Because I Love You Impromptu Babysitter

Because I Love You Impromptu Babysitter
eps 21



Zevan sampai dirumah , bunda melihat Zevan begitu kesal.


"Van , kenapa muka kok ditekuk begitu?". Tanya bunda.


Zevan menghiraukan pertanyaan bunda hara.


"Oh iya Bun , Salwa ijin 2 hari karena sakit". Berbicara sambil berjalan kaki menuju kamar nya.


"Lo Salwa kenapa ?, hey Van jangan pergi dulu dong bunda belum tanya nih , Zevan!!!". Ucap bunda yang menggelengkan kepalanya karena Zevan lagi tidak mood.


Salwa kenapa ya , kenapa Zevan terlihat marah begitu?. Batin bunda.


Dikamar, Zevan sangat kesal mendengar pujian Salwa ke laki-laki lain. Sedangkan dia tidak pernah di puji.


"Kenapa sih Salwa memuji laki-laki yang menolongnya, dia saja tidak pernah memuji ku ". Gerutu Zevan.


Karena gerutu nya itu tadi ,bunda mendengar di depan pintu kamar Zevan.


Bunda pun masuk kemar Zevan .


"Oh kamu kesal gara-gara itu?". Ledek bunda.


"Apasih bunda, bunda salah dengar". Ucap zevan yang mengeles.


"Salwa kenapa Van? Apa yang terjadi padanya?". Ucap bunda .


Zevan pun menjelaskan kejadian Salwa yang jatuh di selokan kepada bunda.


"Besok kita kerumah sakit jenguk Salwa Van". Ucap bunda.


"Bunda saja lah , Zevan malas". Ucap zevan yang kesal .


"Hmmm bunda tau , pasti kamu cemburu kan". Ledek bunda.


Zevan pun menundukkan kepalanya , dan muka yang cemberut.


________


Pagi hari telah tiba, Zevan dan bunda kerumah sakit untuk menjenguk Salwa.


Sekertaris Fino sudah di telfon Zevan agar semua meeting di kantor Fino yang urus semua.


Sesampainya di rumah sakit , bunda menggandeng Zevan masuk ke kamar inap Salwa.


Bunda dan Salwa mengobrol, Zevan hanya memainkan hp nya saja.


Waktu siang mereka berdua pulang dan Zevan tidak bicara apapun sama Salwa.


_____


Sekertaris Fino sudah pulang sore hari ,Fino sudah mengerjakan tugasnya di kantor , Fino pun ke rumah sakit karena hari ini Salwa sudah boleh pulang.


"Sal, mari saya bantu kamu , dan mengantar mu pulang ke rumah". Ucap Fino.


"Terimakasih tuan , maafkan saya kalau saya merepotkan". Ucap Salwa .


"Sesama manusia kita harus tolong menolong bukan?". Ucap Fino.


"Iya tuan benar , sekali lagi terimakasih ya tuan". Ucap Salwa.


Fino pun mengantarkan pulang Salwa ke kontrakan Salwa.


Fino melihat gadis yang pernah dia jumpa di rumah sakit waktu Salwa di jenguknya.


Fino melihat Mira , tapi Mira menundukkan kepalanya dan menggandeng Salwa ke tempat duduk ruang tamu.


Gadis ini diam saja , tidak mau mengucapkan apapun sama saya , terimakasih kek atau apa kek , diam saja kalau ketemu aku. Batin Fino.


Mira pun ijin kebelakang membuatkan minum untuk Fino.


"Ini tuan silahkan diminum". Ucap Mira.


"Terimakasih nona , saya sebenarnya ingin langsung pulang". Ucap Fino.


Mira pun mengangguk dan tersenyum tipis. Tapi Fino menghargai minuman yang di buat Mira. Fino pun meminumnya dengan nikmatnya minuman yang di buat Mira.


"Tuan terimakasih banyak sudah membantu saya ". Ucap Salwa.


"Kamu terimakasih Mulu , sudah saya mau pulang , et jangan lupa traktiran makan nya ya". Ledek Fino .


"Baik tuan saya tidak lupa". Ucap Salwa sambil tersenyum.


Fino pun meninggalkan rumah kontrakan Salwa.


"Baik kak , terimakasih ya kak". Ucap Salwa.


Setelah di buatkan makan mereka tidak mengobrol banyak , Mereka istirahat dan tertidur pulas karena besok mereka kerja cari uang.


Pagi hari salwa berangkat dan kaki nya masih di perban , kakinya sudah bisa jalan tapi masih ada luka.


Salwa sampai di rumah Wijaya.


"Salwa? Sini nak , kamu harusnya tidak kerja dulu sal". Ucap bunda.


"Tidak bunda , saya ijin cuma 2 hari jadi saya ya harus profesional ". Ucap Salwa.


"Baiklah , tapi hari ini kamu kerja tidak menjaga Ola, karena Ola di rumah besan saya". Ucap bunda.


"Oh begitu bunda , terus saya kerja apa bunda?". Tanya Salwa.


"Kamu ikut Zevan ke kantor". Ucap bunda.


Ucapan bunda di dengar Zevan.


"Bunda apa sih bunda , aku tidak mau dia ada di kantor ku , bunda suruh saja dia pulang". Ucap zevan sangat marah.


Salwa pun melihat tuannya marah , Salwa pun hanya terdiam dan cuek.


"Ikut apa kata bunda Zevan". Ucap bunda.


"Tapi Bun , nanti dia ngerepotin aku ". Bantah Zevan.


"Bunda yakin dia tidak merepotkan, dia kan gadis yang tidak manja". Ucap bunda.


Zevan pun tidak bisa menolak apa perintah bunda nya.


Salwa pun ikut dengan tuannya dengan jalan yang hati-hati.


"Van , di bantu dong jangan di tinggal , di gandeng gitu". Ledek bunda.


"Apa sih bun". Melirik bunda dan menggandeng tangan salwa.


Hari ini Fino tidak berangkat karena dia ada acara keluarga .


Jadi Zevan menyetir sendiri.


Mobil pun berjalan menuju kantor , di perjalanan Zevan pun masih terlihat kesal sama Salwa , karena Salwa memuji laki-laki lain saat itu.


Tuan Zevan kenapa ya kok terlihat marah sekali. Batin Salwa.


"Heh nanti kamu jangan merepotkan saya ". Ucap zevan .


"Baik tuan". Ucap Salwa


Zevan melirik Salwa memakai pakaian desa .


"Apa kamu tidak tau fashion Salwa?". Tanya Zevan.


"Apa ini pakaian untuk ke kantor?". Sambung Zevan.


"Maaf tuan , saya tidak tau kalau hari ini ikut sama tuan". Ucap Salwa.


"Ya sudah , aku akan mengantarmu ke salon". Ucap zevan.


Salwa hanya diam dan mengangguk kan kepalanya.


Sesampainya di salon, Salwa di sulap menjadi gadis cantik yang mempesona.


Zevan melihat nya dengan tidak mengedipkan matanya . Walaupun Zevan masih kesal.


Cantik sekali Salwa . Batin Zevan.


Diam-diam Zevan memotret Salwa pakai handphonenya.


Zevan pun langsung mengajak Salwa ke dalam mobil , dan melanjutkan perjalanan ke kantor.


bersambung...


#ikutin terus ya ceritanya 🤗


#maaf teman teman semua , kemaren saya sibuk sekali jadi tidak update apapun🥰


#jangan bosen ya bacanya , setelah di kantor apa ya yang terjadi.


ikutin terus pokoknya