Because I Love You Impromptu Babysitter

Because I Love You Impromptu Babysitter
eps 18



Pagi hari telah tiba , Salwa masih di rumah sakit, dia tidak bisa pulang dan harus di rawat di rumah sakit . Dia di jaga oleh bibi yang merawat nya . Dia memikirkan pekerjaanya karena dia baru kerja dua hari dan tiba-tiba tidak masuk dan tidak ada kabar.


Aduh bagaimana ini aku baru saja bekerja dua hari masa aku tidak berangkat apalagi aku tidak ijin , mau telfon tidak punya nomernya bunda , bagaimana ini . Batin Salwa dengan cemas.


Tiba-tiba sekertaris Fino masuk ke dalam ruangan rawat inap Salwa.


"Nona bagaimana kabar mu? ". Tanya Fino.


"Kaki saya masih sakit tuan". Ucap Salwa.


"Ya sudah nona istirahat saja sampai kaki nona benar-benar sembuh". Ucap Fino.


"Iya tuan ". Ucap dengan lesu.


Fino melihat Salwa terlihat cemas dan gelisah .


"Maaf nona , saya lihat nona sedang memikirkan sesuatu". Ucap Fino.


"Tidak tuan saya tidak memikirkan apa-apa". Ucap Salwa .


"Bilang saja nona kalau butuh sesuatu , mungkin saya bisa membantu nona". Fino menawarkan bantuan.


"Tidak tuan , terimakasih ".ucap Salwa karena tidak mau merepotkan lagi tuan itu.


"Ya sudah , kalau ada sesuatu bilang saja sama saya , saya siap sedia membantumu nona". Ucap Fino.


"Baik tuan". Saut Salwa.


"Saya belum tahu nama mu siapa nona". Ucap Fino .


"Saya Salwa tuan". Salwa memperkenalkan dirinya.


"Saya fino , senang sekali berkenalan dengan mu nona , eh Salwa ". Ucap Fino.


Salwa hanya tersenyum .


Waktu menunjukan pukul 07.00 saat nya perjalanan menuju rumah Zevan . Fino pun bergegas menuju rumah Zevan agar tidak terlambat.


"Salwa, saya pergi dulu ya , saya mau kerja". Ucap Fino.


"Bi tolong jaga gadis ini , saya pergi dulu". Sambung Fino menatap bibi.


Bibi mengangguk dan tersenyum.


__________


Bunda mencari Salwa karena Sampai jam segini Salwa belum datang . Bunda sangat cemas dan khawatir kalau Salwa terjadi sesuatu . Bunda tidak bisa menghubungi siapapun karena mereka belum pernah tukar nomor telepon , baru dua hari langsung kerja sampai lupa meminta nomor Salwa.


Zevan pun turun dari kamar nya mau siap-siap bekerja , Zevan melihat Ola saja yang duduk di kursi , Zevan melihat ke semua sudut tapi dia tidak melihat Salwa .


"Salwa belum datang bunda? ". Tanya Zevan sambil memakan roti yang ada di depannya.


"Iya nih ,bunda khawatir sekali kalau dia kenapa-kenapa". Ucap bunda.


"Tidak biasanya Salwa telat begini ". Sambung bunda sambil memegang jari jemari nya karena cemas.


"Bun , tidak usah cemas begitu ,mungkin terjebak macet". Ucap zevan dengan santainya.


"Mungkin kali ya Van, tapi nak kalau Salwa belum datang sampai nanti atau bahkan sampai malam , kamu datang ke rumah nya saja". Ucap Bunda.


"Iya Bun, bunda yang tenang ya". Zevan menenangkan bunda.


Tin tin tin ...


"Bun , Zevan berangkat dulu ya ". Ucap zevan sambil mencium punggung tangan bundanya


"Iya Van hati-hati ya". Ucap bunda.


Tak lupa Zevan pun mencium kening Ola dan melambaikan tangan nya kepada Ola.


Fino dan Zevan berangkat ke kantor mereka mencemaskan sesuatu .


"Fin , lo kenapa kok lesu begitu?". Tanya Zevan.


"Iya tuan , saya lagi memikirkan sesuatu". Jawab Fino.


"Sama Fin , aku juga memikirkan sesuatu". Ucap zevan.


Mereka sama-sama memikirkan orang yang sama. Tapi mereka tidak bilang kalau sedang memikirkan seseorang gadis.


Mereka sampai ke kantor , sesampainya di kantor Zevan di sambut gadis cantik . Gadis itu Tasya. Dia membawakan kue untuk Zevan.


"Tuan? Selamat pagi tuan". Gaya centilnya .


Zevan menghiraukan Tasya , dia buru-buru naik ke atas menuju ruang kantor nya .


Tasya mengikuti Zevan dari belakang.


Zevan pun duduk dan masih memikirkan kenapa Salwa belum datang ke rumah padahal dia biasanya masuk jam 06.30.


"Maaf tuan, apakah saya mengganggu tuan ? ". Tanya Tasya.


"Iya !!! kamu sangat menggangu saya". Ucap zevan dengan volume keras.


Tasya pun sangat kesal dengan Zevan karena sikap dinginnya tidak selalu berubah sejak dulu . Tapi Tasya menyambarkan dirinya agar tidak ikut emosi , karena tujuannya disini mencoba mendekati tuan Zevan.


Fino pun tidak menggubris apapun tingkah tuannya dan Tasya.


Zevan tidak tahan melihat Tasya yang ada di depannya dengan tatapan yang centil. Dia merasa kurang nyaman dan dia memanggil scurity untuk mengusir Tasya.


Scurity datang ...


"Pak tolong bawa gadis ini pergi dari sini". Ucap zevan.


"Tapi tuan saya ingin menghibur tuan , seperti nya tuan lagi sedih". Saut Tasya.


"Saya tidak mau dihibur sama siapapun , tolong kalau kamu menghargai saya kamu keluar dari sini ". Ucap Zevan.


"Baik tuan kalau begitu saya permisi ". Ucap dengan kesal .


"Saya bisa sendiri jangan sentuh saya". Sambung Tasya menolak di bawa scurity .


Tasya pun pergi dan meninggalkan ruangan tersebut .


Aku harus sabar rencana ku mendekati tuan Zevan tidak boleh sia-sia , aku tidak mau tuan Zevan benci sama aku , aku harus bersikap baik terus di depannya. Batin Tasya.


Meskipun Zevan sedang banyak pikiran , Zevan tidak melantarkan pekerjaannya, dia masih mempunyai tanggung jawab dan profesional sebagai bos.


Fino pun melanjutkan pekerjaanya karena dia yakin kalau bibi nya bisa menjaga Salwa.


bersambung...


#ikutin terus ya🥰🥰🥰🤗🤗🤗