Bad Girl And Good Boy

Bad Girl And Good Boy
bab 42



"Apa dia menantumu yang berasal dari keluarga terpandang itu?" Nyonya Soraya yang sejak tadi terdiam sambil memainkan gelas berisi wine di tangan menoleh ke arah rekannya yang memandangi Sakura berjalan mendekat kepada mereka.


Melihat tatapan ke arah depan, nyonya seorang dan beberapa sahabatnya termaksud nyonya Nyla mengalihkan pandangan mereka.


Seketika senyum sinis nyonya Nyla tampak terlihat jelas di raut wajah. Ia bahkan mencebik bibir melihat penampilan Sakura.


Nyonya Soraya hanya terdiam, tanpa menyahuti pertanyaan rekan bisnisnya.


Ia kembali terdiam dengan wajah tertekan yang ditutupi oleh penampilan glamor.


"Aku dengar, dia adalah putri dari keluarga Kato dan Hugo," cetus salah satu sahabat nyonya Soraya.


Sontak membuat beberapa sahabat juga rekan nyonya Soraya terkejut, mereka sedang berkumpul di sofa panjang untuk menikmati kebersamaan tentunya.


"Benarkah! Wow, kau begitu beruntung Soraya, mendapatkan menantu dari keluarga penguasa. Dia juga terlihat begitu cantik." Pungkas salah kumpulan wanita sosialita itu. Menatap takjub ke arah nyonya Soraya yang mendapat menantu yang merupakan putri penguasa.


Nyonya Nyla yang tidak terima dengan perkataan rekannya itu menjadi meradang, ia menolak putrinya di bandingkan dengan wanita model Sakura.


"Dia hanya wanita temperamen buruk. Mengacaukan acara pertunangan putriku dengan Garvin, merebutnya dan membuat putriku harus duduk di kursi roda. Kalian jangan terbuai dengan wajah cantik dan kekayaannya, dia sungguh buruk dan tidak pantas dipuji!" Sentak nyonya Nyla yang sangat tidak terima Sakura di sanjung di depannya.


Semuanya terdiam, mencoba memahami perkataan nyonya Nyla yang diikuti oleh raut wajah emosional.


"Mungkin mereka tidak berjodoh, dan putra Soraya hanya tertarik dengan putri Kato," celetuk salah satu wanita di sana.


"Bisa saja karena harta," sela yang lain diselingi tawa lepas. Nyonya Soraya segera menghunus tatapan tajam. Sedangkan nyonya Nyla tersenyum miring.


"Asal kalian tahu, dia hamil sebelum menikah. Coba katakan, apa dia pantas disebut wanita terhormat? Cih, dia hanya seorang wanita buruk yang hanya mengandalkan kekayaan keluarganya. Sungguh, kedua orang tuanya sangat buruk mendidiknya." Sarkas nyonya Nyla yang disertai tatapan tidak suka dengan bibir yang mencebik kesal.


Wanita itu terus menjelekkan keluarga Kato di depanq rekannya dan nyonya Soraya hanya diam tanpa ingin menimpali perkataan sahabatnya itu.


Namun wanita lain terlihat terkejut dan diam sambil saling menatap, saat melihat sosok Sakura berdiri di belakang nyonya Nyla dengan memasang wajah dingin.


Nyonya Nyla yang menyadari itu, menolehkan kepalanya ke belakang dan ….


"Plak, plak." Sakura yang mendengar ucapan hina dari mulut nyonya Nyla tidak menerima keluarga besarnya dihina, terlebih wanita itu menjelek-jelekkan kedua orang tuanya.


Semuanya terdiam sambil menahan nafas melihat Sakura memberikan tamparan keras di wajah nyonya Nyla, membuat sudut bibir wanita itu berdarah dan wajahnya terlihat bekas tangan.


Nyonya Nyla jelas tidak terima dengan tindakan Sakura yang merusak images nya di depan rekan-rekannya.


Wanita itu bangkit, ingin membalas perbuatan Sakura. Jari telunjuk wanita itu berada di depan wajah Sakura. Baru saja ingin meluangkan makian, kembali Sakura menampar wajah wanita yang lebih tua darinya itu.


"Kau! Plak." Sakura tidak memberikan kesempatan kepada nyonya Nyla berkata-kata.


"Anda tidak pantas mengeluarkan kata-kata buruk tentang keluargaku, apalagi menjelekkan didikan kedua orang tuaku yang jelas lebih unggul daripada anda yang hanya seorang wanita hina dan murahan. Anda bahkan mendidik anak anda sendiri menjadi seorang wanita murahan juga liar. Menjadikannya seorang simpanan dj beberapa pria kaya. Oh, sungguh dididikan yang sangat bagus untuk membawa putrinya kepada penderita." Sakura berhasil membuat nyonya Nyla tidak bisa berkata-kata dan wajahnya tampak malu.


Wanita itu melirik ke arah rekan dan sahabatnya yang sedang berbisik-bisik tentang keburukannya dan putrinya.


"Kau, jangan bicara omong kosong! Aku tidak pernah mendidik putriku seperti itu!" Bentak nyonya Nyla dengan wajah marah.


"Plak, jangan mengertakku! Kau hanya seorang wanita sampah dan benalu. Ingat, aku bisa saja menghancurkan hidup kalian. Kondisi putrimu adalah peringatan saja, jadi aku harap kau memahami itu." Sakura mendekati wajah nyonya Nyla yang semakin terlihat kacau dan memberikan ancaman yang membuat wanita arogan itu menciut.


Sakura tersenyum miring, ia menatap wajah mertuanya yang terdiam, tanpa memperdulikan sekitarnya.


Nyonya Nyla hanya bisa membisu sambil menahan emosinya, ia berjanji akan membalas hinaan yang dilakukan Sakura kepadanya.


"Aku pastikan kau akan hancur malam ini, wanita sialan." Ucap wanita itu dalam hati. Berjalan menjauhi kumpulan geng sosialitanya.


Nyonya Nyla mencari putrinya untuk menjalankan aksi mereka.


Nyonya Soraya pun ikut bangkit, ia akan menemui sahabatnya untuk memberikan peringatan untuk tidak mencari masalah.


Namun langkah lunglai wanita itu terhenti, saat berada di sebuah ruangan tersembunyi, wanita itu melihat sahabatnya berada di sana dengan seorang pria yang mengenakan pakaian pelayan khusus.


"Apa yang akan ia lakukan?" Tanyanya dalam hati, ingin mendekat, namun niatnya terhenti saat mendengar ucapan nyonya Nyla.


"Aku ingin kau memberikan ini kepada wanita dari tuan Garvin. Aku ingin dia benar-benar meminumnya, agar wanita itu dan janinnya tidak membuat hubungan putriku dan Garvin kembali terjalin!" Tandas nyonya Nyla. Memberikan minuman berwarna merah yang sudah diberikan obat penggugur janin dan membahayakan nyawa sang ibu.


Setelah pria itu memahami semua perintah nyonya Nyla. Pria itu melangkah menuju pintu, langkah pria itu terhenti, saat melihat keberadaan nyonya Soraya di depannya.


Pria itu jelas terkejutnya melihat wajah menakutkan nyonya Soraya, sedang wanita itu kini mengambil gelas diatas.


Nyonya Soraya mendelik sinis ke arah sang kurir.


"Aku tidak akan membiarkan menantuku yang sedang hamil ini, meminum ini. Prang." Pecahan kaca yang berasal dari gelas tersebut.


Nyonya Nyla terkejut tidak kepalang, mendengar pecah gelas dan lebih terkejut saat melihat kehadiran nyonya Soraya.


Dengan wajah menegang, nyonya Nyla menjadi salah tingkah. Wajahnya bahkan begitu gugup.


"Soraya! Kau disini?" Tanyanya sambil berbasa-basi.


"Kenapa? Agar kalian lebih leluasa melakukan sesuatu pada janin menantuku?" Cerca nyonya Soraya.


Nyonya Nyla terlihat heran dengan perkataan sahabatnya ini. "bukankah, kau setuju untuk menyingkirkannya?" Tanya nyonya Nyla dengan kedua mata menyipit.


Nyonya Soraya tertawa sambil menatap sahabatnya itu dengan aneh. Wanita itu juga mendekati sahabatnya yang refleks memundurkan tubuh.


"Plak! Jelas saja aku akan mematahkan kedua tanganmu, kalau sampai kau melukainya. Ingat, dia keturunanku, jadi jangan melakukan apapun." Nyonya Soraya memberikan peringatan pada sahabatnya yang tercengang.


"Kenapa? Kau sudah menerimanya? Apa yang ada di isi pikiranmu Soraya. Charlotte lebih tepat untuk melahirkan keturunanmu!" Sentak nyonya Nyla.


"Ck, ingat, putraku tidak akan pernah bisa membuat putrimu melahirkan keturunan kami," sergah nyonya Soraya yang terlihat begitu santai.


"Soraya! Jangan menghina putriku. Jelas, putramu yang bermasalah, dia hanya pria impoten!" Pekik nyonya Nyla dengan raut wajah yang begitu emosi.


"Aku juga tidak akan menjadikan menantu, apa kau pikir aku buta tentang kehidupan liar putrimu itu? Dia bahkan pernah bersama dengan suamiku dan kau …."


Nyonya Nyla terdiam dengan raut wajah tegang, melihat tatapan Soraya yang menjadi menakutkan. Yang ditakutinya akhir terjadi juga. Nyla yang menjadi tersangka utama atas penderitaannya.


Wanita bersifat rubah itu, begitu sangat licik. Berusaha menjadikan dirinya sebagai bahan cacian di keluarga Miller.


"Aku baru tahu, terjadi selama ini kau yang mencoba menekankan dari belakang dan tersenyum puas saat aku ditindas, sungguh peran ganda yang patut di apresiasikan." Sungguh nyonya Soraya tidak mampu menahan rasa sesaknya mengeluarkan semua uneg-uneg yang tertahan di rongga dada.