Between Insecurity and Obsession

Between Insecurity and Obsession
Bencana membawa keberuntungan-1



Malam itu Banu dan Mona membakar ikan berdua semerbak harum ikan bakar membuat siapa saja yang lewat merasakan keroncongan perutnya. Mona segera menyiapkan beberapa lauk pauk lainnya beserta dengan nasi hangat miliknya.Banu dan Mona segera makan mereka begitu bahagia gurat senyum dibibir merah banu terlukis dia terus memandang Mona yang makan dengan terburu buru.


Mona yang merasa terus diperhatikan mulai merasa malu,dia jadi salah tingkah.


"Sudahi menatapku memangnya ada lalat dipipiku..."ucap mona


"Dipipi mu ada sejentik nasi,,, "ucap banu seraya mendekati bibir Mona dan menjilat pipi Mona yang ada nasinya.


Mona yang diperlakukan seperti itu begitu tercekat darahnya naik turun dia begitu gugup karena jarak mukanya dengan muka Banu begitu dekat dan napas banu begitu hangat meniup telinganya kejadian ini membuatnya merasa panas dingin.


"Sudahlah aku mau cuci tangan lalu tidur.. "Mona mengalihkan perhatian banu.


Banu yang tau kalau Mona sedang salah tingkah pun tersenyum jahil.Segera dibereskannya sisa makannya.Banu segera tidur disamping Mona dia memeluk erat tubuh Mona.Malam itu begitu dingin dan tak ada yang sadar jika diluar sana hujan beserta angin besar sedang beradu.


Pepohonan bergoyang-goyang seakan akan tumbang tanah yang kokoh tiba tiba ambruk kebawah dan membuat lubang besar begitu dalam.Seekor singa besar jatuh kelubang itu terperosok begitu dalam.


Mona terbangun dia mendengrkan sekitarnya yang sepertinya sedang hujan.Saat keluar tenda dia sadar hujannya sudah berhenti.Rasa ingin buang air tak bisa ditahan dia segera membawa segulung tisu dan air.Kantong nya yang tak tau isinya apa pun itu dia bawa takut ada apa apa diluarnya nanti.Mona berjalan perlahan ke arah pepohonan yang rimbun dia berpikir itulah tempat yang cocok dan aman untuk buang air.Saat selesai buang air senter yang dipakai nya tiba tiba mati begitu saja terpaksa dia berjalan menggunakan nalurinya.


Saat menginjak ranting Mona terkejut dan terlepas pegangannya dari batang pohon, Mona terpeleset ke dalam lubang jurang itu dia terjatuh begitu dalam.


Malam pun semakin larut Mona yang baru sadar dari pingsanya dan segera mengusap darah dibibir hidung dan dahinya sepertinya pipinya juga tergores oleh beberapa akar meninggalkan seperti bekas sayatan pisau. Mona berjalan tertatih tatih dia teringat dengan kantong yang dibawanya.Senter yang dipegang erat itu juga hidup kembali..


Mona berkeliling kesekitar tempat itu kosong hanya terbengkalai ranting pohon tapi dia menemukan seonggok badan besar berkulit kuning kecoklatan Mona menghampiri benda itu.Saat tinggal dua langkah kearah benda itu benda itu bergerak dan menggeram..


"Grrrr,,, grrrt,,, grrrrr,,,,aohhhhhh"


Ternyata itu seekor singa betina yang terluka dan hendak melahirkan sepertinya dia juga terperosok kebawah lubang ini.Tangan Mona mencoba menggapai hewan itu meski takut tapi naluri kasiannya begitu kuat tak peduli apa resikonya. Hewan itu menyeringai namun saat tangan Mona menyentuh perutnya singa itu terdiam dan menurut mungkin dia mulai merasa aman.


"Tunggu sebentar aku akan menghangatkan badanmu dulu supaya tetap nyaman tunggu aku.. "ucap mona


Singa itu terdiam seperti mengerti apa yang diucapkan Mona singa itu hanya terdiam dan memperhatikan setiap gerak gerik dan langkah Mona yang sedang memungut beberapa ranting. Mona membakar ranting itu didekatnya singa itu,singa itu awalnya kaget mungkin mengira bahwa Mona akan membakarnya dan memakannya.


Mona mengeluarkan isi tasnya ternyata dia salah membawa kantong dia berniat membawa kantong yang isinya kotak P3K ternyata dia membawa kantong isi lengkap ada kotak P3K makanan ringan daging mentah instan alat tajam seperti pisau dan gunting ada beberapa helai baju dan 2potong selimut lipat.Dia tertegun Mona berpikir kecelakaan ini seperti akan disiapkannya...


Mona menutupi badan singa itu dengan sehelai selimut singa itu menjilat tangan Mona. Mona berjaga jaga dan terus berkeliling dia tak berani pergi terlalu jauh dari singa takutnya sebentar lagi singa itu akan melahirkan.


Saat hendak bersandar kesisi tanah kering yang seperti tembok padahal itu tanah Mona malah terjungkal kebelakang.Dia jatuh kesebuah ruangan,sast Mona bangun dan melihat sekitar dengan senternya dia tercengang bukan main. Ternyata itu adalah tempat harta karun ruangan itu begitu luas seperti bekas sebuah kamar namun ini bawah tanah.Ada ranjang namun penuh debu lemari yang tinggi dengan banyak baju ruangan ini begitu lengkap ada kamar mandi namun itu sepertinya dari liangnya langsung.Ada sebuah lampu minyak dan sebuah pemanas ruangan tak lupa tungku kecil.