Become A Villain Aristocrat'S Son

Become A Villain Aristocrat'S Son
[Arc 01: First Awekening] Bab 01: Started



...[Arc 01: First Awakening]...


...----------------...


Di kamar yang mewah dan luas, seorang bocah berumur 10 tahun berkaca di samping ranjangnya dengan rumit.


Rambut hitam dan mata biru nya yang bersinar, memancarkan cahaya dominasi dan kekejaman. Wajahnya sangat halus karena selalu dirawat dengan baik.


Dia mengenakan pakaian mewah berwarna cokelat, dia duduk di kursinya dan memegang cermin di tangannya. Dan memandangi dirinya sendiri.


"Walaupun sudah tiga bulan....Tetap saja, ini rasanya seperti mimpi," Gumamnya.


Tiga bulan....Itulah waktu dimana dia terlahir kembali ke tubuh ini. Beruntungnya, dia tau apa yang akan terjadi di dunia ini karena sebelumnya imi adalah dunia Novel Romcom yang dibuat oleh sahabatnya. Namun sayangnya, dia menjadi anak dari bangsawan jahat dalam cerita.


Namun perlu dia ingat, cerita game itu sendiri terdapat unsur NTR yang sangat menyiksa. Bahkan dia, yang merupakan teman dekat sang Author pun ikut imbasnya. Hampir setiap hari akan ada seseorang yang melempar batu kedalam apartemennya. Hanya karena dia adalah sahabat dekatnya.


"Lagipula, apa enaknya genre itu?" Ucapnya dengan heran, karena keputusan Sahabatnya sendiri yang menambahkan genre tersebut kedalam Novelnya.


*Tok!


*Tok!


*Tok!


"Tuan muda...Sarapan sudah siap," Dari balik pintu kamarnya. Suara dingin dari seorang wanita terdengar.


"Ya, aku akan segera kesana," Jawabnya.


Dia sebenarnya agak tak nyaman hidup disini. Walau dia akui, menjadi anak orang kaya memang enak. Tapi sebagai anak dari bangsawan jahat, dia bahkan memiliki reputasi yang sama buruknya dengan ayahnya sendiri.


Dia pun bangkit dari kursinya dan membuka pintu kamarnya. Didepannya, terdapat seorang gadis yang seumuran dengannya dengan rambut hitam dan mata berwarna merah darah.


Aisha, dia adalah Maid Pribadinya. Ayahnya membeli Aisha di salah satu perdagangan budak. Dan juga, Aisha merupakan salah satu tangan kanan sang MC nanti disaat cerita dimulai. Dia sendiri tak tau bagaimana mereka dekat, namun yang pasti. Plot cerita masih ada beberapa tahun lagi.


"Seharusnya waktu untuk ku berkembang masih banyak," Gumamnya.


Aisha pun membungkuk dengan hormat, "Selamat pagi Tuan," Suaranya dingin dan sedikit jijik kepadanya.


Noah pun mengangguk dan mulai berjalan seperti biasanya. Lalu dia pun menuju kearah ruang makan. Dimana seorang pria berperut besar sedang duduk di kursi utama sambil memakan daging yang begitu melimpah.


"Oh, kau sudah datang..." Wajahnya begitu acuh tak acuh.


Noah pun memutuskan untuk duduk di kursi yang kosong, berhadapan dengan adik kecilnya.


"Omong-omong, aku akan pergi nanti ke Ibukota. Jadi jangan buat kekacauan selama aku pergi," Ayahnya, sang Earl Eltrez mengingatkan Noah dan adiknya, Nathalia.


Mereka pun hanya mengangguk. Noah tau, bahwa ayahnya ke Ibukota pasti bukan karena pekerjaan ataupun politik dan sebagainya. Tentu saja, itu untuk perempuan. Ayahnya adalah seorang Dilf yang tak bisa menjaga ayamnya. Ingin sekali Noah menendang selangkangannya.


Jika saja dia bukan ayahnya...Tunggu, bukankah dia memang bukan Ayahku? Lagipula, dia adalah anak pertama dari Ibunya dengan Pria lain, namun Ayahnya yang pertama meninggal dan Ibunya pun menikah dengan Earl Eltrez yang sekarang. Tentu saja, hanya Ibunya yang tau akan hal ini, dan juga Dia.


Lalu mereka makan dengan suasana yang canggung dan dingin. Keluarga Eltrez, sangat berbeda dengan keluarga bangsawan yang lain.


Walau tak dijelaskan di dalam game, Keluarga Eltrez merupakan Keluarga yang ikatannya sudah hancur. Dan untuk Noah sendiri, dia tak begitu peduli.


Ibunya memiliki penyakit mengerikan yang membuatnya tertidur selama beberapa tahun. Adiknya memiliki bakat dewi, namun jarang sekali menunjukannya. Dan adiknya juga merupakan salah satu dari Harem sang MC.


Sedangkan Ayahnya....Yah, dalam cerita game nya, dia berhasil memperkosa salah satu Female Lead entah bagaimana caranya. Dan terbunuh dengan kejam.


Jadi saat ini, hanya menyisakan dirinya. Adiknya kelak akan meninggalkan keluarga Eltrez. Jadi hanya dia lah yang dapat meneruskan darah ini.


"Lagipula, apapun yang terjadi....Aku sekarang adalah Noah, Noah Eltrez."


***


Mengayunkan pedangnya dengan kuat dan cepat, Noah memfokuskan dirinya pada lintasan pedangnya sendiri untuk membuat serangan yang akurat kearah boneka kayu didepannya.


*Huft....Huft....Huft....


Nafasnya menjadi berat, dan keringat membasahi pakaian latihannya. Harus dia akui, otot dari tubuh Noah memang sudah bagus. Karena itulah dia memfokuskan dirinya pada teknik berpedang.


"Sayang sekali, aku tak punya guru untuk meningkatkan kemampuanku," Gumamnya dengan menyesal. Karena usianya yang masih 9 Tahun, dia hanya bisa berlatih sendiri dengan memakai pedang kayu untuk berlatih.


Itu salah ayahnya sendiri, yang memiliki reputasi buruk diantara bangsawan. Sehingga kebanyakan guru di Akademi sangat enggan untuk mengajarinya.


"Tuan, ritual kebangkitan sudah siap..." Datang dari belakangnya, Aisha menundukan badannya seperti biasa.


"Ya, aku akan membersihkan diriku sebentar."


Aisha pun mengangguk dan pergi dari sana. Noah tau, bahwa Aisha jijik dengannya. Itu bisa dia lihat setiap kali Aisha dekat dengannya.


"Bahkan dia tak berusaha untuk menyembunyikannya..." Gumamnya dengan pasrah. Sungguh, apakah Noah seburuk itu sebelum aku menyeberang?


Dia pun mengganti pakaiannya dengan bantuan Maid nya. Lalu dia menuju kearah lorong panjang yang mengarahkan dirinya ke ruang bawah tanah.


Ritual kebangkitan, adalah ritual untuk membangkitkan senjata jiwa dalam tubuh seseorang. Setiap bangsawan kadang memilikinya, walaupun kesempatannya hanya lima persen dari seratus persen. Sebuah senjata jiwa dapat meningkatkan kekuatan pengguna, bahkan dapat membantu mereka naik menjadi sosok seperti Grand Magister, atau mungkin True General. Bahkan bisa saja menjadi The High Priest atau Priestess.


Contohnya saja sang MC, dari lahir dia sudah diberi bakat tingkat raja dewa dan diberi senjata jiwa berupa Tahta Takdir yang dapat membuatnya mengatur takdir. Dalam usia kedua belas, dia sudah menjadi True General dengan julukan Hand of Judgement.


Sungguh tak masuk akal bukan?


Dan nanti, dia akan berhadapan dengan sang MC. Membayangkannya saja sudah membuat dia putus asa.


Ketika kau tau kau akan mati, kenapa kau berusaha melawannya?


Namun dia tetap tak putus asa. Elemen dasarnya sendiri adalah air. Mungkin saja dia mendapat senjata jiwa yang cukup hebat. Ataupun jika dia tak bisa mendapatkan senjata itu....Yah, senjata jiwa sebenarnya hanya untuk orang-orang berbakat.


Dan dia sendiri tidak keberatan jika dia tak mendapatkannya. Lagipula, dia hanya mencoba keberuntungannya saja.


Siapa tau, dia dapat membangkitkannya.


Selain itu, ritual kebangkitan juga berguna untuk memperlancar penggunaan sihir dalam tubuh.


Jadi dia tak terlalu rugi untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk ritual kebangkitan.


Yah, walaupun ada beberapa kasus tak terduga. Seperti tiba-tiba sihirnya hilang, atau perubahan elemen dasarnya. Bahkan ada yang dapat memunculkan hewan sihir dari percabangan kekuatan sihir mereka. Namun kemungkinan terburuknya, adalah mereka kelebihan mana dan pada akhirnya menjadi debu karena tak dapat menampung mana yang besar dalam tubuh mereka.


Namun dia tetap tenang. Lagipula, hal itu rata-rata terjadi karena Ritual kebangkitan mereka yang kurang sempurna dan dilakukan oleh amatir.


Dia pun berhenti didepan pintu yang besar, dan meneguk ludah nya sendiri.


Tunggu, kenapa aku menjadi gugup?


Aisha, yang ada dibelakangnya selama ini, pun membuka pintu untuk Tuannya. Dia dengan segera mengatur ekspresinya sedemikian rupa agar terlihat dingin dan kejam.


Ruangan yang luas dengan pencahayaan minim pun terpampang jelas didepannya.


Sebuah diagram sihir pun terletak ditanah, dengan beberapa orang berkerudung hitam yang berasal dari Gereja Alasthrope. Yang sedang mengelilingi lingkaran tersebut sambil memegangi lilin ditangannya.


Omong-omong....Kenapa suasana disini begitu mencekam?