
Setelah membasuh kaki sampai bersih. Salwa menyodorkan sendal untuk di pakai bosnya.
"Tuan ini sendal buat tuan . Hanya ini sendal yang jarang di pakai oleh saya ". Salwa menawarkan sendal tersebut.
Saat menyodorkan sendal . Zevan membelalak bundar matanya. Karena sandal yang bentuknya bulu bulu halus dan ada muka kucingnya itu yang di berikan Salwa .
"Ini? Tidak ada yang lain? Yaudahlah ". Pasrahkan dari zevan.
Akhirnya pun zevan pulang dan Salwa masuk kedalam kontrakan .
Sampai rumah zevan membersihkan diri dan ganti baju . Setelah di kamar, zevan merasakan ada yang aneh di dalam hatinya dan pikiran nya , sesaat mengantarkan Salwa pulang . Karena baru kali ini zevan berduaan di mobil dan bercakap-cakap dengan gadis selama itu . Karena zevan dari kecil tidak pandai dan mengacuhkan saat ada gadis yang mendekatinya . Sifat cuek nya sampai sekarang yang melekat di dirinya .
Kenapa ini hati dan pikiran kok tidak singkron ya . Kenapa bayangan Salwa ada di pikiran ku . Senyumnya yang manis , gigi yang gingsul , pipi yang ada lesungnya . Tidak bisa hilang dari pikiran ku . Batin zevan .
Setelah bayangan muncul terus , zevan pun tertidur lelap . Sampai pagi hari.
Kriiiiiinggggggggg!!!!!!! Jam weker berbunyi pukul 6.30.
Zevan bergegas mandi menjalani rutinitas di setiap harinya . Karena zevan orangnya tepat waktu dan disiplin . Kamar mandi zevan yang ada di dalam kamar rusak . Jadi zevan turun kebawah dan memakai kamar mandi bawah dekat dengan tangga . Mandi zevan setengah jam . Jadi jam 7 baru selesai . Karena buru buru mau meeting di kantor . Biasanya zevan mandi sampai 1 jam . Setelah selesai mandi zevan keluar dari kamar mandi memakai handuk yang menutupi perut sampai lutut . Jadi terlihat badan yang kekar, putih , bersih , dan tampan nya itu . Membuatnya sempurna menjadi tuan muda Wijaya .
Di saat itu lah Salwa datang dan sudah berada di ruang tamu karena sudah jam 7 pas. Salwa sudah bersama dek Ola . Karena Ola sangat antusias sekali karena pengasuhnya datang . Di ruang tamu ada bunda , Ola dan Salwa .
Saat Salwa mau mengambil air minum Ola di dapur . Salwa tidak sengaja melihat seorang pria gagah yang habis mandi . Salwa memedipkan matanya dan tangannya menutupi matanya , karena pria yang dari kamar mandi adalah bosnya .
"Hey kenapa kamu menutup mata? Apa aku setan? Sehingga kamu takut dan gemetar seperti itu?".tanya zevan yang sedang berjalan menuju ke atas.
"Maaf tuan maaf saya tidak sengaja melihat tuan seperti itu , saya tidak sengaja tuan ".
"Jujur tuan saya tidak sengaja melihat nya". Salwa malu ketika berhadapan dengan bos nya yang nya memakai handuk.
"Biasa aja , buka mata kamu aku kan pakai handuk tidak telanjang , aneh sekali kamu ". Zevan tersenyum tipis melihat Salwa malu.
"Benar tuan?".tanya Salwa dan perkahan membuka matanya.
"Iya tuan maaf".
Zevan pun meninggalkan Salwa karena dia mengejar waktu untuk meeting .
Punya bos kelakuannya kayak anak kecil , emang dia tidak malu apa dilihat banyak orang , banyak perempuan disini dia malah memakai handuk saja dengan santainya . Batin Salwa.
Saat itu Salwa , dek Ola dan bunda , ada di ruang tengah . Mereka bercanda gurau bahkan dek Ola tersenyum dan ketawa lepas . Setelah beberapa tahun Ola tidak tersenyum sebahagia ini .
Zevan turun dari tangga dan menanyakan sesuatu .
"Sal , sepatu ku dimana apa kamu sudah membersihkannya? ". Karena sepatu itu mau di pakai lagi karena mecing sama jas dan celana zevan.
"Ini tuan sepatunya".
Salwa memberikan sepatu yang sudah di cucinya, sontak melihat dan memegang sepatu milik zevan , zevan pun terheran-heran .
"Salwa kamu itu gimana ?kenapa sepatu basah kamu berikan ke saya?". Bengong saat memegang sepatu basah.
"Maaf tuan , tuan bilang suruh mencuci dan besok pagi jam 7 harus dibawa , ya saya bawa tuan ". Jawab dengan enteng nya salwa.
"Oh iya tuan , mana ada sepatu tengah malam bisa kering di pagi hari ? Ku rasa itu tidak mungkin tuan ". Meledek dengan halus.
Bener juga , aku kok bisa bodoh seperti ini . Apa yang ada di pikiran ku aahhh zevan . Batin zevan.
"Bunda aku berangkat dulu salam buat ayah ya Bun ". Zevan mencium punggung tangan bunda.
Bunda zevan menahan senyum saat zevan malu terlihat bodoh dihadapan wanita.
Zevan tidak berkutik saat Salwa menjelaskan . Zevan malu kenapa dia bodoh di depan wanita . Dan zevan langsung meninggalkan rumah . Karena mau meeting .
#ikutin terus ya ceritanya guys🤗aku baru disini