Become A Villain Aristocrat'S Son

Become A Villain Aristocrat'S Son
Bab 05: Little Mouse



Kota Blackhunt, kota dengan seribu pandai besi yang menyebar keseluruh sudut kota membuat kota tersebut dijuluki dengan Kota seribu senjata.


Kota Blackhunt jugalah yang menghasilkan senjata tingkat tinggi yang dipakai oleh Kerajaan dan beberapa keluarga besar seperti Grand Duke.


Asap besi yang dipanaskan, dengan kereta kuda yang berlalu lalang. Membuat Kota Blackhunt menjadi kota industri. Kereta dan segala teknologi maju berkembang di kota ini.


Salah satu dari kereta kuda yang ada, seorang remaja berusia 12 Tahun, duduk sambil membaca buku ditangannya dengan serius. Dahinya berkerut, dan dia menyentuh pangkal hidung di wajahnya yabg pucat.


"Ugh....Aku melupakan sesuatu lagi," Gumamnya.


Hari ini, dia memutuskan untuk pergi Kota Blackhunt untuk mencari seorang "Tikus" bernama Little Mouse. Namun dalam perjalanan, ingatannya kembali memudar. Beruntung saja dia membawa bukunya. Setidaknya, dia masih belum melupakan siapa jati dirinya.


Dia datang kesini awalnya bersama dengan Alfred, namun dia menyuruh Alfred untuk pergi ke pandai besi terbaik disini dan meminta buatkan pedang sihir dengan kualitas tinggi. Lalu dia menyuruh Alfred untuk mengawasinya, tentu saja awalnya dia tidak mau melakukan itu karena akan meninggalkannya sendiri. Namun karena dia tau kekuatan sihir Noah, dia pun mematuhinya dan pergi sesuai perintah Noah. Lagipula, Noah berada di penginapan royal untuk bangsawan kelas atas.


"Tuan, kita sudah sampai ke tujuan," Ucap sang kusir kereta.


"Ya," Noah, yang memakai jubah hitam pun keluar dari kereta dan memberikan beberapa Koin perak sebagai pembayaran.


Dalam suasana jalan yang ramai, Noah berdiri didepan sebuah penginapan tua yang bobrok tercermin di mata biru tua nya.


"Aku menemukanmu."


*Cling!


Beberapa orang yang sedang bercanda dan meminum bir mereka, berhenti dan melihat kearah orang yang memasuki penginapan.


Tubuhnya menjelaskan usianya, yang tampak seperti remaja 12 tahun. Membuat mereka saling memandang dan tersenyum.


"Hey nak, apa yang kau cari?" Ucap salah satu seorang pemabuk.


"Aku mencari....Little Mouse," Ruangan pun menjadi hening.


"Pft....Hahahahaha!" Tawa meledak diruang tersebut, bahkan beberapa wanita dewasa yang ada di Resepsionis juga tertawa kecil.


"Hei anak kecil, lebih baik kau pulang sekarang!!"


"Hahahaha, jangan begitu Old Garry! Jangan takuti pria kecil itu!!"


"Fufufu, kau pria kecil yang lucu.." Seorang wanita dewasa tertawa dengan senyum diwajahnya.


"Oh, gawat! Yuhi sudah mulai menyukai anak kecil!!" Ucap salah satu orang pria.


"Cih, setidaknya dia lebih berani dari pada dirimu, Tony," Ucap Yuhi dengan sebal.


"Hahahaha!"


Mendapati puluhan orang nenertawakannya, Noah tenang dan tetap berdiri disana dalam diam. Wajahnya tak bisa terlihat karena jubah miliknya. Matanya yang biru gelap kini menatap puluhan orang itu dengan dingin dan pandangan mengejek. "Huh, dasar merepotkan.." Gumamnya.


"Tunggu, bukankah kau tidak sopan dengan sikap seperti itu," Old Garry menjadi sedikit dingin saat melihat mata Noah yang menatap mereka dengan maksud mengejek, apalagi dia mendengar apa yang digumamkan olehnya. Beberapa pria yang ada disekitarnya pun juga sama. Alhasil, suasana menjadi hening.


"Memangnya kenapa? Bukankah kalian sendiri.....Lemah?" Jawab Noah dengan cercaan.


Wajah Old Garry menghitam karenanya.


"Oy, sebaiknya kau cabut omonganmu!" Tony berdiri dan memiliki wajah yang merah.


"Tenang Tony, jaga amarahmu," Mendengar ucapan Old Garry, Tony yang merupakan pemuda berdarah merah duduk kembali dengan kesal.


"Aku tak peduli," Noah memotong nya bicara yang membuatnya terperangah.


"Kau!!" Wajah Old Garry menjadi merah padam.


Old Garry pun saling memandang dengan pria lain yang ada disudut ruang. Perlahan, pria itu berdiri yang menunjukan otot atletiknya yang dia pamerkan. Wajahnya penuh dengan luka sayatan yang terlihat mengerikan. Mungkin jika itu remaja lain, mereka akan takut. Tapi dia berbeda.


'Yah, sejujurnya dia tampak menyeramkan..' Ucap Noah dalam hati.


Setiap langkah yang diambil pria dengan luka diwajahnya, membuat suasana penginapan menjadi turun. Namun Old Garry mengerutkan keningnya, "Sejak kapan dia memiliki atribut es, kupikir atributnya adalah tanah."


Noah tersenyum dingin, "Enyahlah." Lalu pria yang mendekatinya itu pun berhenti, berdiri tepat didepan Noah tanpa bergerak sedikitpun hingga sebuah uap dingin keluar dari pria itu, dan tubuhnya mulai bergetar.


*Bang!


Pria itu pun terjatuh kaku didepan Noah, dengan mata birunya yang bersinar melalui jubah hitamnya menatap tubuh beku didepannya dengan dingin. Terlihat tubuh orang itu dilapisi oleh beberapa es di bagian tertentu yang membuat Old Garry sadar alasan menurunnya suhu ruangan disekitarnya.


Dibawah tatapan terkejut orang lain, Noah hanya mengalihkan mata birunya dari pria yang ada dihadapannya keseluruh orang yang tadi mengejeknya.


"Bukankah sudah kubilang....Kalian itu, lemah."


Sekali lagi, beberapa pria menjadi marah dan ingin berdiri untuk memukulnya. Namun Old Garry mengulurkan tangannya untuk menghentikan mereka.


"Orang itu ada di kamar 3, katakan saja, Old Garry sudah memberimu ijin," Mendengar ucapan Old Garry, Noah pun mengangguk dan berjalan melewati beberapa Pria dan Wanita tanpa melihat kebelakang. Mengabaikan beberapa gumaman tak enak yang memasuki telinganya.


"Anak itu..." Old Garry pun hanya memandangi punggung yang menjauh saat menaiki tangga.


"Ya, dia pasti orangnya."


...----------------...


Noah, berjalan ke lantai dua dengan jantung yang bergetar hebat. "Astaga, hampir saja tadi..." Ucapnya dengan sedikit rasa lega.


Sebenarnya dia takut, namun dia harus tetap dingin dan percaya diri dihadapan mereka. Mungkin jika itu permainan fisik, Noah akan kalah dalam sekejap. Namun dalam sihir, dia hampir tak terkalahkan diantara anak seumurannya. Kecuali Sang MC asli dalam cerita.


"Setidaknya aku tau, Freezing Eye milikku berhasil..." Gumamnya.


Selama beberapa tahun, dia telah mengembangkan skill baru berupa [Freezing Eye] yang dapat membekukan lawan jika lawannya memiliki kekuatan jiwa yang lebih rendah dibanding dirinya.


Dia pun menghela nafas, dan berdiri didepan pintu gudang. Kamar ketiga sebenarnya tak pernah ada. Hanya ada kamar dengan pintu satu, dua, empat, dan lima. Namun posisi ruang gudang disana menggantikan posisi ruang nomor tiga.


*Kriet


Deratan pintu membuat tiga orang yang berada disana mengalihkan pandangan mereka kepada Noah yang berdiri disana.


"Aku datang untuk mencari Little Rat, Old Garry sudah mengijinkanku," Mendengar ucapannya. Tiga pria itu pun kembali memalingkan pandangan mereka dan mulai berdiri, salah satu dari mereka berdiri kearah kepala rusa yang dipajang di dinding dan meniup lilin yang berada dibawahnya.


"Kau tunggu Dia disini," Lalu dia dan kedua orang lainnya pergi dari sana dan mengunci pintu ruangan.


Noah pun duduk di kursi, saat dia mulai merasakan benang-benang hijau mulai berkumpul di kepala rusa itu.


"Oh, sudah lama sekali sejak aku mendapat klien seusia dirimu," Suara wanita terdengar dari balik kepala rusa itu.


"Jadi, apa keinginanmu?" Tanya Little Mouse.


Noah tersenyum, dan mulai mencondongkan tubuhnya kedepan. "Aku ingin....Salah satu ramalanmu."