
Guru Meldy menggantikan Guru Wulan untuk mengajarku di kelas Psychic, saat di kelas Guru Meldy sempat menunjukkan sihirnya, sihir dari golongan Barb, ternyata itu luar biasa. Dia hanya mengatakan sesuatu dan ... ah sudahlah, lagipula Guru Meldy sudah keluar dari ruangan dan dia menyuruhku melanjutkan membaca buku yang bersampul kuning ini.
"Kamu kenapa?"
Aku sangat terkejut mendengar suara Apreel, salahku sejak tadi melamun, "Aku tidak apa-apa."
"Sebaiknya segera kamu lanjutkan baca bukunya."
"Iya!"jawabku kesal.
Apreel menatap ke buku yang berada tepat di hadapannya lalu aku juga menatap buku yang telah aku pilih, 'Hmm ... seandainya ada yang lebih berguna selain sejarah, sayangnya tidak boleh ditukar.' Aku melirik buku yang ada di hadapan Apreel.
"Kamu mau buku ini?" ucap Apreel tanpa menatapku, "Sayangnya tidak boleh ditukar."
"Iya aku tau." Aku kembali menatap buku yang ada di hadapanku.
Aku membuka bukunya, 'Kemaren sampai mana ya?' Aku mengira-ngira dan akhirnya ketemu, 'Oh ini, Spellcaster dan Alchemist."
Ternyata sudah di akhir kata, jadi aku langsung membalik ke halaman berikutnya dan mulai membacanya.
-Ada banyak macam golongan yang ahli dalam bidang sihir, dan setiap golongan memiliki kelas atau profesinya masing-masing, apa kamu ingin tahu apa saja itu? Ini akan sangat panjang.
-Dalam pembagian golongan sihir ini aku akan menjelaskan tentang golongan Wizard untuk urutan yang pertama.
-Wizard adalah sekelompok orang yang memiliki kemampuan sihir dari hasil belajar, dari membaca buku, penelitian, dan penemuan, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang cerdas, karena menghasilkan sihir berdasarkan ilmiah.
-Wizard terbagi berdasarkan sekolah yang mereka masuki sebagai tempat belajar sihir, jadi pada dasarnya mereka bukanlah orang yang berbakat sejak lahir, melainkan mereka mempelajari sihir dan berlatih.
-Wizard yang pertama akan aku jelaskan adalah mereka yang berprofesi sebagai Artificer. Artificer adalah kelompok orang yang belajar sihir dengan barang-barang kuno bisa disebut sebagai Artifac, mereka meneliti pengetahuan sihir melalui sejarah perjalanan sihir dan melestarikan tradisi yang pernah ada.
'Ya ampuuun, aku benci sejarah!' Aku menatap ke arah Apreel, dia nampak tersenyum sendiri sambil menatap bukunya. "Apreel ...? Apa isi bukumu sampai membuatmu seperti orang gila."
"Ini cerita sejarah tentang penemuan sihir Psychic," jawabnya. "Dan ternyata sangat lucu."
"Lucu? Boleh aku mendengarnya juga?" Harapku.
"Tidak dooong ..., kamu harus menikmati bukumu sendiri."
'Menyebalkan!' batinku, "Ayolaah ... bagi ceritamu sedikit!"
"Gak mau! Weeek." Apreel menjulurkan lidahnya mengejekku.
"Hiii! Nyebelin!" Teriakku.
"Hahahaha." Apreel tertawa dengan cukup keras dan aku hanya bisa menatapnya dengan penuh kekesalan.
Tanpa peduli apa yang sedang terjadi padaku, dia kembali membaca bukunya, itu membuatku benar-benar tersinggung.
Aku marah, kepalaku terasa panas dan tangan begitu terasa gatal, tanpa berpikir panjang, aku langsung merebut buku yang ada di hadapan Apreel dengan cepat.
Buku pun 'ku ambil dan telah berada di tanganku dalam kondisi buku tersebut masih terbuka, dengan cepat aku melihat ke arah buku tersebut, tapi ... yang aku lihat hanya lembaran kertas putih kosong tanpa goresan tinta sedikitpun.
Aku sangat terkejut melihat lembaran kosong tersebut kemudian berteriak, "Kosong?" Aku membolak-balikkan buku tersebut, tiap lembar aku balik namun tetap tampak kosong.
"Apreel, ini kosong!" ucapku yang masih heran. "Coba kamu lihat bukuku!"
Apreel menarik buku yang ada di depanku kemudian menatapnya, "Ella, ini juga kosong," ucap Apreel.
Mendengar yang dikatakan Apreel membuatku ingat yang Guru Wulan katakan, 'Jangan bertukar buku.' Mungkin maksudnya ini, karena setelah memilih satu yang lain jadi tidak terlihat.
Apreel mengembalikan buku yang tadi aku baca ke hadapanku, aku juga mengembalikan buku yang tadi dibaca olehnya.
"Meskipun ingin tetap tidak bisa membacanya ya." Aku kecewa.
Aku kembali membaca buku yang aku pilih.
-Wizard selanjutnya adalah Bladesinger. Mereka adalah Wizard yang lihai dalam menggunakan senjata, dan senjatanya juga diselimuti oleh kekuatan sihir. Bisa diartikan bahwa mereka adalah kelompok penyihir kesatria.
-Aaah ... akan sangat banyak penjelasan yang harus aku tulis, ini sungguh melelahkan, tintanya tinggal sedikit aku harap ini cukup untuk menjelaskan tentang Wizard secara utuh.
Aku membuka halaman pertama beserta sampulnya, aku mencoba mencari nama siapa penulis dari buku ini, ini semua tulisan tangan. Sayangnya ... nama penulisnya tidak ada, jadi aku kembali ke bagian yang tadi aku baca dan melanjutkannya.
-Wizard selanjutnya adalah mereka yang disebut sebagai Lore Mastery. Mereka adalah kelompok Wizard ahli dalam bidang ilmu pengetahuan, baik itu sihir maupun ilmiah, dan kebanyakan dari mereka biasa disebut sebagai profesor.
-Selain dapat menggunakan sihir secara alami mereka juga menggunakan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kekuatan sihirnya.
"Membosankan!" Teriakku.
Braak!
Aku memukul meja dengan kedua telapak tanganku hingga menghasilkan suara yang cukup keras di ruangan kosong ini dan membuat Apreel sangat terkejut.
"Kaget!" Teriak Apreel padaku, "Kamu kenapa?"
"Aku benci sejarah, aku ingin belajar sihir tapi malah mendapat buku seperti ini, ini sangat menyebalkan!"
Aku menatap Apreel dengan penuh marah, tapi dia tersenyum padaku.
"Hmm ..., jadi setelah kamu baca, apa yang kamu dapat?"
"Aku baru membaca tentang golongan Wizard pembagiannya, tapi itu belum semuanya," jawabku yang masih kesal.
"Jadi ... apa kamu berminat untuk menjadi salah satu sosok yang kamu baca?"
"Maksudnya? Aku harus memilih salah satu profesi yang ada diantara para Wizard ?"Aku bingung.
"Tentu saja, tidak mungkin 'kan kamu menjadi Sorcerer, karena kamu tidak memiliki sihir sejak lahir, kalau seperti Jagat itu masih pantas disebut Sorecerer, karena sudah dapat menggunakan sihir sejak lahir."
Apreel memberi jawaban dengan sangat tenang sehingga aku dapat memahami setiap kata yang dia ucapkan.
"Sepertinya aku tau maksudmu, apa kamu juga termasuk Wizard ?" tanyaku.
"Aku tidak termasuk golongan manapun, Ella. Aku ini pengguna Psychic, dan kata Guru Wulan kemarin Psychic itu bukan termasuk sihir, melainkan kekuatan pikiran," jawab Apreel.
Aku hanya terdiam dan sempat terpikir, 'Sihir apa yang nanti akan aku miliki?'
"Apreel, aku teringat sesuatu."
"Tentang apa?"
"Tentang Dispell, apa aku sudah dapat menggunakannya?"
"Kata Guru Meldy jangan keluar saat jam istirahat, kamu bisa mencobanya nanti dengan dia."
"Mmm ... iya."
"Ya sudah, lanjutkan saja membacanya, jika ada sihir yang ingin kamu kuasai, kamu bisa meminta guru untuk mengajarkannya." Apreel kembali menatap ke arah bukunya.
'Benar juga,' batinku. Aku kembali menatap ke buku yang ada di depanku dan melanjutkan membacanya.
-Selanjutnya adalah Wizard yang berprofesi sebagai Abjuration, mereka adalah kelompok Wizard yang menguasai sihir pelindung, baik penguat sihir, pelindung, dan pembatalan sihir lawan.
-Sering kali Wizard Abjuration difungsikan sebagai Support, karena selain memberi dukungan, mereka juga dapat melakukan Healer. Salah satu sihir Abjuration yang kebanyakan orang kenal adalah Dispell.
'Dispell ? Jadi termasuk golongan ini, sepertinya sangat berguna,' batinku.