
"Kalian sudah tiba?" Garvin menyambut istri dan mommynya di depan pintu utama Mansion.
Pria itu begitu bahagia melihat sosok istrinya yang sejak tadi ia nantikan.
"Kau sudah kembali?" Sakura balik bertanya dengan wajah mengkerut heran.
Garvin tidak menjawab, pria berwajah tampan itu segera menarik tubuh istrinya lalu memeluk erat.
"Aku merindukanmu," bisiknya dengan suara serak.
Kening Sakura semakin mengkerut di balik pelukan hangat suaminya, ia mendorong lembut dada bidang pria di hadapannya ini, menetap penuh lekat wajah rupawan suaminya.
"Kau memuntahkan semuanya lagi?" Tanya Sakura, melihat wajah pucat Garvin yang begitu lemah. Sakura menangkup kedua sisi wajah tegas sang suami, memeriksa suhu tubuh pria itu.
"Kau kembali demam," ucap Sakura dengan suara mencicit.
Garvin mengecup salah satu telapak tangan istrinya yang berada di pipi. Pria pemilik kulit eksotis itu kembali menarik tubuh ramping Sakura kedalam pelukannya.
"Aku hanya menginginkanmu, bisakah, kau tidak kemanapun tanpaku?" Tuturnya dengan suara serak, seakan menahan tangisan.
Sakura hanya terdiam, wanita itu juga membalas pelukan suaminya. Kini tatapan Garvin tertuju kepada sang mommy.
Pria itu melepaskan pelukan, beralih memindai sang mommy yang sejak tadi diam dengan wajah sembab.
"Mom …." Sapaan pria itu terhenti, saat melihat mommynya berjalan meninggalkannya begitu saja.
"Mommy kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" Cerca pria itu dengan tatapan khawatir.
Sakura hanya diam, wanita itu membawa suaminya untuk mendatangi kamar pribadi mereka.
Garvin menurut, namun perhatiannya masih tertuju kepada sang mommy.
Garvin ingin mendekat, namun Sakura mencegah suaminya sambil menggelengkan kepala.
"Biarkan dia sendiri terlebih dahulu," ujar Sakura yang terus melangkah sambil menarik suaminya.
🌹🌹
"Kemarilah!" Pinta Sakura kepada Garvin, saat melihat suaminya itu terdiam sejenak tadi di dekat jendela dengan tatapan menerawang.
Garvin menampilkan senyum lirih, pria itu segera merapatkan tubuh di dalam tubuh sang istri yang sedang berbaring di sofa.
Garvin begitu menikmati usapan lembut jemari tangan Sakura di atas kepalanya, kedua tangannya kini melingkar di pinggang sang istri dengan wajah di atas dada wanitanya.
"Kau memikirkannya?" Tanya Sakura dengan suara lirih, ia juga begitu prihatin dengan psikologi suaminya yang harus tumbuh di keluarga tidak sehat hingga membuatnya tertekan.
Garvin terdiam, tapi pelukan erat di pinggangnya menjawab pertanyaannya.
"Aku baru mengetahui tentang semuanya, tentang kau, daddy dan mommy. Aku begitu kagum, kau mampu bertahan di tengah ketegangan keduanya," tandas Sakura, memaksa suaminya untuk menatap ke arahnya, hingga tatapan mereka kini saling bertemu.
Sakura bisa menangkap kesedihan juga penderitaan di sana. Sebuah luka yang selalu ia jaga di dalam hati dan pikirannya.
Hingga membuatnya harus membenci sosok yang menorehkan luka di hatinya, hingga sekarang.
Garvin tidak akan pernah melupakan, setiap perlakuan sang daddy kepada mommynya terdahulu.
Penghinaan, pengkhianatan dan perlakuan semena-mena yang sang mommy terima kepada keluarga daddy yang tidak menerima mommy bagian dari keluarga besar Miller.
Garvin juga harus menerima penolakan dari neneknya yang begitu keras untuk tidak mengakuinya. Beruntung, mommynya selalu menjadi tameng untuk melidunginya dari bentakan juga hinaan dari sang nenek.
Mengharapkan perlindungan dari sang daddy, Garvin harus kecewa, saat melihat sikap tidak acuh pria itu.