak mengijinkan aku membawa mobil aku disuruh pergi bersamanya kami pergi bersama.
Sampai direstoran kami memilih duduk dipojok ujung ruangan dekat jandela yang saat menengok kejendela akan terlihat banyak keidahan taman bunga dan Kupu kupu berterbangan.Setelah memesan makanan kami menyantapnya dengan lahap yah tadi pas meeting tidak ada waktu untuk makan.
Aku dan Banu berbincang dan saling bertukar nomor ponsel,kami lanjut jalan jalan mengelilingi setiap sudut kota banyak keidahan disana apalgi ditambah Oppa korea ini disampingku..
Huhuhuhu...
Aku terharu dengan diriku ternyata aku bisa dekat dengan cowok tampan ini, dulu boro boro bisa dekat kenalan dengan cowok pun susah dikarenakan keburikan ku dulu. Mungkin Banu juga sama jika bertemu aku diwaktu kucel dekil miskin dan seperti babi,atau mungkin dia tidak akan pernah melirik sakalipun. Sudahlah aku terlalu banyak berpikir..
Insecure ku tetaplah insecure aku susah melupakan kekurangan...