
Criing...
Alarm menunjukan pukul 5 salwa cepat-cepat menyiapkan diri Dan bergegas menuju rumah bosnya. Sampai dia lupa sarapan.
___
"Oh ya bun kemaren bunda mau menjelaskan tentang Zevan Dan Salwa!!". Ucap tuan Bara.
"Ya yah, anak Kita kan umurnya sudah Masa Masa nikah , Zevan tuh sangat dingin Sama wanita". Ucap bunda.
"Terus?". Ucap tuan Bara.
"Ya terus , Ada satu wanita yang buat anak Kita itu tidak dingin kepadanya". Ucap bunda.
"Salwa?". Ucap nebak tuan Bara.
"Yap betul sekali, nah ayah setuju tidak kalau Zevan Kita jodohkan sama Salwa?". Ucap bunda.
"Kalau ayah ya setuju sekali bunda". Ucap tuan Bara sangat senang.
"Oke Kita tunggu waktu yang pas ya yah". Ucap bunda tidak sabar.
"Siap bunda". Ucap tuan Bara.
___
Salwa sampai Dirumah bosnya.
Dengan cepat Salwa mengetuk pintu.
"Nona Salwa?". Ucap bi uyun.
"Iya bi". Ucap Salwa.
"Tumben sepagi ini non". Ucap bi uyun.
"Iya bi , saya Di suruh tuan Zevan pagi-pagi kesini". Ucap Salwa.
Mereka pun masuk , Salwa mencium punggung tangan tuan Bara Dan bunda hara.
"Eh kok kamu sepagi ini sal? ". Ucap bunda heran.
"Iya bunda saya Di suruh tuan Zevan kesini pagi-pagi". Ucap Salwa.
"Oooh bagitu, yasudah ola masih tidur , kamu duduk dulu Di ruang tengah". Ucap bunda.
"Bunda akan panggilkan Zevan". Ucap sambung bunda.
"Baik bunda". Ucap Zevan.
___
Tok Tok Tok...
Suara pintu Di ketok...
"Van, bangun ". Ucap bunda.
"Bentar bun, masih lama jamnya tuh". Ucap Zevan yang masih rebahan Dan ngantuk berat.
"Kamu tuh ya , nyuruh orang datang pagi , kamu nya malah masih molor". Ucap bunda.
Mata Zevan langsung membelalak dia teringat kalau dia menyuruh Salwa datang pagi-pagi.
Oh Iya Salwa, aduh kok aku lupa sih. Batin Zevan.
"Van cepat dong". Ucap bunda.
"Iyaaaaaaa bun ini aku mau turun". Ucap Zevan dengan vol kencang.
___
"Salwa". Ucap Zevan.
"Aaaaaaaaaaa tuaaaannn". Ucap Salwa dengan Mata Di tutup jari jari tangan nya.
"Kamu kenapa sih , kayak list hantu saja". Ucap Zevan.
"Tu tu tuan kenapa penampilannya seperti itu". Ucap Salwa.
Zevan pun melihat dirinya sendiri ,dia memakai celana pendek Dan pakaian dalam saja.
"Eh maaf, aku pergi dulu". Ucap Zevan.
Hahahaha Salwa ketawa lepas melihat tingkah tuan mudanya.
"Kenapa Zevan?". Ucap bunda.
"Malu kayaknya bun". Ucap Salwa.
"Van van, Ada Ada saja". Ucap bunda.
____
Zevan pun sudah rapi memakai baju.
"Nih saya sudah rapi". Ucap Zevan.
"Hahaha". Ucap salwa meledek.
"Kok ketawa sih ". Ucap Zevan.
"Tuan , kalau laki-laki memakai celana pendek lalu memakai pakaian dalam saja itu tidak apa tuan". Ucap Salwa.
"Lah terus kanapa tadi kamu seperti itu". Ucap Zevan.
"Ya saya kaget saja habisnya tuan sih rambutnya acak-acakan seperti hantu". Ucap Salwa meledek.
"Kamu tuh ". Ucap Zevan.
Zevan pun menggelitiki Salwa Karena kesal kalau dia Di ledek.
"Ampun tuan haha, geli tuan sudah cukup". Ucap Salwa.
"Awas kamu". Ucap Zevan.
"Hehe iya tuan saya minta maaf ya". Ucap Salwa.
"Hmm iya, eh iya taraaaa". Ucap Zevan memberikan sesuatu untuk Salwa.
Yang Di berikan Zevan Tak lain adalah sendal yang Dikasih kaca Dan tidak lupa Ada foto mereka pas Di pantai.
"Wah cantik sekali tuan". Ucap Salwa.
"Ya dong kreasi siapa dulu dong". Ucap Zevan.
"Hmm iya deh berarti ini kejutannya? Disuruh pagi pagi datang kesini?". Ucap Salwa.
"Iya dong, suka kan?". Ucap Zevan.
"Suka tuan". Ucap Salwa.
Syukurlah kalau kamu suka sal, entah kenapa aku selalu Di dekat mu selalu nyaman. Batin Zevan.
Tuan Zevan aslinya galak , ternyata bisa buat tertawa , perasaan apa ini sal . batin Salwa.
"Oh ya tolong nanti kamu Sama ola ke Kantor ya". Ucap Zevan.
"Ada apa tuan ". Ucap Salwa.
"Udah nanti juga Ada yang menyuruh mu ". Ucap Zevan.
"Baik tuan". Ucap Salwa.
"Yasudah ini barang nya aku simpen ". Ucap Zevan.
"Iya tuan ". Ucap Salwa sambil tersenyum.
Setelah zevan siap , Zevan pun sarapan.
Dan bergegas menuju Kantor Karena Ada meeting mendadak.
Salwa masih menyuapi ola .
"Sal, kamu berapa bersaudara?". Ucap bunda.
"2 bunda". Ucap Salwa.
"Kamu anak pertama ya". Ucap bunda.
"Iya bun , saya anak pertama". Ucap Salwa.
"Oh iya ya, alamat rumah kamu dimana sal?". Ucap bunda.
"Bunda kan tidak Tau kamu dari Mana, bunda ajak kamu kerja saja mendadak". Ucap bunda.
"Hehe iya bun , alamat saya Di desa terpencil ××××". Ucap Salwa.
"Berarti jauh ya sal dari desa kamu ke Kota ini". Ucap bunda.
"Ya iya bunda , tapi saya kan harus membantu kedua orang tua saya ". Ucap Salwa.
"Tapi apakah dengan pekerjaan baby sitter ini buat ayah ibu mu bangga?". Ucap bunda.
"Kata ayah Sama ibu, pekerjaan apapun yang penting halal bun". Ucap Salwa.
"Iya sih kan nilai kamu bagus juga sal , seharusnya kamu dapat pekerjaan yang layak sesuai bidang kamu". Ucap bunda.
"Tidak apa bunda , rezeki saya kan Ada disini ". Ucap Salwa.
"Sal,sal, kamu tuh wanita yang pekerja keras Dan menerima apapun dengan ikhlas ". Ucap bunda.
"Bisa saja bunda, saya senang kok bisa bekerja disini , ketemu ola ngerawat ola , ketemu bunda ,ketemu om". Ucap Salwa.
"Emmm kalau anak bunda?". Ucap bunda .
"Seneng bun, tuan Zevan ternyata baik , walau pun tuan sering marah - marah". Ucap Salwa.
"Uuppss maaf ya bunda". Ucap sambung Salwa keceplosan.
"Tidak apa , memang orang nya seperti itu , sabar ya hadepin dia ". Ucap bunda.
"Hehe iya bunda". Ucap Salwa.
Tok Tok Tok ...
Suara pintu .
"Biar saya saja bunda yang membukakan pintunya". Ucap Salwa.
Bunda mengangguk Dan tersenyum.
Kreeekk
..
Nona Tasya . Batin Salwa.
"Bunda Dan om Bara Ada ga?". Ucap Tasya.
"Ada, silahkan masuk Nona". Ucap Salwa.
Tasya pun masuk dengan muka sinis ke Salwa.
Nona Tasya ngapain ya ke sini, kenapa aku merasa kesal kalau Nona Tasya kesini ya. Batin Salwa.
Nona Tasya seperti nya suka Sama tuan Zevan. Batin Salwa.
"Bundaa, om bara". Ucap Tasya dengan gayanya yang centil.
"Eh Tasya, duduk duduk". Ucap bunda.
"Ada apa nih kok seperti nya senang sekali". Ucap tuan Bara.
"Ini om , bunda, keluarga Tasya mengundang acara pertemuan penting dirumah , om Sama bunda Dan khususnya tuan Zevan datang ya". Ucap Tasya.
"Hmm acara apa ini, kok mendadak sekali". Ucap bunda.
"Biar Papa yang menjelaskan nanti dirumah ya ". Ucap Tasya.
Bunda dan tuan Bara tersenyum tipis Dan mengangguk.
Pertemuan apa ya , kok acranya khusus buat tuan Zevan. Batin Salwa.
Apa jangan jangan mereka mau Di jodohkan. Batin Salwa.
Kenapa aku jadi aneh begini ya , aah Tau lah . Batin Salwa.
Tasya melihat Salwa dengan senyum tipis Dan Mata yang sinis.
Kurang selangkah lagi aku mendapatkan tuan Zevan. Batin Tasya.
"Ya sudah bunda saya permisi dulu ya". Ucap Tasya.
"Iya hati-hati ya sya". Ucap bunda.
Salwa mengajak ola bermain Di Taman.
"Sal, tolong ini kamu ke Kantor ya bawain makan siang buat Zevan". Ucap bunda.
"Baik bun". Ucap Salwa.
"Biar ola Sama bunda". Ucap bunda.
"Oh gitu , iya bunda , yasudah saya berangkat dulu ya bun". Ucap Salwa sambil mencium punggung tangan bunda hara.
Salwa pun bergegas menuju Kantor tempat Zevan bekerja.
__
"Ayah , bunda Tau deh sepertinya undangan ini buat perjodohan". Ucap bunda.
"Iya ayah juga mikirnya begitu bun". Ucap tuan Bara.
"Terus bagaimana ini?". Ucap bunda.
"Tenang bun, ayah nanti akan pikirkan". Ucap tuan Bara.
"Kenapa ya keluarga mereka suka menjodohkan anak Kita Sama taysa". Ucap bunda heran.
"Entah lah bun, ayah juga tidak suka Sama kelakuan Tasya". Ucap tuan Bara.
"Iya yah Sama". Ucap bunda.
Mereka berdua tidak suka Sama Tasya yang gayanya selalu mewah Dan centil.
___
Salwa pun sampai Di Kantor Zevan.
Salwa terlihat letih Dan lesu , jalannya pun tidak teratur Dan pusing.
Aduh kenapa ini perutku sakit , kepalaku juga aduh gimana ini . Batin Salwa sambil memegang kepalanya.
Tiba-tiba Salwa jatuh Di lobie Dan pingsan.
Tak lama Ada seorang laki-laki yang membantunya. Dia membawa Salwa duduk Di lobie Dan membantu menyadarkan salwa.
bersambung...
#ikutin terus ya 😍😍😍😍🤗🤗🤗