
Mona terbangun dari tidurnya dia segera mengucek matanya dan melihat jam sudah menujukan pukul 03.02 sore dengan setengah nyawa mona berjalan santai kearah kamar mandi untuk segera adus biar gk bau jigong.Mona melepaskan bajunya dan segera memutar kran shower meluncurkan air hangatnya dengan percikan yang membuat tubuh mona segera segar kembali,dengan siulan santainya mona menyanyikan lagu sekenannya.Mona seolah melupakan hari hari tadi kebelakang yang begitu menyebalkan menyedihkan dan sialan.
Mona mengakhiri adusnya dan segera memakai handuknya,dia berjalan kearah lemari mona melihat beberapa tumpuk baju dan terlihat begitu penuh baju yang tergantung rapi mona memilih baju biru muda dengan pita dibelakangnya dress yang sempurna.
Mona memoles wajahnya dan sedikit kesal dengan muka nya yang tergores itu,dengan kesal mona mengepalkan tangan dan memukul meja dia meringis menahan sedikit sakit.
Telpon berdering tanda ada telpon masuk dengan langkah kesal mona segera menghampiri telpon yang terus berdering itu terlihat dilayar ibunya menelpon.
"Hallo?"
"Iya bu kenapa?.."
"Nak ibu ikut berduka cita atas kemalanganmu tapi sekali lagi maaf ayah ibu sedang sibuk"
"Huft..gak apa apa santai aja bu.. "
"Kau udah makan Mon? "
"belum bu aku baru selesai mandi dan akan pergi ketoko ada sedikit urusan"
"Yasudah uang udah ayah tf kekartumu"
"Hm baiklah terimakasih bu"
"iya sama sama nak"
"mungkin bulan depan,yasudah jaga kesehatanmu sayang ibu tinggal dulu ada meeting penting dadah sayang muahh"
"dah bu muach"
"Ckck..orangtua pengejar harta" dengus mona.
Telpon berakhir dengan begitu singkat mona sedikit kesal dengan sikap orangtuanya yang lebih mengutamakan uang daripada anaknya yang sering bersedih tapi tak apalah hari ini haru dibawa Happy Ajalah...
Mona segera keluar dan mengunci pintu rumah segera menakutkan mobil lalu pergi menuju toko nya sudah lama dia tak menjenguk keadaan perusahaan kecilnya.
Dispam sudah disambut oleh satpam mona segera memarkirkan mobilnya ditempatnya,dengan berjalan perlahan mona melihat sekeliling lumayan masih aman pengunjung juga masih ditargetnya.
"Selamat sore bu bos... "
"Selamat sore semuanya sudah sudah jangan membungkuk itu sangat risih untukku.. "
"Baik bu bos.. "
Karyawan nya mona membawa dia ke ruang kerjanya dan segera menjamunya mona sedikit tersentuh dengan perlakuan karyawan karyawan nya itu begitu sopan dan bertata krama.Mona melihat semua berkas berkas tokonya ternyata semua usahanya berjalan lancar,mona bersyukur meski hari harinya hancur namun usahanya tetap berada dalam jalan baik dan lancar tak ada gangguan.
Mona memutar mutar kursi dan segera membuka tasnya segera ia raih telpon genggamnya dan melihat ikon hijau dia melihat lihat snap milik orang dan segera bosan sedang melihat lihat dengan santai notif masuk segera mona buka dan ternyata diinstragram terlihat gang badgril sedang nongkrong dibar.Dengan mata mendelik mendidih mona berdecak kesal ingin rasanya dia jambak pukul sleding ketiga anak haram itu beban sangatlah didunia.
Kembali mona melihat postingan badgril itu ternyata ada barang miliknya yang diunggah huh sungguh memalukan barang hasil curian pun diunggahnya dengan santai sungguh menjijikan tanpa modal dan berpura pura so kaya dimedia sosial memang orang pansos lebih mengerikan dari ibu ibu penggosip.