AYONIMA

AYONIMA
SEASON 3 CHAPTER 1 : PEMBALASAN



Waktu demi waktu berlalu. Para pahlawan didukung oleh pihak pihak yang bersangkutan seperti the great wise wizard ezalor, sang raja ruth beserta jajatannya, sang walikota foster beserta jajarannya, serta para dewa. Perang yang sangat dasyat pun akan pecah dalam waktu yang dekat untuk kedua kalinya. Pada perang yang pertama terlihat bahwa para pahlawan dipukul mundur oleh kegelapan karena kurangnya persiapan, hal tersebut mengakibatkan kegelapan berhasil mengambil alih kerajaan. Kegelapan pun menyebarkan teror yang menakutkan dan menjadi momok yang mengerikan. Namun kini para pahlawan sudah mempersiapkan dan dapat dilihat mencapai kematangan dalam persiapannya. Pahlawan beserta pendukungnya melacarkan serangan ke kerajaan. Dalam perjalanannya pasukan tersebut berhenti ke tempat tempat tertentu untuk mengumpulkan aspek pendukung. Hal tersebut disambut baik. Dan kini para pasukan telah sampai di lokasi tersebut, yaitu kerajaan.


"akhirnya kita dapat menyerang kembali kerajaan, aku harap kali ini kita dapat merebut kembali kerajaan" ucap sang raja ruth dengan raut wajah yang penuh semangat.


"Kau benar rajaku, saatnya kita membuktikan bahwa ramalan ayonima berakhir" ucap tuan foster yang menantikan peperangan tersebut.


"Baiklah, kurasa ini cukup strategis untuk dijadikan tempat berlindung. Pasukan ku dengarkanlah, kita akan berlindung disini. Bangunlah sebuah perkemahan disini, lokasi ini sangat strategis. Dan bersihkan lokasi ini dari pasukan pasukan kegelapan yang ada. Menyebarlah" ucap raja ruth yang membara.


Pasukan pun mulai mendirikan tenda peristirahatan, beberapa pasukan pergi menyelusuri sekitar untuk memeriksa keadaan. tenda peristirahatan pun telah berdiri. para pemimpin dan pahlawan pun berdiskusi mengenai apa yang harus dilakukan.


"terimakasih telah hadir disini para pemimpin, dan para pahlawan. Tujuan dan niat ku mengumpulkan kalian disini adalah membahas tentang strategi yang digunakan untuk mengalahkan kegelapan, aku sangat berharap para pemimpin dan para pahlawan dapat mengaspirasikan strategi dan taktik apa yang cocok untuk merebut kerajaan kembali." Ucap sang raja.


"Baiklah, aku ada usulan rajaku. Bagaimana kita menggunakan taktik maju dan mundur, jadi pada strategi tersebut kita menyerang dengan kelompok yang kecil dan mundur, adapun manfaat dan tujuan yang dapat dihasilkan oleh strategi tersebut adalah dapat mengevaluasi kekuatan musuh dan dapat mempengaruhi moralitas pasukan musuh" ucap tuan foster.


"Menurutku itu adalah strategi yang gegabah tuan foster, aku sangat tidak setuju. Selain itu dapat memperbanyak korban jiwa, itu juga mempengaruhi daya dan jumlah pasukan kita. Itu akan menjadi ide yang bagus apa bila kita menyusupkan pasukan kecil kedalam istana, oleh karena itu aku mempunyai strategi, adapun strategiku adalah improvisasi dari strategi tuan foster yaitu menggunakan kelompok kecil itu untuk mengacaukan gerbang kerajaan, setelah itu kita akan menyerang dalam berbagai arah untuk mengunci pergerakan dari musuh kita, akan tetapi aku masih memikirkan siapa yang cocok untuk menyusup dalam kerajaan, atau setidaknya mengacaukan gerbang kerajaan" ucap elvin.


"Sejujurnya aku setuju dengan kalian berdua, akan tetapi adakah saran lain mengenai strategi yang akan digunakan?" Ucap sang raja.


"Aku rasa tidak ada rajaku" ucap henderson.


"Baiklah jika tidak ada, siapa kah yang cocok dalam strategi ini" ucap raja ruth.


"Kami para elf, terbiasa untuk memburu. Jadi biarkan kami yang mengambil peran tersebut." Ucap pimpinan para elf.


"Sanggupkah kau para elf" ucap raja ruth yang memastikan para elf.


"Kami sanggup" ucap pimpinan para elf.


"Terimakasih, setelah ini. Aku pastikan para elf mendapatkan penghargaan dari ku secara langsung." Ucap raja ruth.


"Terimakasih" ucap pimpinan para elf.


"Baiklah, sisi depan akan diserahkan oleh pahlawan dan pasukannya, sisi belakang aku dan tuan foster yang menyerangnya, sisi kiri akan diserahkan oleh penjaga kota, dan sisi kanan akan diserahkan oleh penjaga kerajaan. Aku sangat percaya dengan kemampuan berperang kalian, seranglah secara bersamaan setelah simbol dari tim pengacau dinyalakan. Semuanya bubar" ucap sang raja.


Setelah berdiskusi mengenai strategi perang, sang raja pun pergi ke gudang persenjataan, terlihat bahwa disana para pandai besi sedang menempa peralatan perang yang akan digunakan.


"Salam rajaku, angin apa yang membawamu kesini raja ku" ucap pandai besi tersebut.


"Salam, semoga dewa pandai besi memberkatimu. Aku kesini untuk melihat sejauh mana persiapan peralatan yang akan digunakan untuk berperang" ucap sang raja ruth.


"Sejauh ini penempaan dilakukan dengan sangat matang rajaku, aku bisa memastikan bahwa peralatan yang akan digunakan adalah peralatan dengan kualitas terbaik" ucap pandai besi tersebut.


"Baiklah aku serahkan peralatan kepadamu, ditanganmu terdapat jutaan nyawa yang siap berjuang dan berperang" ucap raja ruth.


"Baiklah, lanjutkan" ucap raja ruth.


Para pandai besi itu melanjutkan perintah, raja ruth. Kemudian raja ruth pergi ke gudang makanan untuk memeriksa persediaan makanan.


"salam rajaku, mengapa kau datang ke gudang persediaan raja ku" ucap kepala persediaan makanan.


"Aku hanya berkeliling, dan memastikan persiapan kita" ucap sang raja.


"Baik rajaku, saat ini persediaan cukup untuk menopang dan bertahan pada lima hingga enam hari kedepan raja ku, akan tetapi kita mempunyai masalah, yaitu kami khawatir persediaan ini kurang dan hanya dapat bertahan tiga sampai empat hari kedepan rajaku." Ucap kepala persediaan makanan.


"Baiklah, pasukan kalian berburu lah, pastikan kalian dapat memburu beberapa hewan, setidaknya hal tersebut dapat mendukung persediaan kita" ucap sang raja.


"Siap laksanakan raja ku" ucap pasukan yang dipanggil raja.


"Baiklah, lanjutkan pekerjaan mu. Perut pasukan berada di tangan mu. Dan pastikan kau dapat menyimpan bahan makanan dengan benar" ucap sang raja.


"Terimakasih raja ku" ucap kepala persediaan makanan.


Sang raja pun beranjak dari gudang persediaan, makanan ke barak latihan pasukan.


"salam raja ku, angin apa yang membawa mu kesini raja ku" ucap nona anne.


"Salam raja ku, mengapa kau datang kesini rajaku." Ucap gabriela.


"Aku hanya ingin melihat persiapan para pasukan, dan persiapan para tabib. Seperti yang kita ketahui bahwa ini bukan sembarang peperangan. Mungkin kita akan mendapatkan banyak sekali korban jiwa. Jadi aku kesini hanya untuk memastikan persiapan kalian" ucap sang raja.


"Pasukan, menunjukan perkembangan yang begitu pesat raja ku, mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan, sehingga dapat bertempur dengan maksimal" ucap nona anne.


"Untuk para tabib kami sudah menyiapkan pertolongan pertama hingga lanjutan, setidaknya kami dapat menangani beberapa kejadian" ucap gabriela.


"Baiklah, aku cukup lega. Lanjutkan kerja kalian. Terimakasih" ucap raja.


"Sama sama rajaku" ucap gabriela dan nona anne.


Raja pun kembali ke tempat peristirahatannya. Dan berdiskusi dengan tuan foster.


"Jadi bagaimana menurutmu?" Tanya sang raja.


"Kita mempersiapkan ini dengan matang, aku sangat berharap ini tidak mengecewakan" ucap tuan foster.


"Aku harap juga begitu" ucap sang raja.