
Di jalan pun mereka tidak berbicara sama sekali . Di mobil hening sekali . Karena mereka sama sama tidak melirik Zevan maupun Salwa . Dan akhirnya zevan yang mau tidak mau harus memulai pembicaraan.
"Sal ". Bibir zevan bergetar saat memanggil Salwa.
"Iya tuan ?".saut Salwa dengan menunduk.
"Ee. Ee ini lurus , belok apa gimana?".tambah gugup entah kenapa zevan begitu.
"Belok kiri tuan . Ada perempatan belok kanan . Kontrakan saya ada di dalam kompleks . Jadi saya turun di pinggir kompleks aja tuan ". Jawab lancar tanpa gugup sekali pun tapi masih tetap menunduk karena itu bos nya sekarang.
Saat sampai di pinggir jalan . Mobil zevan tidak bisa masuk . Karena zevan ingin tau dimana rumah kontrakan gadis ini . Tapi sayang nya tidak bisa . Tapi zevan punya cara bagaimana dia tau rumah nya.
"Salwa , saya akan turun dan mengantarkan mu pulang dengan jalan kaki ". Menawarkan diri tiba tiba refleks aja yang ada di pikirannya sangking gugup nya.
"Tidak usah tuan terimakasih , saya sudah merepotkan tuan ,sampai saya di antar pulang sampai sini saya bersyukur sekali".merasa tidak enak sama tuan muda.
"Aku tidak mau di bantah , aku kan bos mu jadi sesuka ku mau apa saja. Ayo dimana rumah kontrakan mu biar aku antar ". Zevan kesal karena tawarannya di bantah.
"Jangan tuan . Kontrakan saya masih di ujung sana jadi jauh sekali tuan. Gang nya juga sempit dan tanah yang kurang rata . Becek karena hujan ."
"Jadi nanti kalau tuan mengantarkan saya bisa jadi celana , dan sepatu tuan akan kena tanah liat . Saya lihat semuanya yang tuan pakai sangatlah mewah ". Sambung Salwa.
"Saya tetap mau mengantar dirimu Salwa , ayo cepatlah sudah malam ini".paksaan zevan.
"Baiklah tuan".
Akhirnya Salwa dan zevan berjalan menuju kontrakan . Benar sekali apa yang dikatakan Salwa . Becek , kumuh , sempit pokoknya jorok Banget .
Ah benar dia tidak bohong , sepatuku yang mahal jadi kena tanah liat . Celana ku juga sudah terkena lumpur . Nanti aku naik mobil ,mobil nya akan kotor bagaimana ini . Tapi rasa penasaran ku ,dia siapa baik atau tidak nya aku harus teliti mencari tahu . Apa dia mau modus karena keluarga ku kaya . Ola masih kecil jadi dia memanfaatkan ini . Ah pikiran ku . Batin zevan.
"Kenapa tuan ? Benar kan saya bilang? ". mengejek dengan meringis.
"Heh masih jauh? ". Zevan sangat lelah.
"Sebentar lagi tuan ".
"Baguslah" .
Akhirnya sampai juga di kontrakan Salwa , Zevan melihat kanan kiri atas bawah kontrakan yang sangat sempit membuatnya merasa geli .
"Terima kasih tuan ,sudah mengantar saya ,sekali lagi maaf tuan merepotkan ". berbicara sambil menundukkan kepala.
"Sudah jangan banyak terimakasih , oh iya tolong cuci in ya sepatu saya , saya mau pinjam sendal kamu ". Zevan tidak mau sepatunya tambah rusak saat kembali pulang ke mobilnya dengan jalan penuh tanah liat dan becek.
Emang aku pembantunya apa disuruh suruh , padahal aku kan cuma baby sitter aja . Batin Salwa dengan perasaan kesal.
"Kok bengong gimana?".tanya zevan.
"I...i iya tuan baik nanti saya cuci ". Jawab Salwa.
"Besok berangkat jam 7 . Jangan telat ya disiplin . Waktu adalah uang ". zevan mengingat kan salwa.
"Eh iya jangan lupa bawa sepatunya juga ".sambung zevan.
"Satu lagi yang bersih ya ". Permisi sambil mengibaskan kepalanya dengan tatapan yang tanjam.
Zevan berjalan ada yang aneh tapi apa dia tidak tahu . Dan dia menginjak tahi ayam . Dengan rasa geli dan jijik tingkahnya seperti anak kecil.
"Hey apa ini yang aku injak ,kok seperti selai ".
Keringat dan rasa itu ingin menangis dihadapan gadis itu yaitu Salwa.
"Salwaaaaaaaaaa!!!!!! siniiiiiiiiii!!!!! Cepat lah!!! ". Berteriak sambil terjincit jincit.
"Iya tuan ada apa? Memanggil saya?". Bingung karena bosnya bertingkah seperti anak kecil.
"Ini apa Salwa ?". Sambil menutup mata karena takut dan geli.
"Oh ini tahi ayam tuan ". Sambil menertawakan bosnya yang sedang ketakutan.
"Bantu saya sal ,, jangan ketawa !! apa mau gaji kamu saya potong ? ". Zevan hanya bisa mengancam.
"Jangan tuan mari saya bantu basuh kaki tuan".membantu dengan mengejek halus.
Rasain siapa suruh ngotot minta kesini jadi kena tahi deh hahahahaha . Batin Salwa yang senang sekali melihat bosnya menderita karena ini. Batin Salwa yang terus menerus mengejek di dalam hati.
#ikutin terus ya ceritanya nya guys🤗aku baru disini .