
Zevan langsung keluar dari kamar ayah nya .
Salwa pun mengikuti Zevan karena lihat tingkah nya yang terlihat aneh.
Zevan duduk di sebelah kolam renang dengan kaki yang di rendam ke kolam renang .
"Kenapa sih ayah bicara begitu". Gerutu Zevan.
Di kolam renang, Zevan hanya termenung dan gelisah.
Kenapa ya tuan besar kok bicara seperti itu, yang disitu perempuan yang belum nikah kan cuma aku, apa aku yang di maksud ya jadi calon menantunya?. Batin Salwa .
Aaaahh aku tanya saja deh sama tuan Zevan. Batin sambung Salwa .
Salwa menghampiri Zevan yang berada di dekat kolam renang.
"Tuan permisi boleh saya ikut duduk di sebelah tuan?". Ucap Salwa.
Deg...
Hati Zevan terkejut melihat Salwa .
"Ten tentu sal". Ucap gugup Zevan.
"Kau pasti mau menanyakan apa yang di maksud ayah ku tadi kan sal?". Sambung Zevan.
"Iya tuan, apa calon menantu yang di maksud itu saya tuan?". Tanya Salwa.
"Kamu tidak perlu mikirin itu ya sal, anggap saja ayah cuma bercanda". Ucap zevan.
"Kalau beneran begitu gimana tuan?". Ucap Salwa.
"Ya ya saya tidak tau, bilang saja kamu tidak mau". Ucap zevan dengan muka kesal nya.
Salwa hanya terdiam dan mengangguk.
"Lo kalian berdua disini ternyata?". Ucap bunda.
"Oh iya Salwa , besok Ola masih di rumah neneknya dia menginap 2 hari". Sambung bunda.
"Iya bunda saya ingat, terus saya kerja apa ya bunda". Ucap Salwa.
"Kamu ikut Zevan lagi ya kekantor". Ucap bunda.
"Biar kamu bisa dekat dan mengenal Zevan". Sambung bunda sambil mencubit dagunya Salwa.
"Maksudnya bunda?". Ucap Salwa.
"Zevan itu jomblo Lo , dia tuh tidak suka sama wanita mana pun , susah sekali dekat sama wanita , terakhir ini sama kamu bunda liat Zevan agak berbeda menyikapi wanita". Ledek bunda hara melirik Zevan.
"Wah apa itu benar tuan? ". Ucap Salwa ikut meledek Zevan.
"Apasih , jangan ge.er deh". Ucap zevan yang pipinya sudah memerah.
"Hemm pasti tuan Zevan suka kan sama Salwa yang cantik ini". Ucap salwa meledek terus dihadapan Zevan.
Kenapa gadis ini centil sekali sih tapi kenapa aku tidak geli ya bahkan tidak marah melihat dia centil begitu. Ucap zevan.
"Salwa , apakah kamu tidak tau , Zevan itu kalau ada wanita centil dia itu merasa geli dan pasti akan marah". Ucap bunda.
"Tapi dia tidak menunjukan sikap itu ". Sambung bunda melirik anak nya itu.
"Bunda apa sih , sudah jangan begitu". Ucap zevan.
"Salwa semua itu tidak benar jangan di dengerin apa kata bunda". Ucap zevan.
"Zevan mau ke kamar ". Ucap tegas Zevan karena kesal dan malu.
"Eh tunggu , ini sudah malam , anterin Salwa dong". Ucap bunda.
"Tidak bunda saya bisa pulang sendiri". Ucap Salwa menolak.
"Tuh Bun , dia bisa pulang sendiri". Ucap zevan.
Eh tapi kalau dia terjadi sesuatu dan ketemu Fino lagi gimana ya. Batin Zevan.
"Eh sal , aku anterin saja nanti kamu bisa jatuh lagi seperti kemaren". Alasan Zevan.
Mereka menuju mobil dan perjalanan mengantar kan Salwa ke rumah kontrakan.
Di mobil hening dan tidak ada pembicaraan apa-apa.
Sampai depan gang rumah kontrakan Salwa .
"Terimakasih ya tuan". Ucap salwa.
"Sama-sama, yasudah saya pamit dulu". Ucap zevan.
"Iya tuan hati-hati ya jangan Meleng ". Ucap Salwa.
Zevan mengangguk dan tersenyum.
Sampai rumah kontrakan, Salwa ke kamarnya . Sudah biasa kalau Salwa pulang pasti mira sudah tidur.
Hati Salwa tidak karuan dan masih memikirkan kata-kata tuan besar dan bunda.
Ada apa ya dengan ku, kok masih saja mikirin kata-kata itu, bunda dan tuan besar pasti itu tidak bercanda. Batin Salwa gelisah.
Bagaimana kalau benar ya, aku di jodohin sama tuan Zevan ? Aku harus bagaimana . Batin Salwa semakin gelisah.
Aah itu tidak mungkin , tuan Zevan kan tampan , kaya , dan punya segalanya . Pasti dia milih wanita yang setara dengan dia. Batin Salwa sambil memegang pipinya.
Tapi kata bunda tuan zevan sangat dingin terhadap wanita, buktinya sama nona yang kemaren ngasih kue ke tuan zevan , tuan Zevan geli dan marah melihat kecentilan nona itu. Batin Salwa sambil menaruh punggung nya kekasur miliknya.
Tapi anehnya tuan Zevan tidak marah dan tidak geli pas tadi aku centil kepadanya. Batin Salwa.
Apa benar tuan zevan ada rasa suka sama aku?. Aaah Salwa itu tidak mungkin. Batin Salwa sambil memeluk guling.
Tapi aku juga terlihat aneh pada diri ku sendiri , kenapa aku selalu deg degan saat aku di dekat tuan Zevan ya. Perasaan apa sih ini. Apa aku suka sama tuan Zevan ya? Tapi dia nyebelin buat aku kesal terus , tapi dia baik , semarah apapun tuan Zevan dia tidak pernah bentak aku seperti nona yang waktu itu. Batin Salwa.
Padahal aku yang setiap hari ketemu tuan Zevan bikin dia terasa kesal dia tidak semarah itu. Aaah tau lah bodo amat ngapain aku mikirin dia . Batin Salwa.
salwa mencoba tidur tapi tidak bisa . Salwa keluar rumah duduk di teras untuk menenangkan pikirannya.
Saat Salwa duduk sendiri tiba-tiba ada laki-laki yang menghampiri Salwa.
Ternyata Zevan yang datang.
"Tu tuan? ". Ucap salwa membelalak matanya terkejut melihat Zevan berada di depannya.
"Kenapa matanya begitu? Kayak lihat setan saja". Ucap zevan.
"Ti tidak tuan , kaget saja , ngapain tuan kesini ada perlu apa". Ucap Salwa.
"Jangan latah begitu dong , ini saya mau mengembalikan hp mu ketinggalan di mobil tadi". Ucap zevan menyodorkan hp Salwa.
"Masa sih tuan, maaf ya tuan ngerepotin". Ucap Salwa.
"Lain kali itu hati-hati, kalau barang ku ada yang ilang di temuin orang lain , bisa-bisa di jual tuh hp mu". Ucap zevan.
"Iya tuan terimakasih ya". Ucap Salwa.
"Ya sudah saya pulang dulu ". Ucap zevan.
"Iya tuan". Ucap Salwa.
"Inget ! Gadis tidak baik di luar sendiri". Ucap zevan.
"Iya tuan makasih , tadi saya tidak bisa tidur jadi saya keluar". Ucap Salwa.
"Oh , tapi apapun alasannya ini sudah malam sal , tidak baik". Ucap zevan.
Salwa mengangguk dan tersenyum.
"Yasudah masuk". Ucap zevan.
"Ii Iya tuan".ucap Salwa.
Salwa masuk kamar dan menutup pintunya , Zevan pun sudha melihat Salwa masuk Zevan pun menuju mobil dan begegas pulang karena sudah larut malam.
bersambung...
#ikutin terus ya🤗🤗🤗😍😍😍