Between Insecurity and Obsession

Between Insecurity and Obsession
Mona Dan Banu



Hari berlalu begitu cepat orangtua Mona kembali ke eropa karena ada sebuah keperluan.Mona kini menghabiskan waktu bersama banu harinya penuh dengan pelangi.


Mona dan Banu berencana camping ke gunung,mereka ingin menikmati keindahan alam pedesaan.Mereka sedang mengumpulkan barang barang nya ke mobil.


"Mon kamu tau apa yang membuatku bahagia?" ucap banu.


"Yang membuatmu bahagia adalah makanan yang enak dan jalan jalan terus.. "dengus mona


"Salah! " banu melirik Mona kesekian kalinya.


"Terus? "


"Terus mendampingimu dan bisa membuatmu tersenyum bahagia tanpa harus mengeluarkn airmata... "


"Oh sudah pintar menggombal yah.. "


Mona menyenggol Banu,Banu yang sedang tak pokus jatuh terduduk.Mukanya memerah seperti tomat mungkin Banu akan marah.Astaga!!Mona membuat Banu marah?Mona tertunduk merasa bersalah Mona begitu takut ketika melihat banu mukanya sampai semerah itu.


Tiba tiba.....


Mona yang tadinya merasa bersalah dan ingin meminta maaf pun tak jadi Mona begitu kesal.


"Dasar kamu upil basah ku kira kau akan marah mukamu semerah tomat! "dengus Mona.


"Aku tak akan pernah memarahimu selagi bukan hal besar yang salah.. "senyum smrik banu keluarkan.


Mereka mulai perjalanan,sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam.Hening sepi canggung merambat kesegala arah.Mona mengalihkan perhatianya ke arah pemandangan diluar kaca mobik,rumah penduduk yang tersusun rapih bunga dipinggir jalan yang tumbuh dengan subuh pohon pohon yang begitu rindang.Saat melewati pesawahan bau lumpur yang khas suara kerbau tak lupa dengan tawa dan canda para petani yang sedang menanam padi.Kampung jauh dari polusi begitu indah nan menenangkan jiwa dan raga.


Mona meghirup udara dilepaskannya nafasnya dengan perlahan,satu hembusan nafas Mona seperti sedang melepaskan kepenatan hiruk pikuk dikota yang sumpek.Tiap hari memakai AC dengan derajat yang begitu tinggi karena gerah,tiap kali minum dari kulkas karena haus yang merajalela.Bahkan dulu lebih parah ketika Mona masih melarat.Mona terus melamun sambil menatap tiap pemandangan yang dilewati mobilnya.


Mona teringat dulu pas dia masih kecil orangtuanya pernah membawanya sekali liburan kepegunungan bunga.Saat bersama mereka rasanya seperti disurga,penuh canda dan tawa dari keluarga kecil yang bahagia,dan senyum Mona yang selalu menghiasi setiap desiran angin yang menggoyangkan batang padang bunga yang indah.


Tak terasa perjalanan begitu cepat,mona dan banu. sampai digunung.Mereka segera memasang tenda besar dan menyiapkan dapur kecil mereka.Setelah selesai membuat persiapan untuk nanti malam banu menarik tangan mona untuk mengikutinya.Saat sampai ternyata Banu mengajak Mona pergi melihat sungai kecil dengan airterjun yang begitu indah.Masih banyak semakin belukar diarah samping kanan dan kiri sungainya maklum pegunungan tempat Mona dan Banu camping adalah gunung terbengkalai yang tak terpakai dan masih belum ada yang berniat mengubah pemandangan indah menjadi semakin indah.Banu duduk diatas batu besar,terlihat dia sedang memancing ikan.Entah darimana kail ikan itu terserah lah itu urusan dia.Mona duduk disebelah banu,banu merentangkan tangannya memeluk dengan tangan sebelah kirinya,pinggang Mona yang ramping dia rapatkan dengan tubuhnya.


Mona menyenderkan kepalanya kebahu banu,mona tersenyum dia bahagia saat ini rasanya tak ingin pergi ingin berlama lama dengan situasi ini.


Langit mulai sore airterjun yang indah terhiasi dengan secercah cahaya orange dari matahari yang mulai tenggelam.Mona dan Banu segera beranjak ditangannya ada beberapa ikan besar hasil tangkapannya tadi.