AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 9 : PERJALANAN SEBASTIAN MENCARI RELIC PERTIWI.



Kisah sebastian terjadi pada saat henderson hendak melakukan perjalanan mencari relic ares. Selepas henderson berpamitan dengan sahabat sahabatnya, sebastian berpamitan ke desa elf dan mendapatkan persetujuan dari tuan foster selaku walikota dan tuan ruth selaku raja dari kerajaan. Sebastian pun kembali ke hutan elf untuk bertanya hal apa yang ia bisa lakukan untuk menjadi lebih kuat. Sesampainya di hutan elf, sebastian menceritakan apa yang terjadi ke kepala desa elf, dan sebastian pun pergi dengan di dampingi kepala desa elf dan uskup kuil dewi pertiwi. Sesampainya di kuil dewi pertiwi sebastian memulai komunikasi dengan dewi pertiwi. Sebastian pun pingsan seketika.


"Aku dimana, perasaan ku mengatakan bahwa tadi aku masih dikuil dan sedang melakukan komunikasi dengan dewi ku pertiwi, mengapa aku berada di tempat ini. Tempat ini begitu asing untuk ku" ucap sebastian yang terlihat kebingungan.


Sebastian merasa ada yang memanggil namanya, akan tetapi ia tidak melihat siapa siapa disekitarnya. Sehingga sebastian meningkatkan kewaspadaannya.


"Sebastian" ucap seorang wanita.


"Siapa kau, tunjukan lah wujud mu, aku tidak takut dengan hantu. Ayo tunjukan wujud asli mu" ucap sebastian yang meningkatkan kewaspadaanya.


"Aku disini sebastian, tepat berdiri di belakang mu" ucap wanita tersebut.


"Astaga, anakmu memberi hormat kepada mu sang dewi bumi, pertiwi" ucap sebastian.


Sebastian pun terkejut setelah melihat kebelakang. Ternyata sosok yang memanggi sebastian itu adalah dewi bumi pertiwi. Dewi pertiwi pun berkomunikasi dengan sebastian.


"Sudah lama tidak bertemu anak ku, bagaimana kabarmu. Dan juga bagaimana perangnya, apakah kau berhasil menekan neraka." Ucap dewi pertiwi.


"Kabar ku baik wahai dewi ku, akan tetapi. Kami gagal menekan neraka dan mengalahkan neraka. Pasukan kegelapan telah menduduki kerajaan dan menyebarkan teror, hal tersebut dikarenakan kami terlalu lemah. Jadi tujuan ku kesini adalah ingin menjadi lebih kuat agar aku dan rekan ku dapat mengentikan neraka dan kegelapan menguasai bumi dan surga." Ucap sebastian.


"Baiklah anak ku, aku mengerti maksud dan ucapan mu. Apakah kau ingin kekuatan yang lebih besar?, Jika iya kamu akan ku uji terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa kau layak untuk diperhitungkan" ucap dewi pertiwi.


"Baiklah aku siap melaksanakan ujian tersebut, tidak peduli sesusah apapun itu dan semustahil apapun itu, aku selalu siap untuk hal ini." Ucap sebastian yang menerima berkah dari sang dewi pertiwi.


"Baiklah kalau begitu masuklah ke dalam pintu itu, maka kau akan terlempar di area pelatihan" ucap sang dewi pertiwi.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya, aku akan berusaha sekuat tenagaku." Ucap sebastian.


"Baguslah, ayo kuantar kamu ke area pelatihan" ucap sang dewi bumi.


Sesampainya mereka di arena pelatihan, sang dewi pertiwi menjelaskan apa yang diujikan apakah kau layak dengan ku.


"Kau akan mendapatkan berkah dari ku. Apabila kau dapat menyelesaikan ujian ini. Sejujurnya apabila kau menyelesaikan ujian ini dengan baik maka kemampuan mu yang lainnya juga akan meningkat. Jadi fokuslah sebastian, ini hanyalah ilusi. Kau harus camkan itu" ucap dewi pertiwi.


"Aku mengerti wahai dewi ku" ucap sebastian.


"Bagus, sekarang bukalah pintu itu, dan menyelesaikannya. Itu akan cukup membutuhkan waktu, jadi santai saja" ucap dewi pertiwi.


Sebastian pun memulai ujian yang. Terlihat bahwa terdapat manusia manusia yang sedang menebang pohon secara liar. Aku akan menghentikanya, banyak suara harapan dan suara dari seketrais. Misi yang didapatkan oleh sistem adalah dapat memprediksi masalah apa yang sedang ternyadi. Akan tetapi hal tersebut telah diselesaikan oleh sebastian. Jadi sebastian orang yang berhasil dalam ujian pengendalian. Sebastian melewati hal tersebut dengan sangat baik.


"Terimakasih dewi ku" ucap sebastian.


Dewi pertiwi pun memberikan sebastian kekuatan yang telah dijanjikan, sontak raga dari sebastian melayang diangkasa dengan keadaan pingsan. Setelah sebastian sadar ia merasakan perbedaan yang sangat mencolok.


"Apakah ini kemampuan yang aku miliki, aku sangat tidak percaya. Terimakasih dewi ku, kau adalah dewi yang terbaik" ucap sebastian.


"Terimakasih anak ku, jadi aku akan memberikan mu beberapa saran. Yang pertama adalah kegelapan adalah sumber kekuatan yang cukup besar dibutuhkan beberapa cara untuk mengalahkannya. Yang ke dua adalah diperlukan persiapan yang matang seperti relic dewi bumi pertiwi, Dan yang terakhir adalah dibutuhkan pemahan yang kuat dalam mengelola kemampuan pribadi. Sesunguhnya kekuatan kegelapan bersumber dari rasa takut, kecewa, keraguan, dan lain lain." ucap dewi pertiwi.


"Lantas bagaimana aku dapat menggunakan relic yang kau tinggalkan" ucap sebastian.


"Cukup mudah, lakukanlah perjalanan sendiri yang berisikan satu orang, lalu kalahkan gorgonite untuk mengambil dan merebut kembali staff of earth" ucap dewi pertiwi.


"Baiklah dewi ku, aku akan merencanakan perjalanan tersebut" ucap sebastian.


Sebastian menceritakan apa yang ia dapatkan karena bertemu dengan sang dewi dan sang leluhur.


"Baiklah, kau harus melakukan perjalanan seperti halnya yang disampaikan oleh dewi pertiwi" ucap uskup tersebut.


"Kau benar uskup, kita harus benar benar mendapatkan relic itu secepatnya. karena rekic tersebut mengandung kekuatan dewa dan dewi." Ucap sebastian.


"Persiapkan lah dirimu nak, sepertinya kau memiliki perjalanan yang panjang. Sedikit pesan, gorgonite merupakan makhluk yang mempunyai kekuatan ketidaksucian. Maka dari itu setelah mendapatkan kembali relic sang dewi pertiwi, kamu harus menyucikannya disini" ucap uskup desa elf tersebut.


"Terimakasih tuan, aku akan mengingat kebaikan mu" ucap sebastian.


Keesokan harinya. Sebastian, tuan kepala desa, dan uskup dari kuil dewi pertiwi berkumpul di depan balaikota.


"Bagaimana persiapan mu nak, apakah kau sudah siap menghadapi gorgonite" ucap kepala desa tersebut.


"Aku juga sangat khawatir tentang mu, kekhawatiran ku adalah ketika kamu belum bisa menggunakan atau mengatur dari kemampuan yang kau miliki" ucap uskup pada kuil pertiwi.


"Baiklah, aku merasa bahwa ini sudah lengkap, kalau begitu aku pamit untuk mencari relic yang ditinggalkan oleh pertiwi, aku berharap kalian akan mendukungmu setiap saat." Ucap sebastian.


Sebastian pun pergi meninggalkan desa dengan perjalanan yang dilakukan sebastian cukup berat. Sebastian merupakan orang yang sangat kuat, termasuk kemampuan mengubah struktur alam yang merupakan salah satu kemampuan sebastian.


Sebastian pun sangat bersemangat dalam mencari relic yang ditinggalkan oleh pertiwi, sebastian mendengar pada saat masih di kota. Banyak orang jahat yang mengincar nyawa sebastian. Akan tetapi kemampuan sebastian yang diperkuat oleh sang dewi pertiwi sehingga masyarakat tidak bisa menggunakan kemampuannya pada saat ini. di tengah jalan sebastian mencari cara untuk lolos ujian dengan sangat cepat, tak disangka sebastian didatangi oleh tamu yang mereka tidak undang. perang kecil pun terjadi.