Bad Girl And Good Boy

Bad Girl And Good Boy
bab 40



"Sweetie!" Garvin berbisik lembut tepat di atas wajah Sakura yang masih tertidur.


Keduanya baru 3 jam yang lalu bermadu kasih di atas ranjang, karena terlalu lelah, mereka akhirnya tidur dalam keadaan saling berpelukan.


Setelah sepakat untuk memulai hubungan pernikahan normal dari awal lagi, demi kehidupan bahagia calon buah hati mereka.


Sakura bahkan berjanji akan menjadi seorang istri juga ibu yang baik. Wanita itu akan menjadi sosok sang mommy sebagai motivasinya dalam mendidik kelima anak-anaknya, hingga ia besar dengan aturan yang masih sang mommy terapkan.


"Honey, bangunlah!" Pinta Garvin yang masih berusaha membangunkan sang istri.


Pria itu memposisikan dirinya menyamping dengan salah satu tangannya sebagai penyanggah kepalanya. Ia juga mengusap lembut wajah mulus istrinya, melukis garis wajah Sakura dengan jari telunjuknya.


Garvin baru sadar, wajah istrinya terlihat begitu cantik. Hanya saja kecantikan itu tertutupi oleh penampilan cool sang istri.


Sakura terjaga saat merasa terganggu dengan kecupan di wajahnya. Ia membuka mata dan bisa melihat wajah rupawan suaminya yang memasang senyum tampan.


"Kau bangun juga akhirnya," bisik Garvin sambil mencium kedua mata sang istri.


"Kau menginginkan sesuatu?" Sakura bertanya setelah membangunkan sedikit punggung dan bersandar di belakang ranjang. Wanita itu mengusap rambut suaminya yang berada di perutnya.


Garvin kembali meletakkan wajah di atas perut istrinya itu. Mengecup perut rata itu, seakan-akan ia bisa melihat calon buah hatinya.


"Tidak, aku sudah mendapatkannya 3 jam yang lalu," sahut pria itu dengan senyum miring.


Melihat senyum mesum suaminya, Sakura berdecak lidah, ia menarik kepala Garvin ke dalam pelukannya.


Mengecup kening suaminya itu dengan sayang, wanita itu akan belajar bersikap hangat dan lembut dari hal terkecil terlebih dahulu, seperti sekarang, ia mengusap wajah suaminya yang tampak berminyak.


Ia tersenyum membingkai wajah Garvin, mengecup bibir sensual suaminya bertubi-tubi, membuat perasaan Garvin begitu tersentuh juga menyenangkan.


Ia memeluk istrinya begitu erat dan bersikap manja, Garvin tidak hentinya memamerkan senyum tampan di wajah.


Ingin rasanya ia menghabiskan waktu berdua seperti ini dengan istrinya, kembali mengulang kegiatan 3 jam yang lalu, tapi pria itu harus memikirkan kondisi istri juga janin yang akan ia jaga, pria itu selalu menyimpan peringatan dokter kandungan pribadi istrinya meskipun itu hal terkecil sekalipun.


Termaksud melakukan kegiatan diatas ranjang yang tidak dianjurkan untuk sering-sering melakukannya, apalagi istrinya masih dalam masa awal.


"Kau harus segera bersiap, mommy meminta kita menemaninya ke acara besar salah satu klien daddy," ucap Garvin, yang menjauhkan tubuhnya dan memposisikan diri di samping Sakura dengan punggung ikut bersandar.


Sakura terdengar mendesah panjang, wanita itu baru ingat ia sudah berjanji kepada mommy mertua.


"Aku akan bersiap, sebaiknya kau lebih dulu membersihkan diri, aku akan menyiapkan pakaian kita untuk ke acara besar itu!" Pinta Sakura, sambil memakai kemeja milik Garvin yang ada di atas lantai, berjalan menuju ruangan ganti untuk menyiapkan keperluan mereka.


Garvin masih duduk di pinggir ranjang, mengusap wajahnya setelah itu bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi dengan keadaan polos.


🌹🌹🌹


"Kemarilah!" Garvin yang sedang memasang dasi di jas membalikkan tubuh tingginya, pria itu melihat istrinya di depan pintu ruangan ganti dengan begitu sempurna.


Harbin tidak bisa mengatakan apapun, melihat penampilan anggun istrinya yang baru pertama ia lihat.


Gaun hitam yang istrinya kenakan, memiliki potongan bawah begitu panjang, memperlihatkan salah satu paha mulus Sakura.


Potongan dada rendah yang memamerkan sedikit belah dada wanita itu, juga punggung mulus yang terekspos, hanya mengandalkan beberapa tali kecil di belakang.


Garvin meneguk ludahnya sendiri, betapa kagumnya ia melihat perubahan penampilan Sakura, yang malam ini terlihat mengenakan make up dramatis. Rambut wanita itu dibiarkan berantakan dengan diberi sedikit poni, membuat wajah sakura terkesan begitu berani dan seksi.


"Apa ini honey!" Pekik Garvin saat tersadar dari rasa kagumnya.


Sakura tampak kebingungan yang kini berdiri tepat di hadapan suaminya.


"Why?" Gumam Sakura yang segera memasang dasi suaminya, tanpa menghiraukan tatapan Garvin yang begitu tajam menelisik penampilannya.


"OMG! Baby, Seriously?" Pekik Garvin tidak percaya, ketika melihat punggung istrinya yang terekspos hampir ke atas belahan padat milik istrinya itu.


"Why, apa ada yang salah? Ini gaun pemberian mommy," sahut Sakura dengan wajah cuek, merapikan setelan suaminya.


"No, kau harus menggantinya! Ini sangat buruk, lihatlah, punggung dan ini," Garvin menunjukkan bagian terekspos milik istrinya yang terlihat begitu seksi, pria itu sangat keberatan bagian indah milik sang istri terekspos begitu saja dan menjadi santapan mata liar para lelaki.


"Lihatlah, kau juga memakai pewarna di wajah. Wajahmu terlihat seperti pelangi," seru Garvin dengan hebohnya, ia bahkan membolak-balik tubuh dan wajah Sakura dengan tatapan tidak terima.


"Tidak! Aku tidak mau kau berpenampilan seperti ini di depan banyak orang, apalagi memperlihatkan punggung juga bokong indahmu, juga … OMG, gunung ini hanya milik kami, baby! Ingat itu, hanya milikku juga calon anakku, aku tidak ingin para mata jahat melihatnya dan menginginkannya juga," celetuk Garvin, sambil menjerit tidak terima, kedua gunung kembar Sakura terlihat begitu indah.


"Ganti!" Perintah pria itu sambil berkacak pinggang di depan istrinya.


Sakura hanya bisa diam dengan wajah melongo, mendengar juga melihat kehebohan suaminya.


"Baby, ganti!" Sentak Garvin dengan wajah geram, melihat istrinya hanya diam.


"Tapi, mommy menginginkan aku mengenakan ini," ujar Sakura protes. Masalahnya ia hanya menjalankan perintah ibu mertuanya.


"Aku tidak peduli, pokoknya kau harus mengganti pakaian kurang sopan ini. Kau membuat mataku terus melotot tajam, apalagi para mata lelaki mesum di sana," seloroh Garvin dengan wajah merah padam juga suara yang terus mengomel.


Tidak ingin menimbulkan keributan, Sakura akhirnya mengganti gaun yang dipakai sekarang dengan beberapa gaun yang didapatkan dari sang ibu mertua.


Garvin berdiri dengan tatapan garang di depan pintu ruangan ganti, meneliti setiap pakaian yang akan istrinya kenakan. Dan tidak satupun ia sukai dari beberapa gaun yang sudah istrinya itu coba, bahkan ada yang lebih parah yang menyerupai gaun malam seksi, menimbulkan libado Garvin bangkit.


Pria itu ingin menghempaskan saja istrinya di atas ranjang dan melakukan adegan menyenangkan.


Daripada ke acara besar dan mewah yang akan membuatnya tidak tenang.


"Perfect!" Seru Garvin yang merasa puas dan oke dengan penampilan istrinya kali ini.


Sakura hanya mendesah pasrah, dengan pilihan suaminya. Sebuah gaun panjang yang memiliki ekor di bagian bawah, potongan leher panjang hingga menutupi leher jenjangnya, sungguh gaun yang membungkus tubuh rampingnya, membuat Sakura merasa pengap dan tidak bebas untuk bergerak.


"Kalau begitu, aku lebih memilih mengenakan celana dan kaos," celetuk Sakura dengan bibir mencebik kesal ke arah suaminya.


"Saran yang sangat tepat," ujar Garvin puas.