
Zevan pun sangat malas melihat muka Tasya yang centil , geli dan risi melihat nya.
"Bunda , Zevan ke kamar dulu ya ,capek habis jalan-jalan tadi". Ucap zevan yang memegang pundak nya sambil mengeluh.
"Eh tidak boleh begitu , ada tamu kamu , masa mau di tinggal". Bantah bunda.
"Tidak apa bunda , saya juga mau permisi soalnya mau pergi sama teman-teman saya". Saut Tasya.
"Oh bagitu ya sudah kalau begitu". Ucap bunda.
"Mari bunda". Ucap Tasya.
Bunda dan Zevan mengantar Tasya keluar .
Akhirnya dia pulang juga. Batin Zevan dengan lega.
"Kamu kenapa kok aneh sekali kalau ada gadis itu datang?". Tanya bunda.
"Aku tidak suka bunda ". Ucap zevan dengan kesal.
"Terus wanita yang kamu suka siapa?". Tanya bunda meledek Zevan.
"Apasih bunda ,tidak ada bunda". Jelas Zevan.
"Kalau nanti ada kenalin sama bunda ya". Ucap bunda.
"Iya nanti juga ada , bunda tenang saja". Ucap zevan dengan santai.
"Ya bunda akan menunggu nya , tapi jangan lama-lama". Ucap bunda.
"Iyaaaaa". Teriak Zevan sambil lari masuk kamarnya.
Malam sudah tiba , Salwa pun seperti biasa menidurkan Ola setelah makan . Salwa pamit pulang sama bunda.
"Bunda jam kerja saya sudah habis saya permisi pulang ". Ucap Salwa.
"Iya hati-hati ya ". Ucap bunda.
Salwa pulang dengan jalan kaki karena tukang ojek di pangkalan lumayan dekat.
Saat menuju pangkalan ojek , Salwa jatuh di selokan .
"Aduuuhhh sakit sekali ".ucap Salwa yang kesakitan.
Tiba-tiba ada laki-laki yang menghampiri Salwa. Laki-laki itu sekertaris dari bosnya yaitu Fino.
"Nona ? Nona tidak apa-apa?". Ucap Fino sambil bantu tangannya Salwa.
"Sakit sekali tuan ". Salwa menangis kesakitan.
"Ayo kita ke rumahsakit nona biar lukanya di obati disana". Ucap Fino.
"Tidak , saya tidak mau , saya tidak kenal dengan anda ,saya bisa sendiri mengobati luka saya". Bantah Salwa karena tidak kenal dengan Fino.
"Nona , saya orang baik-baik , jadi percaya ya sama saya ". Ucap Fino.
"Baik lah saya percaya". Ucap Salwa dengan pasrah karena sudah tidak tahan menahan rasa sakitnya.
Mereka pun langsung ke rumah sakit .
"Nona saya tinggal dulu ya ke administrasi ". Ucap Fino.
"Baik tuan ". Ucap salwa.
Akhirnya luka Salwa di obati , dan Salwa disuruh dokter rawat inap , karena kakinya tidak hanya luka melainkan juga keseleo.
Fino pun masuk kedalam ruangan rawat inap.
"Nona saya sudah membayar semua jadi nona fokus saya sama kesembuhan nona". Ucap Fino.
"Jadi saya harus mengganti uang anda berapa tuan? ". Ucap Salwa.
"Tidak nona , saya membantu nona dengan ikhlas ". Ucap Fino.
"Jangan tuan saya mohon biarkan saya mengganti uang tuan ". Bantah Salwa.
"Bagini saja nona, nona teraktir saya makan saja kalau nona ada waktu". Saran Fino.
"Baiklah tuan saya siap bersedia". Ucap Salwa.
"Bagus". Ucap Fino.
"Istirahat lah nona , saya mau pulang , nanti saya akan mengirim bibi saya kesini untuk menjaga nona". Ucap Fino.
"Tidak usah repot-repot tuan , saya bisa menjaga diri saya sendiri". Bantah Salwa.
"Kalau kamu bisa menjaga dirimu sendiri kenapa kamu bisa jatuh seperti tadi?". Ucap Fino.
"Iya tuan maaf". Salwa mengerti apa maksud Fino.
Fino pun pulang dan menelfon bibinya agar menemani Salwa di rumah sakit.
__________
Di tempat lain Zevan menghampiri bunda .
"Bunda lihat Salwa?". Tanya Zevan.
"Sudah pulang dari tadi Van ". Ucap bunda.
"Yaaah kok sudah pulang ". Penyesalan Zevan.
"Kenapa cari Salwa? Kalau ada kamu tidak cari , kalau tidak ada di cari". Ledek bunda.
"Apa sih bunda , ini Lo Zevan mau mengembalikan sendal nya Salwa". Ucap zevan.
"Oh bunda kira kamu kangen ,terus cari dia". Ledek bunda.
"Iya sih kangen". Ucap zevan tidak sengaja.
"Apa? Benar kamu kangen Salwa?". Jelas bunda
"Eh apa sih bunda tidak , bunda salah dengar kali Bun". Ucap zevan sambil pergi ke kamarnya kembali.
Zevan-zevan bunda akan senang sekali kalau kamu dekat dengan Salwa . Batin bunda dengan senyum-senyum.
#ikutin terus ya ceritanya nya🤗maaf aku baru disini jadi kalau ada kesalahan mohon maaf ya , tolong kalau ada yang salah bisa kasih saran atau kritikan agar aku bisa memperbaiki nya😍 terimakasih