
"Akh!" Suara teriakan histeris dan barang-barang yang terdengar di lemparkan ke lantai, terdengar di kamar mewah di kediaman Madison.
Charlotte begitu marah dan menolak dengan ucapan Garvin yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
Wanita itu kini menghancurkan semua barang-barang berharga di dalam kamarnya dengan posisi masih terduduk di atas kursi roda.
Tatapannya begitu tajam ke arah cermin yang berada di atas lantai yang menjadi pecahan, ia sungguh begitu dendam dengan Sakit.
Charlotte sangat membenci Sakura yang membuatnya harus hidupnya hancur. Dengan membuatnya harus menghabiskan waktu di kursi roda dengan waktu lama dan sekarang wanita membuat kekasihnya berpaling.
Sungguh Charlotte begitu menganggap remeh wanita tomboy itu, ia berpikir kalau sosok Sakura adalah wanita yang tidak normal, nyatanya wanita itu sungguh membuatnya tercengang dengan berita kehamilan.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkan wanita itu merebut Garvin dariku. Dia milikku dan sumber kenyamananku, aku bersumpah, akan membuatmu membayar semua ini wanita sialan," gumam Charlotte dengan kedua matanya membulat sempurna. Menerawang ke depan, memikirkan rencana licik untuk membalas semua kepada Sakura.
"Mungkin, aku harus melenyapkan janin wanita itu agar Garvin kembali padaku," ucapnya dengan tersenyum licik di balik wajahnya yang begitu kacau.
"Aku juga harus membuat wanita itu lumpuh, merasakan duduk di kursi roda," lanjut Charlotte yang senyumannya kini berubah kekehan lirih.
"Yap, rencana yang sempurna dan penderitaan komplit, menggugurkan kandungannya dan membuat wanita itu lumpuh," monolog Charlotte dengan tawa membahana, saat membayangkan rencananya akan berhasil ia lakukan.
Charlotte salah satu tombol yang terdapat di pegangan kursi rodanya, membuat benda itu bisa bergerak sendiri menuju arah pintu.
Dengan senyum puas terhias di wajahnya, Charlotte melangkah mendekati kamar sang mommy.
Setelah mengalami retak di bagian tulang ekornya, Charlotte menempati salah satu kamar yang letaknya di lantai bawah.
Wanita itu membuka kamar dan mendapati sang mommy sedang melakukan menjijikkan dengan salah satu pelayan pria di kediaman mereka.
"Mommy!" Pekik Charlotte, saat melihat ekspresi mommynya yang begitu menikmati gerakan tubuh kekar di atas tubuh wanita yang dipanggil mommy itu.
Nyonya Nyla segera mendorong tubuh besar di atasnya dan segera memperbaiki pakaian yang masih melekat di tubuhnya.
Sedangkan pelayan pria muda itu segera berlari keluar dengan penampilan berantakan.
Charlotte menatap nyalang pria muda itu dan kini melemparkan tatapan sinis ke arah sang mommynya yang terlihat frustasi.
"Kau, sehari tidak mengganggu mommy. Apa kau tahu? Daddymu sedang melakukan perjalanan bisnis dengan jangan waktu lama?" Seloroh nyonya Nyla yang wajahnya begitu kesal. Saat waktu pelepasan akan datang dan putrinya datang menggagalkan segalanya.
"Ck, walaupun daddy ada di dalam Mansion, mommy akan tetap melakukannya," sahut Charlotte dengan sinis ke arah mommynya itu.
"Jangan pikir aku tidak mengetahui semuanya, mom. Kau sengaja membuat ruangan rahasia di belakang Mansion untuk tempatmu bermain di belakang daddy," lanjut Charlotte yang begitu mendelik tajam ke arah nyonya Nyla.
Nyonya Nyla sendiri hanya menanggapi perkataan putrinya dengan lelucon saja, wanita itu kini duduk di sofa sambil menikmati minuman alkohol dan nikotin yang mengeluarkan gumpalan asap di dalam mulutnya.
Penampilan wanita berusia 48 tahun itu hanya mengenakan kimono tidur untuk melapisi sepasang dalaman yang ia kenakan.
"Ck, kau tahu sayang, kalau mommy sangat terobsesi dengan hubungan affair dan itu membangkitkan gairah liar, mommy," ungkap nyonya Nyla dengan ekspresi wajah biasa saja dan ada ucapan diselingi ******* tertahan.
Charlotte bahkan begitu muak melihat mommynya ini. Yang sangat liar di usianya tidak muda lagi dan target liarnya adalah remaja yang biasa ia temui di tempat tongkrongan.
Nyonya Nyla bahkan rela mengeluarkan banyak uang untuk memelihara beberapa remaja yang masih sekolah ataupun kuliah. Demi untuk memuaskan hasratnya yang jarang didapatkan dari suaminya yang selalu sibuk dengan bisnis.
"Jangan, menatap mommy seperti itu! Bukankah, kau juga sama seperti, mommy?" Ucap nyonya Nyla, menatap putrinya dan terkekeh.
"Berhentilah, mom! Aku ingin membicarakan hal penting denganmu!" Sentak Charlotte dengan nada ketus.
Meraih botol wine yang ada di atas meja dan segera meneguknya.
Nyonya Nyla menatap putrinya itu dengan lekat, ia menunggu sesuatu yang penting yang akan disampaikan oleh — Charlotte.
"So, apa yang ingin kau katakan?" Tanya nyonya Nyla, mematikan rokok yang berada di tangannya lalu kembali memperhatikan, Charlotte.
"Aku ingin membuat wanita itu kehilangan bayinya, mom! Dan membuat wanita itu merasakan lumpuh seumur hidup. Apakah mommy tahu sesuatu tentang minuman yang mampu membuat wanita hamil keguguran sekaligus mengalami kelumpuhan?" Charlotte membalas tatapan terkejut sang mommy, wanita itu tahu, mommynya pasti sedang berpikiran sama dengannya.
"Kau, memang putri mommy." Tandas nyonya Nyla yang seakan bangga dengan pikiran licik sang putri.
Charlotte terlihat tersenyum, membanggakan rencana liciknya untuk mencelakai Sakura, agar bisa kembali mendapatkan cinta dan sikap bucin Garvin.
"Kita akan melakukannya besok. Namun kita harus membicarakan ini dengan nyonya Soraya. Wanita itu pasti akan senang dengan rencana kita," ujar nyonya Nyla sambil bersulang dengan tawa bahagia.
Kedua wanita itu saling melemparkan senyum licik, memikirkan rencana yang akan mereka lakukan esok hari.
🌹🌹🌹
"Mama love!" Panggil Garvin dengan nada lemah. Pria tampan itu sedang terbaring dengan kondisi tidak baik-baik saja di atas ranjang.
Ia sejak tadi memanggil istrinya yang tidak ia temui di dalam kamar mereka.
"Mama dear!" Panggil pria itu lagi yang terdengar bergetar. Wajahnya bahkan tampak melow, tidak mendengar sahutan istrinya.
Malam ini Garvin diharuskan istirahat sepenuhnya oleh dokter, akibat mengalami rasa mual yang lumayan parah, setiap makanan yang masuk ke dalam perutnya, maka pria itu akan memuntahkannya.
Oleh sebab itu, ia harus mengandalkan cairan infus, agar tidak mengalami dehidrasi, karena kekurangan cairan makanan.
"Mama baby! Sekali lagi Garvin memanggil istrinya yang kali ini disertai isakan lirih.
"Dia ke mana? Apa dia pergi meninggalkan aku?" Gumamnya yang kini isakannya berubah suara tangisan pilu.
Sungguh perasaan pria itu begitu berubah menjadi sensitif, Garvin akan lebih mudah bersedih dan merajuk, membuat Sakura harus memiliki stok kesabaran.
Belum lagi harus melihat tingkat kecerewetan suaminya dan sifat aneh Garvin yang sangat suka dengan hal-hal lucu dan indah.
Garvin yang menutupi wajahnya dengan bantal, segera mengangkat sedikit kepalanya saat mendengar pintu kamar terbuka.
Senyum pria itu tiba-tiba terbit, saat melihat sosok yang ia cari kini memasuki kamar dengan tablet di tangan.
"Mama love!" Seru Garvin dengan suara bahagia sambil tepuk tangan.
Sakura menghentikan langkahnya yang sekarang berada di depan ranjang, menatap bingung ke arah suaminya yang terlihat aneh.
"Mama honey, kemarilah!" Pinta Garvin dengan suara manja dan tidak sabar.
Mendengar sebutan mama yang diucapkan sang suami, membuat Sakura begitu emosi. Sakura ingin melayangkan salah satu pajangan yang ada di depannya ke arah sang suami yang bersikap menjijikkan dan membuatnya bergidik geli.