Become A Villain Aristocrat'S Son

Become A Villain Aristocrat'S Son
Bab 04: Invitation



Didalam kamarnya, Seorang remaja berusia 12 Tahun menulis sesuatu di bukunya dengan serius.


Noah, yang ingatannya semakin memudar mulai menganggap serius kejadian yang dia alami.


Selesai menulis semuanya, dia bersandar di kursinya dan menghela nafas.


"Night River Flower.....Kira-kira, ada dimana bunga tersebut."


Night River Flower, adalah bunga berwarna hitam yang sangat langka. Bunga ini dikatakan dapat membuang semua kutukan dan penyakit. Karena ingatannya yang mulai memudar, dia berusaha mencari bunga tersebut untuk dirinya sendiri.


Namun kata guru sihirnya sekarang, Fred, mengatakan bahwa hanya Night River Flower yang dapat mengatasi segala penyakit dan kutukan.


"Setelah menjadi Vampir, ingatanku jelas memudar....Apa itu juga karena efek kekuatan Dark Ice?" Tanya nya dengan heran.


Namun setelah beberapa lama berpikir, dia mencapai sebuah kesimpulan.


Ritual Kebangkitan, adalah membangkitkan jiwa dalam tubuh untuk menjadi kuat. Namun tampaknya, karan dirinya sendiri adalah seorang Reinkarnator yang mengambil alih tubuh Noah. Membuat jiwa nya dan Noah menyatu.


Menyatunya jiwa dalam tubuh, menandakan meleburnya pikiran mereka. Tapi nampaknya, jiwa Noah sendiri sangat kuat.


Dark Ice....Itu adalah elemen miliknya kini. Percampuran antara elemen miliknya dan Noah.


Namun setiap menggunakannya, dia akan selalu kehilangan emosinya. Kosong dan hampa, dia bahkan tak bisa merasakan apapun.


Dark Ice tercipta karena menyatunya dua elemen. Kegelapan dan Es. Kegelapan adalah elemen yang memiliki ketergantungan dengan kutukan dan kejahatan.


Karena itulah, setiap pengguna Kegelapan dapat dipastikan memiliki penyakit mental karena kutukan kekuatan mereka.


Entah Dia sendiri atau Noah yang mewarisi kegelapan. Namun karena mereka menyatu, salah satu jiwa pasti akan rusak karena penggunaan kekuatan Kegelapan.


"...Dan jiwa itu adalah aku sendiri." Ucapnya tersenyum pahit.


Karena itulah, dia ingin mencari Night River Flower untuk mengatasi kekuatannya sendiri. Namun dia tau, bahwa bukan hanya dia yang mengincarnya.


Bahkan MC pun juga ikut untuk mengincarnya untuk pembuatan ramuan yang terkenal.


Ramuan keabadian.


Dengan bunga tersebut dan dicampurkan dengan tujuh hati Naga yang sudah dimurnikan beserta mata burung Phoenix. Maka seseorang dapat menciptakan Ramuan Keabadian.


Sayang sekali, Naga dan Phoenix sangatlah langka didunia Manusia. Karena Phoenix dan Naga sering kali berselisih untuk menjadi makhluk mitos terkuat didunia.


Pada garis besarnya, dalam satu kandang tidak boleh ada dua pemimpin.


Namun rahasia untuk menemukan tempat dari Night River Flower sendiri ada di dongeng Putri Elf dan Penyihir Kegelapan. Sebuah dongeng di Kerajaan Elf yang kini berada di Alam Valhein.


"Tentu saja, aku masih ingat dongeng itu..." Ucapnya dengan tenang.


*Tok!


*Tok!


*Tok!


"Tuan Muda, ada sebuah surat untuk Anda," Diluar kamar, suara Pria tua memotong pemikirannya.


"Masuklah!"


*Kriet


Pintu pun terbuka, menampilkan salah satu Pelayan pribadi yang telah dipilihkan oleh Ayahnya.


"Dari siapa itu?" Tanya Noah.


"Ini.....Undangan dari Nyonya Putri Reflia, untuk mengundang seluruh Bangsawan dalam rangka acara Ulang tahun Sang Putri," Alfred terlihat ragu menyampaikan hal ini. Namun dia tetap memberikan sebuah surat yang terbuat dari bahan mewah dan stempel kerajaan.


'Yah, itu wajar karena aku itu selalu mengacaukan pesta'


Hal ini bermula entah beberapa tahun yang lalu. Karena dia baru pertama kali menggunakan Dark Ice, efek sampingnya muncul saat itu juga. Dan membuat menangin salah satu anak dari Viscount yang tidak dia kenal.


Noah pun membukanya dan membacanya dengan cermat.


"Kembalikan ini, bilang bahwa aku akan ikut," Ucapnya dengan ekspresi dingin. Dia pun kembali menyesap tehnya saat Alfred pergi dari sana untuk menemui Utusan Sang Putri.


...----------------...


"Sayang, bisakah kau ambilkan roti yang ada dirumah?" Mendengar perintah ibunya, Sarah, gadis berusia 11 tahun dengan rambut cokelat dan mata emas yang indah mengangguk.


"Ya, Ibu!" Sarah pun keluar dari toko roti milik Keluarganya dan menelusuri kota yang ramai dengan pedagang dan pejalan kaki.


"Halo Sarah! Apa kakimu sudah tak sakit?"


"Halo Anak muda!!"


"Oh, Sarah! Apa Ibumu baik baik saja?"


"Hei, jangan lupakan pesananku!"


"Selamat pagi!"


Sapaan demi sapaan tertuju pada Sarah. Dia tersenyum dan menyukai tinggal di kota ini. Dia lebih merasa bebas untuk melakukan apapun.


Lalu dia tiba didepan rumahnya dan memasukinya. Dia mencari letak dimana roti yang dimaksud dan membawanya.


"Oh, ini sedikit berat!" Ucapnya dengan kesal.


Namun dia tersenyum kembali dan berjalan menuju pintu keluar. Namun sebelum dia keluar, dia melihat sebuah surat menyembul keluar dari kotak surat yang Dia dan Ibunya buat.


"Eh, apa ini?" Dia mengambil surat yang sangat mahal tersebut dan membeku.


"S-surat dari kerajaan!!?"


Dia segera berlari dengan surat dan roti yang ada dalam pelukannya itu. Dan mengabaikan tatapan heran dari pedagang lainnya.


"Oh, ada apa dengan gadis itu?" Tanya Pedagang A.


"Entah, mungkin dikejar hantu," Jawab Pedagang B.


*Bang!


Pintu Toko dibuka dengan cepat oleh Sarah. Wajahnya yang putih kini memerah karena kehilangan nafas.


"Sarah! Apa yang kau lakukan!? Jangan banting pintu seenaknya!" Ibunya, yang merupakan Sarah versi dewasa menegur Sarah dengan ekspresi tegas.


"I-ibu!" Dia pun menunjukan surat dari Kerajaan, yang membuat Ibunya terperangah.


"I-ini!" Dia langsung mengambilnya dari Sarah dan membukanya dengan hati-hati.


Mereka berdua pun membacanya dan ekspresi mereka berkembang menjadi senang dan antusias.


"Ibu!! Kita akan kaya!!" Seru Sarah dengan senang.


"I-ini, apa ini nyata!" Ucap Ibu Sarah dengan ragu.


"Tentu saja Ibu! Lihatlah bahan surat ini, ini pasti surat yang sangat mahal!!" Jawab Sarah dengan bintang si matanya.


Hari ini, Putri Reflia yang mereka hormati, memesan Roti ulang tahun dari Toko mereka.


Hal ini sangat membuat mereka senang, fakta bahwa Putri kerajaan meminta roti buatan Mereka memberikan fakta bahwa roti mereka memang sangat enak.


Sarah yang senang, tiba-tiba melihat Ibunya menunduk dan menitikkan air mata.


"I-Ibu, apa Ibu baik-baik saja?" Tanya Sarah dengan panik.


"Ya, Ibu baik-baik saja, Hanya saja.....Ibu...Sangat senang, akhirnya Kita mendapatkan kesmepatan untuk membayar hutang kita!" Ucapnya sambil mengusap matanya.


Sarah yang mendengarnya pun rersenyum. "Bukankah aku sudah bilang, selama ada Sarah, Ibu tenang saja!!" Sarah pun memeluk Ibunya dengan erat.


"Um, tak kusangka Anakku sudah sebesar ini."


Anak dan Ibu itu pun saling berpelukan didalam Toko dengan haru. Penderitaan yang mereka alami karena hutang yang telah ditinggalkan Ayah Sarah pun akan segera dibayar. Hal ini membuat mereka senang. Mereka tak perlu untuk dihina dan dipukuli oleh para penagih hutang itu.


"Akhirnya, Kita bebas..." Gumam Sarah dengan senang.


"Ya.." Jawab Ibu Sarah dengan senyum.