
Zevan melihat keduanya sangat akrab ,Zevan pun kesal sekali. Dia seolah seperti obat nyamuk di tengah-tengah.
Mereka pun menyelesaikan makan siang nya.
"Saya permisi dulu , Fino kamu cepat selesaikan pekerjaan mu , Salwa kamu juga". Zevan kesal sekali.
"Baik tuan". Mereka berdua menjawab dengan bersamaan.
Mereka menuju ke ruangan lagi .
Tiba-tiba ada seorang gadis yang menunggu di sofa tempat kerja Zevan. Tak lain adalah Tasya.
"Hei kamu kenapa masuk ruangan saya tanpa ijin saya?". Ucap zevan sambil menunjuk tasya.
"Maaf tuan saya lancang masuk ruangan tuan". Ucap Tasya.
"Ada apa kesini ? Butuh bantuan lagi?". Ucap zevan.
"Bukan tuan, saya kesini mau ngasih kue ke tuan". Ucap Tasya menenteng paper bag berisi cake.
"Buat apa lagi? Tidak usah". Ucap zevan .
"Buat terimakasih saja tuan". Ucap Tasya.
"Kemaren kan sudah?". Ucap zevan.
"Beda tuan , ini sepesial buat tuan ada undangan juga tuan dari papah saya". Ucap Tasya.
"Hmm, Fino ambil kue nya !! Saya bagi ke kamu". Ucap zevan.
"Baik tuan ". Fino tidak bisa menolak perintah tuannya.
Salwa hanya menunduk dan mengerjakan tugasnya untuk membantu tuan Zevan.
"Kuenya sudah saya terima , undangan nya sudah, silakan anda keluar nona ". Ucap zevan.
Kalau aku tidak suka sama kamu tuan Zevan aku sudah pergi dari sini. Batin Tasya.
"Tunggu apalagi silahkan ,pintunya sudah kebuka dari tadi". Ucap zevan.
"Fino antar nona Tasya keluar". Sambung Zevan.
"Baik tuan , mari nona". Ucap Fino.
"Permisi". Tasya melirik baby sitter yang mengurus Ola.
Kenapa dia ada disini? Dia kan cuma baby sitter , apa dia menggoda tuan Zevan ya? Apa dia mau deketin tuan Zevan? , Tidak bisa dibiarkan ini , awas saja aku tidak akan biarkan kamu baby sitter Deket sama tuan Zevan. Batin Tasya.
Fino mengantarkan Tasya keluar dari ruangan tersebut.
"Maaf tuan Fino, gadis itu kan bekerja sebagai babysitter nya Ola ,kenapa dia ada disini?". Tanya Tasya.
"Saya tidak tau nona, saya saja baru ketemu nona salwa". Ucap Fino.
"Permisi ". Ucap Fino.
Oh jadi gadis itu namanya Salwa. Batin Tasya.
"Apakah sudah selesai Salwa?". Ucap zevan.
"Sudah tuan". Ucap Salwa.
"Coba mana biar saya cek". Ucap zevan.
Kerjaan nya rapi sekali , kamu memang pintar Salwa. Batin Zevan.
"Gimana tuan? Rapi kan". Ucap Salwa sambil tersenyum.
"Iya bagus sekali pekerjaan kamu sal". Ucap zevan.
Waktu sore hari sudah tiba , jam kantor menunjukan waktu pulang.
"Tuan , saya pamit pulang dulu ya". Ucap Fino.
"Taun terimakasih ya ". Ucap Salwa.
"Iya sal, mari". Ucap Fino.
Zevan melirik dan bibirnya mengerut terlihat sangat kesal sekali.
"Tuan Zevan , ini saya pamit pulang ya". Ucap Salwa.
"Kamu ikut saya , pulang mu nanti malam sesuai jam kerja kamu sal". Ucap zevan.
Mereka menuju ke mobil dan perjalanan pulang meuju rumah Zevan.
"Sal, apa laki-laki baik yang kamu maksud itu Fino?". Tanya Zevan.
"Hehe iya tuan". Ucap Salwa.
"Dia baik apa nya sih di mata kamu ?". Ucap zevan.
"Ya baik lah tuan , kalau malam itu tidak ada tuan Fino , luka saya pasti akan bertambah parah". Ucap Salwa.
"Kok saya liat kalau kamu ketemu Fino kamu senyum-senyum ya". Ucap zevan.
"Ya tidak keduga saja tuan, bisa bertemu kembali sama tuan Fino". Ucap Salwa.
"Kamu suka sama Fino?". Ucap zevan.
"Tidak lah tuan , saya anggap dia teman baik saya saja". Ucap Salwa.
"Kenapa sih tuan tanya-tanya Mulu sama saya". Sambung Salwa dengan heran.
"Tidak sih cuma heran saja kamu baru di tolongin begitu sudah memuji dia". Ucap zevan.
Salwa hanya terdiam .
Sampai rumah , bunda hara pun menyambut kedatangan mereka berdua dengan senyuman manis dan bahagia.
"Kalian sudah pulang". Ucap bunda.
"Iya bunda ". Salwa mencium punggung tangan bunda hara.
"Masuk sal". Ucap bunda.
Zevan membersihkan diri dan Salwa juga membersihkan diri di tempat berbeda.
Mereka sudah selesai membersihkan diri.
Zevan menuju ruang makan untuk makan malam.
Salwa mencari bunda hara .
"Tuan Zevan , bunda kemana ya?". Ucap Salwa.
"Bunda di kamar tuan Wijaya". Ucap bi Uyun.
"Ya sudah bi saya tunggu saja di dapur ". Ucap Salwa.
"Nona Salwa , di suruh ke kamar tuan Wijaya oleh bunda hara". Ucap asisten rumah tangga bunda yang ke dua.
"Oh ya Bi , tapi saya tidak tau ruangan nya". Ucap Salwa.
"Mari saya antar ". Ucap zevan.
Salwa hanya menganggukan kepalanya .
Mereka menuju kamar ayah nya Zevan. Disitu sudah ada bunda .
"Salwa , sini nak". Ucap bunda.
"Iya bunda". Ucap Salwa sambil menganggukan kepalanya nya.
"Kenalkan ini ayahnya Zevan , suami bunda". Ucap bunda.
"Tuan, senang sekali bertemu dengan tuan Wijaya".
"Salwa ya? , Saya juga senang sekali bertemu dengan mu nak". Ucap tuan bara Wijaya.
"Banyak sekali bunda hara bercerita tentang mu nak".sambung tuan bara.
"Iya sal , bunda cerita semua saat kita bertemu". Ucap bunda.
Salwa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Zevan pamit ya Bun yah". Ucap zevan.
"Eh , ajak dong calon menantu ayah". Ucap tuan bara Wijaya.
Zevan membelalak matanya dan Salwa bingung siapa yang di maksud calon menantu.
bersambung...
#ikutin terus ya🤗🤗🤗