
Ke esokan harinya Zevan sarapan , ayah Zevan kesehatannya semakin membaik dari pada sebelumnya.
"Yah , kemaren aku bantuin tuan Bram di perusahaan nya karena perusahaan nya butuh dana". Ucap zevan.
"Bram? Oh Bram yang dulu anaknya mau dijodohkan dengan kakakmu ?". Ucap tuan besar bara Wijaya.
"Iya , kemaren anaknya Tasya datang ke kantor ngasih undangan buat kita untuk acara makan malam". Ucap zevan.
"Oh ya bagus dong kalau begitu , sudah lama sekali tidak bertemu dengan beliau". Ucap tuan bara.
"Tapi Zevan males yah, ketemu anaknya itu ,centil sekali". Ucap zevan yang kesal.
"Haha , kalau di centilin Salwa kok ga marah?". Ledek bunda.
"Masa iya Bun? Apa itu benar Van?". Ledek ayah nya.
"Tidak ayah , bunda itu suka bercanda". Ucap zevan dengan cemberut.
"Kalau beneran , berarti kamu suka dong sama Salwa?". Ucap ledek ayah nya.
"Apasih yah". Ucap zevan .
"Kalau kamu suka beneran , ayah akan nikahkan kamu dengan Salwa secepatnya". Ucap ayah nya.
"Yah !! udah lah , kayak anak kecil saja ledekin terus anak nya nih sampai puas". Ucap zevan.
Setelah sarapan Salwa datang dan menunggu bos nya di ruang tamu , lagi-lagi salwa memakai pakaian desa.
"Aduh Salwa kenapa masih memakai pakaian desa sih". Ucap zevan.
"Tuan kan saya sudah bilang , saya tidak punya baju khusus kerja kantor". Ucap Salwa.
"Eehh apa ini kok pagi-pagi sudah ribut". Ucap bunda.
"Nih Bun, Salwa masa pakai pakaian desa sih bun". Ucap zevan.
"Gitu saja kok repot Van Van ". Ucap bunda.
"Salwa kan dari desa , dia disini baru beberapa hari jadi belum gajian ya wajar lah Van". Ucap bunda.
"Betul sekali ". Ucap Salwa.
"Ya sudah ikut saya biar penampilan kamu berubah". Ucap zevan dengan kesal.
Salwa hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
Saat mau masuk ke mobil , Fino datang untuk menjemput bosnya.
"Tuan , sudah siap?". Ucap Fino.
"Fin , aku pakai mobil sendiri , tolong kamu urus di kantor sebentar ya , saya ada urusan mendadak". Ucap zevan.
"Baik tuan saya permisi dulu". Ucap Fino.
Zevan melirik Salwa senyum-senyum melihat Fino datang.
"Ayo cepat ,keburu siang nanti". Ucap zevan.
"Baik tuan". Ucap Salwa.
Dalam perjalanannya menuju salon kecantikan lagi Salwa hanya diam dan merasa ada yang berbeda.
Setelah sampai ke salon Salwa pun disulap menjadi wanita yang menawan.
"Sudah?". Ucap zevan.
"Sudah tuan". Ucap Salwa.
"Setelah ini ikut saya ke mall". Ucap zevan.
"Ngapain tuan?". Tanya Salwa.
"Beli baju untuk kamu". Ucap zevan.
"Iya tuan".
Mereka bergegas menuju ke mall.
Zevan mengajak Salwa untuk memilih baju yang pas dan cocok untuk nya.
"Kenapa kamu dibelakang saya sal?". Ucap zevan.
"Namanya bos ya di depan, namanya pembantu ya di belakang tuan". Ucap Salwa.
"Sini samping saya , tangan kamu pegang siku saya". Ucap zevan.
"Tidak tuan , lancang sekali saya kalau bersikap begitu". Bantah Salwa.
"Ini perintah , jangan bantah bisa tidak". Ucap zevan.
"Baik tuan ". Ucap Salwa.
"Jangan ge er ya kamu, ini saya lakuin buat mereka para gadis-gadis yang berada di mall tidak menggodaku". Ucap zevan.
"Iya tuan". Ucap Salwa singkat karena tidak ingin membantah.
Apa ini alasan tuan Zevan ya biar bisa dipegang sama aku. Batin Salwa.
"Nih pilih sesuka kamu" . Ucap zevan.
"Tapi tuan , itu tidak perlu saya jadi tidak enak sama tuan". Ucap salwa.
Salwa hanya menunduk dan mengiyakan apa yang di perintah tuannya.
Salwa memilih baju satu untuk kerja.
"Kenapa memilih satu?". Ucap zevan.
"Saya ingin membeli baju dengan hasil keringat kerja saya tuan". Ucap salwa.
Baru kali ini gadis seperti ini, disuruh apa saja pilih malah milih satu , salut aku sama kamu sal. Batin Zevan.
Zevan tersenyum dan menahan senyumnya.
"Kenapa tuan? Ada yang aneh?". Ucap Salwa.
"Tidak , sudah itu saja sal?". Ucap zevan.
"Iya tuan, saya berterima kasih banyak , ini baju pasti saya jaga dengan baik , karena dibelikan oleh tuan". Ucap Salwa.
"Sama-sama". Ucap zevan.
_______
Di kantor Fino sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Fino sangat lapar , dia keluar kantor untuk membeli gorengan .
Dia melihat gadis yang jualan ayam goreng di depan kantor.
"Permisi, saya mau beli nona". Ucap Fino.
"Silahkan tuan ". Ucap Mira yang jualan ayam Tersebut.
"Nona sudah lama jualan disini?". Ucap Fino sambil mengunyah ayam goreng nya.
"Sudah lama tuan". Ucap Mira.
"Hmm ayam nya enak sekali nona, nona pasti pintar memasak ". Ucap Fino.
"Namanya juga perempuan tuan ya harus pintar memasak". Ucap Mira dengan ketus dan begitu cuek.
"Cocok jadi istri idaman". Ucap Fino yang kembali melancarkan gomablannya kepada wanita.
Mira hanya memutar kan bola matanya dan tersenyum sinis.
"Maaf tuan kalau bisa tuan pergi dari sini, ayamnya juga sudah habis di makan tuan". Ucap Mira.
"Iya nona jangan galak-galak". Ucap Fino.
Fino pun pergi dan meninggalkan gadis ayam goreng.
Gadis aneh, biasanya seorang gadis melihat orang tampan dan kaya , pasti dia mencoba mendekatinya, ini malah kebalikannya , jadi penasaran sama gadis itu. Batin Fino.
Tuan yang aneh, kenapa bisa-bisa nya dia gombalin aku, aku kan tidak suka . Ucap Mira.
_____
Zevan sampai kantor dan mengajak Salwa dan menggandeng nya.
"Gadis itu lagi, dia siapanya tuan muda ya?". Ucap pegawai kantor Zevan.
Mereka bertanya-tanya dan saling menggosip.
Salwa hanya bisa berpasrah kepada tuannya yang memperlakukan dia seperti itu.
Sampai ruangan Zevan melihat Fino sudah duduk di sofa.
"Tuan, Salwa". Ucap Fino.
"Eh tuan Fino ". Ucap Salwa.
Zevan hanya tersenyum dan merasa jengkel terhadap Fino.
"Fin , nanti saya punya tugas untuk kamu". Ucap zevan.
"Baik tuan". Ucap Fino.
"Sal , kamu kerjain ini". Perintah Zevan.
"Baik bos". Ucap Salwa dengan semangat.
Fino dan Zevan pergi meninggalkan Salwa , karena mereka ada meeting .
Salwa seorang diri dan mengerjakan apa yang disuruh bosnya.
Sampai sore Salwa sudah menyelesaikan tugasnya dan Salwa tertidur di sofa .
Zevan dan fino datang.
Kenapa dia tidur ya? . Batin Zevan.
"Sal , bangun sudah mau pulang nih". Ucap zevan.
"Emb eh iya tuan , maaf ya tuan saya ketiduran, tugasnya sudah selesai". Ucap Salwa menyodorkan hasil kerjaannya.
"Kerja bagus ".
Mereka pulang karena jam kerja sudah menunjukan waktu pulang.
bersambung...
#ikutin terus ya🤗🤗🤗😍😍😍