Because I Love You Impromptu Babysitter

Because I Love You Impromptu Babysitter
eps 30



Setelah Salwa sadar , Salwa melihat sosok laki-laki yang tidak asing baginya.


"Tuan Aham?". Ucap Salwa.


"Sudah sadar? Saya permisi dulu ". Ucap laki-laki itu.


"Lain Kali kalau sakit itu langsung berobat jangan Di paksa buat aktivitas". Ucap sambung laki-laki itu.


Tuan Aham kok aneh sekali ya, waktu itu tuan Aham baik sekali, kenapa ini judes begitu. Batin Salwa.


Laki-laki itu mau pergi tapi dicegah Salwa.


"Tunggu tuan, maaf kalau saya merepotkan". Ucap Salwa.


"Iya". Ucap singkat laki-laki itu.


"Ada apa ini?". Ucap Zevan yang tiba-tiba lagi Jalan menuju lobie.


"Tuan Zevan". Ucap Salwa.


Laki-laki itu menghampiri tuan Zevan.


"Selamat siang tuan". Ucap laki-laki itu dengan berjabat tangan kepada Zevan.


Zevan pun juga demikian.


"Zada, Ada apa ini kok kelihatannya pada ribut". Ucap Zevan.


"Kamu juga Salwa, kenapa lesu begitu". Ucap sambung Zevan.


"Ini tuan, Nona ini pingsan jadi saya Bantu sadarin". Ucap Zada.


"Maaf tuan memotong pembicaraan, bukannya ini tuan Aham ya?". Ucap Salwa terheran -heran.


"Hahaha, Salwa kamu belum tahu? , Ini Zada, mungkin kamu taunya Aham saja , mereka itu kembar identik". Ucap jelas Zevan.


"Oh makanya sifatnya beda banget". Gerutu Salwa.


"Saya dengar kamu bilang apa tadi, tidak Tau berterimakasih". Ucap Zada.


"Sudah , jangan ribut, Zada kamu kembali ke tempat kerja mu, biar aku urus Nona ini". Ucap Zevan.


"Baik tuan". Ucap Zada.


"Oh ya sal, Mari ke ruangan saya". Ucap Zevan.


Salwa pun mengangguk dan tersenyum.


Mereka berdua menuju ruangan Zevan.


"Mmmb tuan fino kemana ya tuan?". Ucap Salwa.


"Keluar, lagi Cari makan siang dia". Ucap Zevan yang sebel.


"Ngapain sih Cari dia". Ucap sambung Zevan.


"Ya , biasanya kan tuan Sama tuan fino bareng terus". Ucap Salwa.


Zevan hanya cuek menanggapi Salwa yang menanyakan keberadaan fino sekertarisnya.


"Oh ya ola Mana?". Ucap Zevan.


"Ola dirumah , bunda yang menyuruh saya antar makanan ini sendiri". Ucap Salwa.


"Oh begitu, tadi kenapa lesu Dan pusing begitu?". Ucap Zevan.


"Mungkin saya kelaparan tuan, soalnya saya belum sarapan dari pagi". Ucap Salwa.


"Kamu belum makan? Gila kamu? Yasudah makan ini cepat ". Ucap Zevan.


"Tapi tuan, ini punya tuan". Ucap Salwa.


"Sudah jangan buat saya khawatir dong, ayo makan, jangan peduliin saya". Ucap Zevan.


"Baik tuan". Ucap Salwa yang meng-iyakan.


Salwa pun memakan dengan lahap dan terus Di pandangi Zevan.


Tak lupa Zevan menelfon bagian OB untuk mengantarkan air untuk Salwa minum.


OB pun datang membawakan air minum.


"Nih buat kamu". Ucap Zevan.


"Terimakasih tuan, maaf saya merepotkan". Ucap Salwa.


Tuan Zevan perhatian banget Sama aku. Batin Salwa dengan senyum tipis.


Selesai makan Salwa pun membersihkan tepat makan.


"Lain Kali jangan Di ulangi lagi ". Ucap Zevan.


"Iya tuan , saya tidak akan ulangi lagi". Ucap Salwa.


"Ini kamu kan sudah Segar nih, ayo ikut saya temenin saya makan siang Di kantin". Ucap Zevan.


Salwa mau tidak mau menuruti apa kata tuan nya , Karena dia sudah makan makanan yang harusnya buat tuannya.


Ketika mau keluar, fino pun datang.


"Eh tuan , Salwa , mau kemana?". Ucap Fino.


"Kantin , oh ya tolong kerjain yang Ada Di meja itu ya". Ucap Zevan.


"Baik tuan". Ucap Fino.


Fino pun tersenyum pada Salwa untuk memanas-manasi tuan Zevan.


Ngapain sih Fino , senyam senyum ke Salwa.


Batin Zevan.


Zevan pun menggandeng tangan Salwa menuju kantin.


Sesampainya Di kantin Zevan pun memesan makanan.


"Kamu makan lagi ya !!!". Ucap Zevan menyuruh Salwa makan lagi.


"Tidak tuan, saya sudah kenyang". Ucap Salwa.


Salwa hanya memandangi tuan Zevan makan dengan lahap .


____


"Pah , aku ga sabar deh , dengan perjodohan ini". Ucap Tasya.


"Iya sya , papa juga seneng banget , semoga mereka setuju ya". Ucap tuan Bram.


Aku yakin tuan Zevan ga akan nolak perjodohan ini , aku juga yakin om Bara Dan bunda hara pasti setuju , dulu aja setuju waktu aku dijodohkan sama kakaknya tuan Zevan. Batin Tasya.


____


"Yah apa ayah sudah hubungin Zevan kalau malam ini Ada acara?". Ucap bunda.


"Belum bun, coba ayah telfon Di ya". Ucap tuan Bara.


Criing cring cring ...


Suara hp berdering.


"Hallo yah". Ucap Zevan.


"Hallo van, tolong nanti pulang cepat ya soalnya Ada acara". Ucap tuan Bara.


"Acara apa yah". Ucap Zevan.


"Nanti ayah beri tahu". Ucap tuan Bara.


"Iya yah". Ucap Zevan.


Acara apa ya selalu saja mendadak. Batin Zevan.


Makan sudah selesai.


"Tuan saya pulang dulu ya". Ucap Salwa.


"Iya ,kamu hati-hati ya". Ucap Zevan.


"Baik tuan". Ucap Salwa.


Zevan pun mengantarkan Salwa Di depan Kantor menunggu taksi lewat .


Salwa pun pulang meninggalkan kantor tersebut.


Salwa pun sampai Di rumah bosnya.


"Tante". Ucap ola.


"Hallo ola, lama ya tante". Ucap Salwa.


"Tidak tante, ayok Kita main tante". Ucap ola.


"Mainnya sebentar saja ya, kamu harus bobo ola". Ucap salwa.


"Siap tante". Ucap ola.


Mereka pun bermain Dan setelah bermain Salwa pun menidurkan ola.


"Sal, apa ola sudah tidur?". Ucap bunda.


"Sudah bunda". Ucap Salwa.


"Nanti malam kamu menginap disini ya , soalnya saya ,tuan Bara sama Zevan mau pergi". Ucap bunda.


"Menginap bunda?". Ucap Salwa.


"Iya mau ya". Ucap bunda.


"Baik bunda dengan senang Hati". Ucap Salwa.


Bunda pun tersenyum.


Sore Hari telah tiba.


Zevan pulang dengan Mobil pribadinya.


"Kamu sudah pulang van". Ucap bunda.


"Iya bun, ayah tadi yang suruh". Ucap Zevan.


"Mau kemana sih bun, acara apa". Ucap bunda.


"Bunda juga tidak Tau acara apa, Kita itu mau kerumah Tasya tadi papanya yang mengundang Kita". Ucap bunda.


"Mau apalagi sih keluarga mereka , kesel jadinya ". Ucap Zevan.


"Sudah dari pada ribut , ayo Kita siap-siap". Ucap bunda.


Zevan melihat Salwa , Salwa menunduk dan meninggalkan Zevan ke dapur.


Ada apa lagi sih ini , awas aja kalau aku dijodohkan sama si cewek centil itu. Batin Zevan.


____


Sudah siap semua , aku harus dandan yang super cantik. Batin Tasya.


"Wah anak papa cantik sekali". Pujian dari papanya.


"Iya dong anaknya siapa dulu". Ucap tuan Bram.


"Semuanya sudah siap sya , tinggal menunggu kedatangan keluarga wijaya". Ucap sambung tuan Bram.


"Makasih ya papa, udah adain ini buat aku". Ucap Tasya sambil memeluk papanya.


"Sama-sama sya". Ucap tuan Bram.


____


Keluarga wijaya pun berangkat menuju rumah tuan Bram.


Duh perasaan apa sih ini, kenapa aku gelisah sekali. Batin Salwa.


Salwa melampiaskan kegelisahannya dengan main sama ola.


Di dalam Mobil Zevan pun kesal sekali.


"Yah , bun , Zevan tuh males sebenernya kalau kesitu". Ucap Zevan.


"Udah , jangan banyak protes, Kita Di undang dengan baik ya Kita harus datang dengan baik". Ucap bunda.


"Tapi bun". Ucap Zevan.


"Aaaaahhh pusing kan jadinya". Gerutu Zevan.


Sampai Di rumah tuan Bram .


Tuan Bram Dan Tasya menyambut kedatangan keluarga wijaya.


bersambung...


#ikutin terus ya😍😍🤗🤗