
Setelah siap siap . Mira dan Salwa berangkat bersama . Mira jualan seperti biasa di pinggir jalan dekat dengan perusahaan perusahaan besar . Salwa pun sudah siap untuk melamar pekerjaan . Setelah sampai di perusahaan 1, Salwa mengajukan lamaran tetapi sudah penuh. Lanjut lagi ke perusahaan 2 ,Salwa kecewa lagi karena tidak ada lowongan sama sekali . Lanjut ke perusahaan 3 ,Salwa tidak beruntung karena ada yang lebih pintar sedikit nilai tesnya dan interview nya beda 2 angka saja . Salwa sudah beberapa kali melamar kesana kesini salah satunya adalah perusahaan pusat yang ada di dekat Mira berjualan . Tapi sayang seribu sayang tidak ada lowongan sama sekali.
Sampai sore Salwa hanya berjalan kaki . Sambil menangis karena tidak ada satu pun perusahaan yang ada lowongan . Ada lowongan juga tidak bisa di terima karena keterlambatan dan tes yang hanya beda tipis tidak bisa diterima. Karena satu orang saja yang diterima.
Salwa berhenti melangkahkan kaki karena sudah pegal kesana kesini. Tiba tiba salwa melihat anak kecil yang mau menyabrang tetapi ada mobil yang melaju kencang dari arah depan .
Tiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!.suara mobil.
"Awaaaaaaassss!!!" .Salwa memegang tangan anak kecil itu.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa". Suara anak kecil itu.
"Syukurlah kamu baik baik aja dek".Salwa memeluk anak kecil itu .
"Terimakasih tante". Jawab anak kecil itu.
Tiba tiba nyonya dari rumah besar yang ada di pinggir jalan menghampiri anak kecil itu dan Salwa.
"Cucuku kamu tidak kenapa kenapa kan nak". terimakasih nona kamu menyelamatkan cucu saya." Ucap nyonya besar.
"Tidak apa nyonya adek nya baik baik saja untung saja saya tepat waktu." Jawab Salwa.
Rumah Segede ini menjaga anak kecil kok tidak bisa ya ? Emang pembantunya kemana? Dan ibunya juga kemana .masa anaknya sendiri tidak di perhatikan. Batin Salwa.
"Nona terima kasih ya sudah menyelamatkan cucu saya". Ucap nyonya besar.
"Iya nyonya tidak apa-apa. Saya seneng bisa membantu anak ini nyonya . Karena di gemesin ,cantik , dan imut".Salwa memuji anak kecil itu.
"Iya nona ini namanya dek Ola . Umurnya 5 tahun . Orangtuanya sudah meninggal pas Ola umur 1 tahun. Itu anak saya papahnya Ola . 4 tahun lalu mereka jalan jalan dan tiba tiba rem blong dan terperosok ke sawah. Hanya saja Ola yang bisa bertahan hidup". Curhatan nyonya besar dan memperlihatkan foto dari papah mamah dari Ola.
"Innalilahi, nyonya begitu ceritanya. Saya ikut berduka cita ya nyonya. Maaf nyonya kalau nyonya sendiri mengurus dek Ola apa masih kuat nyonya ? Kenapa tidak mencari kan baby sitter untuk dek Ola?". Ucap Salwa.
"Jangan panggil nyonya nona. Panggil saja bunda. Sudah beberapa kali dari umur 2 sampai 5 tahun gini dek Ola tidak cocok dengan baby sitter. Karena apa juga tidak tahu. Nangis terus dan rewel sekali". Ucap bunda .
Kasihan bunda ini . Rumah sebesar ini . Pembantu hanya fokus sama pekerjaan masing masing . Pembantunya juga sudah berumur . Dek Ola tidak cocok sama baby sitter. Ingin sekali membantu nya tapi gimana cara nya?. Batin Salwa .
tok tok tok . Suara pintu sedang di ketuk.
"bunda , ayah , dek Ola , aku pulang !!". suara laki laki yang tak lain itu adalah anak bunda .
#yuk ikuti terus ceritanya nya . aku baru disini 🤗